Spiga

Tidak Bisa Hadir, Tapi Hati Saya Bersama TDA Malang (Catatan utk Milad 2 TDA Malang)

0 komentar
Ada dua hal yang membuat hati saya gundah mengenai TDA belakangan ini. Pertama, saya tidak bisa hadir di Milad 2 TDA Joglo. Yang kedua, saya juga tidak bisa hadir di Milad 2 TDA Malang. Malang sekali nasib saya ya...

Alasan saya sebenarnya domestik dan tidak penting. Tapi, saya harus akui alasan ini memberatkan langkah saya untuk terbang ke sana. Pertama, istri saya baru melahirkan. Usia Vino baru 3 bulan, dan berbeda dari kakaknya, Vito, ia kuat sekali menyusunya. Dokter mengatakan berat badannya sudah mencapai batas atas untuk bayi seusianya.


Perbedaan usianya dengan kakaknya sangat dekat, cuma satu setengah tahun. Vito sang kakak tentu belum paham bagaimana harus berbagi dan tidak cemburu. Maka, tugas sayalah yang menutupi kecemburuan itu, sebagai penyeimbang hilangnya perhatian mamanya kepada Vito. Memandikan di pagi dan sore hari adalah salah satu ritual yang menyenangkan yang saya nikmati bersama Vito.


Kedua, ujian bertambah lagi bagi keluarga kami. Salah satu asisten di rumah mengundurkan diri karena ingin mempersiapkan perkawinannya di kampung. Kerepotan, tentu menjadi bertambah dan itu membuat saya semakin tidak berkutik untuk minta ijin meninggalkan keluarga barang sehari dua hari untuk menghadiri Milad TDA Malang.


Meski begitu, saya bersyukur dengan adanya organisasi TDA Management yang salah satu fungsinya adalah saling mengisi kelemahan pengurus satu sama lain. Alhamdulillah, Pak Agus Ali bersedia meluangkan waktu untuk hadir di Malang. Pak Agus salah satu founder dan anggota TDA Board of Director yang komitmen dan kontribusinya terhadap TDA tidak diragukan lagi.


Meski begitu, pikiran dan hati saya tetap melayang ke Malang. Kehadiran saya di Milad pertama tahun lalu begitu berkesan. Persahabatan dan rasa persaudaraan yang tinggi di antara sesama member di sana begitu mengesankan saya. Saya dan Pak Iim yang hadir ketika itu merasa "feel at home" di sana.


Ingin rasanya mengulang langkah ke sana, sekaligus menikmati kota Batu yang dingin dan legendaris itu. Ingin rasanya saya menyalahkan Pak Iim yang buru-buru ingin pulang sehingga kami hanya menginap semalam di sana, tanpa menikmati Malang lebih jauh.


Perkenalan saya dengan TDA Malang dimulai saat Milad 2 TDA tahun 2008 lalu. Ketika itu beberapa anggota dari TDA Malang berbicara dengan saya dengan antusiasme tinggi ingin membesarkan TDA Malang. Terus terang, saya lupa dengan apa yang kami bicarakan. Tapi yang saya ingat adalah bahasa tubuh dan energi dari Bu Dyah dan Pak Tito cs yang membuat saya yakin dan optimis dengan masa depan TDA Malang.


Feeling saya itu benar belaka. Figur-figur pegiat TDA Malang adalah mereka-mereka yang akfif, berdedikasi tinggi dan kreatif. Itu dibuktikan pada penyelenggaraan Milad pertama tahun lalu. Acara dihadiri hampir 100 orang, tidak kalah dengan TDA Pusat yang dihadiri 175 orang di Milad pertamanya. Salah satu kreativitas yang kemudian diadopsi oleh TDA Pusat adalah pembuatan buku business directory member TDA. Itu adalah "oleh-oleh" yang saya bawa dari Malang.


Visi, misi, nilai dan budaya TDA dapat saya lihat dari cara penyelenggaraan kegiatan, dalam interaksi sesama member baik secara offline maupun online di milis.


Saya yakin, banyak hal baru yang akan dihadirkan di Milad nanti. Saya harap Milad nanti di samping sukses dalam penyelenggaraan juga menginspirasi TDA wilayah lain untuk berbuat yang lebih baik lagi.


Bagi yang belum mendaftar, sebaiknya dipercepat pengambilan keputusan anda untuk menghadiri acara yang mungkin akan mengubah cara berpikir, tindakan dan sekaligus "jalan hidup anda".


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Founder Komunitas TDA


----------------------
Pastikan Anda sudah terdaftar dalam Festival Entrepreneur Malang 2009 dalam Pesta Milad 2 TDA NGalam.
Pada...
Minggu, 2 Agustus 2009
di Taman Indie Resto Golf Kota Araya Malang
mulai pk 08:oo ~ sepanjang hari


Info Pendaftaran...
klik - http://milad.tdangalam.com/pendaftaran/

Tersedia 3 Ticket Box & Online Registration.

Manfaatkan juga kesempatan Member gets Member(s)...
klik - http://milad.tdangalam.com/about/#COMBO

Semua perihal acara akbar ini, silakan cek di...
http://milad.tdangalam.com/

atau jika ada pertanyaan lain...
mail to: milad[at]tdangalam.com (japri)

*Reply email ke milis ini tidak ditanggapi*


Siapa saja Narasumber yang hadir?
1. Cak Man <http://www.bakso-cakman.com/>, Owner & Franchisor 'Bakso Malang Kota Cak Man' yg kini hampir menembus 100 outlet.

2. Nukman Lutfie <http://www.virtual.co.id/blog/>, Bapak Online Strategist yg masuk jajaran Internet Marketer Top Indonesia dengan pengalaman membesarkan portal detik.com, PT Telkom, Majalah SWA, Toyota Astra, AGRAKOM dll.

3. Zainal Abidin <http://www.ZainalAbidin.net/>, Teroris Mental (Mental Block Breaker) yg belum lama launching buku yg ke 92: "Monyet Aja Bisa".

4. Fauzi Rachmanto <http://FauziRachmanto.blogspot.com/>, Praktisi IT yg merupakan GURU TDA.

5. Guess Star, Seorang pembicara, trainer, inspirator, dan penulis 3 buku Best Seller. Beliau dikenal dengan sebutan Inspirator Sukses Mulia. Siapa Dia? Temui langsung di Pesta Milad 2 TDA NGalam nanti.

Semua itu masih ditambah berbagai bonus langsung untuk setiap peeserta.
So, nggak pake lama-lama, langsung aja menuju ... http://milad.tdangalam.com/pendaftaran/

"Membangun Visi, Menembus Imajinasi"

Salam FUNtastic!
Project Team Milad 2TDA-NGalam
http://milad.tdangalam.com/

Hotline: (No SMS)
Dyah (Mlg) - 0858.55.5678.78
Faizal (Mlg) - 0857.49.639.669
Tito (Mlg) - 0816.55.2525
Ade Aan Wirama (Jkt) - 081.118.708.31

Undangan: Roni's Book and Learning Club Ke 3, Sabtu 18 Juli 2009

2 komentar
Untuk kali ketiga, Roni's Book and Learning Club (RBLC) hadir kembali dan pengundang teman-teman para pencinta buku, untuk hadir berpartisipasi dalam acara yang insya Allah akan diadakan pada:

Hari: Sabtu, 18 Juli 2009 jam 09.00 sampai selesai


Tempat: Kediaman saya (alamat dan peta lokasi menyusul via email)


Bagi yang ingin hadir, harap mengirimkan email pendaftaran ke saya di roniyuzirman(at)gmail.com dengan format: Nama, alamat, nomor HP dan judul buku yang akan dipresentasikan. Subject email: RBLC 3. Konsep dari acara ini adalah berbagi. Masing-masing hadirin wajib mempresentasikan buku yang telah dibacanya kepada yang lain.


Setelah mengirim email, harap tunggu konfirmasi dari saya. Saya memprioritaskan peserta yang telah hadir dalam pertemuan sebelumnya. Jumlah peserta dibatasi sampai 15 orang saja. Pembatalan harap dilakukan maksimal 3 hari sebelum acara agar saya bisa memberi kesempatan kepada teman-teman yang waiting list.


Setiap awal acara selalu dimulai dengan diskusi kecil terkait dengan buku. Dalam pertemuan lalu diperbincangkan bagaimana pengalaman masing-masing peserta dalam mengakrabi buku saja kecil, serta bagaimana buku mempengaruhi kehidupannya sampai sekarang.


Dalam pertemuan kali ini saya ingin mendiskusikan bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini. Teman-teman pun bisa mengusulkan topik lain yang menarik untuk didiskusikan.


Klub atau forum ini adalah untuk para pencinta buku, mereka-mereka selalu haus belajar segala aspek kehidupan dari bacaan yang kemudian mentransformasi diri mereka ke arah yang lebih baik.


Saya setuju dengan tema pada Pesta Buku Jakarta lalu: Book is My Lifestyle (kaosnya keren, saya pakai). Membaca buku adalah sebuah gaya hidup yang keren saat ini. Lihatlah para pembaca buku tidak lagi malu-malu disebut kaum nerd yang kaku, berbaju formal dan berkaca mata tebal. Sekarang para pembaca buku adalah mereka-mereka yang stylish, gaul dan juga nongkrong di Starbucks sambil asyik menekuni buku tebal.


Dari kesimpulan saya dalam pertemuan bulan lalu, ternyata ada benang merah dan kesamaan dari yang hadir. Mereka, penggila buku, bukanlah orang-orang yang pasif dan asyik duduk menyendiri dengan bacaannya. Mereka adalah juga para aktivis handal di lingkungannya yang digerakkan oleh buku-buku yang dibacanya. Mereka aktif di LSM, organisasi keagamaan, pendidikan anak, pemberdayaan masyarakat, dunia kewirausahaan (seperti saya) dan sebagainya. Ini menandakan bahwa buku telah mampu menggerakkan mereka untuk berkontribusi positif bagi masyarakatnya.


So, jangan ketinggalan kesempatan ini. Bergabunglah dengan RBLC. Kita ubah dunia dengan buku!


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Foto: RBLC ke-1 by Didi Diarsa

Ooops! Maju Terus Pak Hadi!

1 komentar
Selain membacai blog yang berisi berita-berita gembira member TDA, saya juga menemukan berita tidak gembira dari Pak Hadi Kuntoro di blognya. Saya tertegun membaca ceritanya yang panjang lebar dan menyentuh. Saya turut prihatin terhadap kejadian ini. It could be happen to anyone. Masalah hukum, adalah salah satu dari segitiga bisnis yang perlu dikuasai, kata Robert Kiyosaki. Dalam bukunya ia juga bercerita tentang kegagalan bisnis pertamanya, Velcro Wallet yang terbentur masalah hukum ketika produknya dicontek habis oleh sebuah perusahaan di Taiwan dengan harga jual yang membuatnya terjengkang keluar dari arena bisnis dengan hutang menumpuk.

Teringat dengan pelatihan-pelatihan dari ACTION Coach bersama TDA dulu, ada istilah yang iconic di benak saya: Ooops! Teman-teman generasi awal TDA pasti akrab dengan istilah yang kerap disampaikan oleh Bu Mutia atau Pak Pri ini. Bencana, masalah hukum, kebakaran, pencurian dan sebagainya adalah hal-hal yang masuk dalam kriteria "Ooops" itu. Kejadian yang tidak kita sangka-sangka tapi bisa membuat bisnis kita "patah" dan duduk terdiam.


Saya pun pernah mengalaminya ketika menerima "surat cinta" dari pengelola Pasar Tanah Abang yang mengultimatum kami untuk keluar dari toko dalam waktu 4 hari saja di awal tahun 2004. Itu adalah "Ooops" buat bisnis saya (belakangan ini saya syukuri sebagai blessing in disguise). Pak Haji Alay, sesepuh dan inspirator TDA saya yakin juga akrab dengan "Ooops" ini, dan itu terjadi berkali-kali.


Maksud saya, it could happen to all of us, tanpa kecuali. Yang penting, Pak Hadi, segera sadarilah, aware, di mana posisi kita saat ini. Terimalah kondisinya dengan ikhlas, seperti saran guru kita Erbe Sentanu. Dengan berikhlas, insya Allah akan dibukakan jalannya, peluang-peluang yang insya Allah lebih dahsyat lagi.


Ada istilah "The Power of Kepepet" yang saat ini dipopulerkan oleh Mas Jaya Setiabudi. Dan betul, power seperti itu memang ada dan terjadi. Dengan kepepet, otak kita otomatis berputar lebih cepat mencari solusi-solusi dan segala kemungkinannya. Suatu saat otak itu akan berhenti dan muncul bola lampu di atasnya sambil berteriak, Aha! Ini dia mungkin jalan keluarnya!


Saya suka dengan istilah "saudagar", kenapa? Karena, kata Pak Haji Alay, istilah itu merujuk kepada orang yang punya seribu akal. Saudagar itu seribu akalnya. Gak ada matinya. Itulah yang terjadi dengan beliau. Berulang kali, saya menyaksikan beliau keluar dari "lubang jarum" masalah bisnis yang amat pelik. Suatu hari beliau pernah bercerita bahwa kerugian dari 4 bisnisnya yang gagal tergantikan oleh satu bisnisnya yang sukses terakhir ini. Saya yakin Pak Hadi sudah masuk kelompok orang-orang yang punya seribu akal itu...


Pak Hadi tidak gagal, tapi cuma mengalami set back lantaran "Ooops" tadi. Lain kali lebih hati-hati dan waspada. Selalu siapkan plan B atau plan C jikalau plan A tidak berjalan baik. Saya yakin Pak Hadi sudah punya strategi mujarab itu untuk melangkah ke depan.


Tetap semangat!


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!

Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA