Pindah Alamat: www.roniyuzirman.wordpres.com

Karena berbagai pertimbangan, di antaranya ingin mencoba sesuatu yang baru dan yang lebih simple, maka mulai hari ini tulisan saya pindah ke alamat baru di www.roniyuzirman.wordpress.com atau bisa langsung dari www.roniyuzirman.com.

Untuk selanjutnya, update tulisan terbaru akan bisa di baca di alamat tersebut.

Mohon maaf dan harap maklum.

Terima kasih atas segala perhatiannya.

Wassalam,

Roni

Teladan Berbisnis dari Rasulullah

Oleh: Badroni Yuzirman


Owner: Manet Busana Muslim (www.manetvision.com), Founder Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (www.tangandiatas.com) dan penulis blog bisnis www.roniyuzirman.com


Kondisi perekonomian dunia yang dipanglimai oleh Amerika Serikat dan negara-negara barat katanya sedang terpuruk. Saya adalah pengguna aktif Twitter, sebuah situs social networking, yang setiap saat selalu mendapatkan berita terkini dari beberapa situs berita yang saya ikuti seperti New York Times, CNN atau BBC. Beritanya seram-seram. PHK di mana-mana, keluarga-keluarga di Amerika mulai mengetatkan ikat pinggang.



Saya pun berpikir, kenapa ekonomi negara adi daya itu bisa terpuruk? Bukankah hampir semua praktisi handal dan pemikir tulen di bidang bisnis dan keuangan bercokol di sana. Buku-buku bisnis terbaik dan terlaris selalu berasal dari sana. Bukankah sebagian besar perusahaan Fortune 500 berasal dari sana? Apa yang terjadi?



Selidik punya selidik, ternyata masalahnya bukanlah karena mereka kurang ilmu atau sarana pendukung bisnis yang canggih. Mereka punya semua alat itu. Mereka semua punya senjata untuk memenangkan persaingan bisnis. Masalahnya bukanlah soal senjatanya, melainkan siapa dan bagaimana menggunakan senjata itu. Man behind the gun.



Inilah yang kurang disentuh oleh para praktisi dan pemikir bisnis di sana. Ketika kapitalisme di-leverage sedemikian rupa sehingga kita tidak tahu lagi bagaimana proses barang bisa menjadi uang dan uang itu pun telah bermutasi menjadi bentuk-bentuk yang kita sendiri tidak mengerti dari mana asalnya. Di situlah, peran nurani manusia sebagai pengendali terpinggirkan. Keserakahan tanpa batas seperti dicontohkan oleh Bernie Madoff dan kawan-kawannya, telah mengantarkan kapitalisme yang dibanggakan selama ini ke jurang terdalam.



Perusahaan-perusahaan besar itu jatuh bukan karena kalah oleh penguasaan ilmu manajemen dan teknologi. Mereka jatuh terpuruk karena keserakahan dan cacat karakter yang dilakukan oleh para pemimpin dan pengelola perusahaan-perusahaan itu.



Belakangan, banyak buku bisnis mencoba mengangkat kualitas-kualitas terbaik dari organisasi-organisasi bisnis terbaik. Ternyata mereka menemukan bahwa peran nilai, budaya dan karakter yang dibangun di organisasi itulah sebagai ujung tombak kesuksesan mereka. Zappos.com, sebuah toko sepatu online yang berusia 10 tahun, mencengangkan dunia bisnis online karena diakuisisi oleh Amazon.com senilai hampir 1 miliar dollar. Kenapa Amazon kepincut dengan Zappos? Bukankah Amazon secara teknologi dan kemampuan lebih kuat dibandingkan Zappos? Amazon tertarik dengan Zappos karena budaya pelayanan dan karakter yang dibangun oleh Zappos yang dikomandani oleh Tony Hsieh yang inspiratif itu.



Karakter, inilah nilai-nilai yang dibangun dan dicontohkan oleh Rasulullah sejak berabad-abad lalu. Sebagai muslim, kita sering terpukau dengan ilmu-ilmu dari barat yang jika ditelurusi ternyata sudah dipraktekkan oleh Rasul namun kurang kita pahami dengan baik.



Apa saja nilai warisan dari Rasul yang bisa kita tiru sebagai pengikutnya? Sebagaimana kita ketahui, Rasullullah Muhammad SAW. adalah seorang pebisnis sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 25 tahun, mulai dari ussia 15 sampai 40 tahun. Sementara masa kerasulan beliau hanya 23 tahun.



Beliau menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga. Kejujuran (As Siddiqh) dan kepercayaan (Al Amin) menjadi prinsip utamanya dalam berbisnis. Beliau juga seorang yang cerdas (Fathonah) dengan memiliki pikiran visioner, kreatif, dan inovatif. Rasulullah juga pintar dalam mempromosikan diri dan bisnisnya (Tabligh). Istilah sekarang adalah pemasaran atau marketing.



Keempat kualitas pribadi ini menyatu dalam diri beliau menjadi karakter yang kuat dan melekatlah personal branding "Al Amin" yang kemudian menjadi semacam "jaminan mutu" terhadap siapa saja yang ingin berbisnis dan bertransakti dengan beliau. Maka, terbukalah kesempatan baginya untuk berbisnis tanpa modal alias dengan menjalankan modal orang lain.



Rasululah menjalankan kerja sama dengan sistem upah maupun bagi hasil (mudharabah) dengan Siti Khadijah, seorang pengusaha wanita yang kaya. Kadang-kadang dalam kontraknya Muhammad sebagai pengelola (mudharib) dan Khadijah sebagai sleeping partner(shahibul maal) dan sama-sama berbagi atas keuntungan maupun kerugian. Terkadang pula Muhammad menjadi pebisnis yang digaji/medapatkan upah untuk mengelola barang dagangan Khadijah. Diantaranya Khadijah pernah mempercayakan kepadanya modal untuk bertolak ke Syiria.



Dalam sebuah pengajian, KH Abdullah Gymnastiar pernah berkisah bahwa kejujuran adalah sesuatu barang langka di dunia bisnis saat ini. Maka, ketika muncul seorang pebisnis dengan citra kejujuran di dalam dirinya, niscaya ia akan menjadi "wealth attractor". Para mitra akan senang berbisnis dengannya, supplier akan mendahulukan pesanannya, pelanggan pasti tidak tertipu dengan janji-janji yang diberikannya, karyawan pun tentu akan lebih loyal kepadanya.



Seorang kerabat saya beberapa bulan lalu kehilangan 3 buah ruko berikut isinya hangus terbakar api. Miliaran rupiah jerih payahnya selama bertahun-tahun hancur dalam sekejap. Secara hitungan bisnis, ia sudah tamat. Sulit untuk bangkit lagi. Tapi kenyataan berbicara lain. Dalam waktu tidak lama bisnisnya bangkit lagi dan bahkan melebihi besaran bisnis sebelum terbakar. Kenapa? Karena mitra suppliernya mendukungnya dengan sepenuh hati agar bisnisnya bangkit kembali. Mereka memberikan barang dagangan tanpa perlu pembayaran dan jaminan apa pun. Reputasinya yang baik dan kejujurannya telah menyelamatkannya dan membangkitkan bisnisnya kembali. Itulah contoh dari teladan Rasulullah yang telah dibuktikan keberhasilannya.



Selain jujur, Rasulullah juga seorang pebisnis yang smart. Kecerdasan beliau berbisnis juga sangat diakui. Beliau pernah menjual barang dagangan dan meraih keuntungan dua kali lipat dibanding pebisnis-pebisnis yang lain. Ketika Khadijah mendapatinya dengan keuntungan yang sangat besar yang belum pernah diraih siapapun sebelumnya maka Khadijah memberikan keuntungan yang lebih besar daripada yang telah mereka berdua sepakati sebelumnya.



Dari uraian di atas tergambar bahwa Rasulullah adalah seorang pelaku bisnis yang sangat sukses di jamannya. Ada dua prinsip utama yang patut diteladani oleh kita sebagai ummatnya dalam berbisnis. Pertama, uang ternyata bukanlah modal utama dalam berbisnis. Bisnis bisa dilakukan tanpa modal uang sama sekali. Personal branding beliau yang dikenal sebagai "Al Amin" atau dapat dipercaya adalah pengungkit utama kesuksesan bisnisnya.



Kedua, kecerdasan berbisnis atau kompetensi sangat diperlukan dalam mengembangkan bisnis. Modal uang tanpa kecerdasan bisnis tidak ada artinya. Seluk beluk aktivitas bisnis harus dikuasai dengan baik.Rasulullah mengetahui seluk beluk berbisnis sejak dini ketika magang bersama pamannya. Beliau mengetahui di mana pasar yang membutuhkan produknya dan di mana sumber-sumber produk tersebut untuk dijual.



Beliau mengetahui bahwa untuk menjalankan bisnis yang sukses dan berkelanjutan harus ditempuh dengan cara-cara yang baik pula. Teladan ini semakin selaras dengan temuan-temuan mutakhir teori ekonomi dan bisnis modern. Teori-teori itu semakin mendekatkan kepada ajaran-ajaran mulia dari Rasulullah SAW.

TDA Peduli: Santunan Ramadhan TDA Peduli 2009

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Para member TDA yang dimuliakan ALLAH SWT,

Bulan Ramadhan tahun ini TDA Peduli kembali mengadakan acara santunan untuk
anak yatim dan dhuafa. Sejak komunitas TDA berdiri acara santunan ini rutin
diadakan setiap bulan Ramadhan tiap tahunnya, dan kali ini acara akan digelar
bekerjasama dengan TDA Bekasi.

Tahun ini, jadilah member TDA yang
berperan aktif dalam kegiatan santunan ini. Jadikan Ramadhan sebagai moment
untuk kita berbagi bersama saudara2 kita yang kurang mampu. Salurkan infaq anda
melalui paket2 bingkisan yang disediakan oleh panitia.

InsyaALLAH, acara Santunan Ramadhan TDA Peduli ini akan diadakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 13 September 2009
Tempat : Islamic Center Bekasi atau Wisma Haji Bekasi (masih dalam konfirmasi)
Waktu : 15.30 WIB – selesai

Acara :
1. Silaturahim antara member TDA dengan para Mustahik (penerima santunan)
2. Tausyiyah oleh Ustadz Rochimi (www.wisatahati.com)
3. Buka puasa bersama member TDA, manajemen dan penasehat2 TDA
4. Pembagian santunan kepada anak2 yatim

Biaya :
- Paket Rp. 150.000,- jika ingin turut serta berbagi kepada anak yatim
- Rp. 50.000,- jika hanya ingin turut serta dalam konsumsi
- Dipersilahkan jika hanya ingin menyumbang tanpa ikut serta dalam acara

Rincian paket Rp. 150.000,- :
1. Membeli Ta'jil untuk buka puasa 2 paket
(1 untuk mustahik
dan 1 untuk pemberi sumbangan)
2. Alokasi untuk bingkisan atau uang kepada masing-masing anak tsb.

Bagi yang ingin ambil paket bisa disampaikan di lokasi atau via transfer ke
rekening panitia pelaksana dan mencantumkan subject "Santunan Ramadhan
Bersama TDA 2009" :

1. BCA KCP Ciputat, No
Rek : 6760151775 a/n: Yulinawati
2. Bank MANDIRI KCP Jl. Sunda, Jakpus, No.Rek: 103 000 4649857, a/n : Anita
Yuniar

Untuk mempermudah
dalam mengidentifikasikan pemberi santunan mohon transfer menyertakan 3 angka
No. HP dan mengirimkan
konfirmasi kepada Panitia dengan SMS ke No. Telepon
08111065506 atau email : irwan_subik@yahoo.com.sg. Untuk pendaftaran Pemberi Santunan mohon tambahkan daftar dibawah ini.

1. Dewanto
Purnomo, 08158810699, 3 Paket
2. Imansyah Sutrisno, 081513012704, 10 Paket
3. Irwan Subik dan MM2, 08161989291, 3 paket
4. Andriyadi,
02195903044, 2 Paket

Contact Person untuk acara ini :
- Bapak Adang Hidayat (0811175921)
- Bapak Dewanto Purnomo (08176031975)
- Bapak Irwan Subik (08161989291)
- Bapak Eko Junaedi (0816102452)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Ketua Panitia
Dewanto Purnomo

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari
hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari
bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu
nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan
dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji."

(Quran Surah Al Baqarah, ayat 267)

Indonesia Kreatif Versi Saya

Tanpa persiapan, tadi malam saya tampil sebagai salah satu nara sumber diskusi Sosialisasi Program Digital Indonesia Kreatif karena diundang oleh Mas Enda Nasution yang dikenal sebagai "Bapak Blogger Indonesia" itu.

"Mas Roni bicara saja dari sisi pelaku dan pengguna jasa kreatif", jelas Mas Enda sehari sebelum acara.

Sip. Kalau itu saya bisa.



Dan ternyata, yang hadir di Resto Es Teler 77 Blok M itu adalah para maestro dan pelaku-pelaku industri kreatif di bidang digital yang sudah malang melintang di dunianya. Salah satu yang kemudian berdiskusi dengan saya adalah Mas Eka Ginting dari Indo.com yang cukup fenomenal itu.



Acara dibuka dengan presentasi dari Mbak Dewi mewakili konsultan Departemen Perdagangan yang membuka mata saya tentang keberadaan industri kreatif dan perannya di dalam perekononomian Indonesia.



Industri fesyen, di mana saya berada di dalamnya, ternyata adalah sebagai kontributor terbesar dari 6,3 persen kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Indonesia, bersama industri handycraft. Saya cukup bangga dengan angka ini.



Mas Enda, menyampaikan tentang bakal hadirnya 5 portal sebagai hub industri kreatif Indonesia. Portal-portal tersebut nantinya akan berperan sebagai marketplace dan showcase industri kreatif Indonesia.



Saya sebagai pelaku dan pengguna jasa kreatif, menyambut positif dan berharap portal ini akan memudahkan saya misalnya ketika mencari SDM handal di bidang kreatif nantinya.



Sebagai pembicara ketiga, saya lebih banyak bercerita tentang pengalaman dan temuan-temuan di lapangan terkait dengan industri kreatif ini.



Saya mengatakan bahwa industri kreatif hendaknya juga kreatif di bidang marketing dan proses bisnisnya. Membuat produk adalah satu hal, menjual dan mengelola bisnis adalah hal lain.



Di lapangan saya menemukan insan-insan kreatif yang sangat berdedikasi dengan dunianya tapi tidak mampu menjual produknya. Produknya terlalu canggih, terlalu hebat sehingga sulit diterima oleh pasar. Sebagi pengguna jasa kreatif, saya membutuhkan SDM yang mampu berkreasi dan juga bisa membaca pasar dan menghitung biaya dan pengelolaan proses bisnisnya. Itulah yang dibutuhkan pasar.



Saya juga bercerita mengenai produk saya, Manet Busana Muslim yang diterima dengan baik di negeri jiran, Malaysia. Mereka begitu antusias dengan brand Manet karena dari awal memang saya sadari pentingnya hal ini.



Dengan brand dan image yang kuat ditambah kemampuan mengelola proses bisnis dengan mumpuni, saya industri kreatif Indonesia akan mampu menaklukkan pasar regional.



"Mari kita invasi pasar Malaysia dengan industri kreatif, bukan hanya dengan mengirim TKW yang nilai tambah ekonominya sangat sedikit", seru saya dengan bersemangat yang disambut tepukan tangan hadirin.



Persoalan permodalan juga menjadi kendala industri kreatif karena Bank Indonesia belum punya skim untuk ini karena alasan tidak adanya kolateral. Ide menggunakan modal ventura dan angel investor dilontarkan, meskipun tidak mudah pelaksanaannya.



Saya mengusulkan sebuah ide yang out of the box yang saya dapatkan dari Malaysia. Pemerintah Malaysia memberi insentif pinjaman bagi siapa pun yang mau memulai bisnis. Pinjaman itu nanti dilunasi setelah bisnisnya sukses. Kenapa Indonesia tidak meniru ini. Persoalan rate of success-nya yang rendah menurut saya hanyalah numbers game. Dari 5 bisnis yang dimodali, pastilah ada 1 yang akan sukses dan menjadi the next Google. Ini butuh keberanian, intuisi dan komitmen dari pemerintah.



Meski sebagian besar hadirin pesimis dengan komitmen pemerintah di lapangan, saya tetap optimis.



"With or without pemerintah, industri kreatif Indonesia akan terus bertumbuh, karena ini adalah passion dan hidup kita", kata saya yang disambut tepukan tangan hadirin.



"Mari kita manfaatkan peran pemerintah sebagai akselerator. Ibarat berjalan di tangga berjalan, tentu sampainya akan lebih cepat", tutur saya sebagai closing speech.



Semoga industri kreatif Indonesia bisa memberi kontribusi signifikan ke depannya. Saya optimis, karena melihat banyaknya SDM kreatif di Indonesia saat ini.



Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,



Roni, www.roniyuzirman.com, www.manetvision.com, www.twitter.com/roniyuzirman

9 + 1 Nasehat Jay Abraham untuk Bisnis Pemula

Rasanya saya nggak perlu cerita lagi siapa itu Jay Abraham, googling aja. Pokoknya dia orang hebat di dunia bisnis dan marketing. Saran saya, apa pun yang disarankannya, sebaiknya dengarkan dan praktekkan saja. No question.

Ini saya temukan beberapa nasehatnya yang berguna untuk bisnis pemula. Namun nampaknya juga berguna bagi yang sudah mapan berbisnis sekedar mengingatkan kembali.

1. Anda harus mengembangkan kemampuan untuk melihat kebutuhan dan keinginan konsumen

2. Anda harus menemukan kesenjangan di dalam pasar (market gap), antara permintaan dan persediaan.

3. Anda harus segera memulai

4. Anda harus memulainya dari yang kecil

5. Anda harus menetapkan harga yang cukup untuk menutupi biaya-biaya operasioal dan menyisakan laba operasi yang cukup untuk bertahan dan bertumbuh

6. Anda harus jujur dan menjaga integritas. Selalu. Di dalam semua perjanjian dan transaksi

7. Anda harus mendapatkan dan membuat pelanggan kembali, lagi, lagi dan lagi....

8. Anda harus menetapkan filosofi bisnis yang berkomitmen kepada kualitas dan layanan tingkat tinggi

9. Anda harus menginvestasikan kembali uang yang diperoleh untuk pertumbuhan perusahaan

10. Anda harus melaksanakan semua nasehat ini. (Hehehe. Kalau ini nasehat dari saya - Roni)

Selamat memulai bisnis!

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni,
www.manetvision.com
www.twitter.com/roniyuzirman

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO