Toyota Prius dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan






Ketika email undangan menghadiri peluncuran sekaligus test drive Toyota Prius itu datang, dengan segera saya iyakan.


Kenapa?


Kendaraan berteknologi hybrid ini sudah sejak lama membuat saya penasaran. Ia dibicarakan di mana-mana sejak lama, sedangkan saya sendiri belum tahu seperti apa sesungguhnya "mahluk" mobil hybrid itu. Apalagi mencobanya. Bahkan, terus terang, teknologi hybrid itu seperti apa sesungguhnya, saya pun belum mengerti.


Di arena pameran Indonesia International Motor Show Sabtu lalu, saya mendapat kesempatan berharga ini Sabtu bersama para blogger yang diundang khusus oleh Toyota.


Misteri itu akhirnya terkuak. Saya dapat merasakan mengendarai sendiri Toyota Prius yang selama ini menjadi tanda tanya di benak saya.


Kepada kami dijelaskan bahwa Toyota Prius ini mengusung hybrid system dengan kekuatan utama: efisiensi bahan bakar minyak, emisi (gas buang) rendah, tenaga (performa) besar dan begitu senyap ketika dikendarai.


Itu betul. Ketika saya mencobanya di kecepatan di bawah 30 km per jam, suaranya nyaris tak terdengar. Hanya suara gelinding suara ban saja yang terdengar ketika melindas jalan yang tak mulus. Bagi yang belum terbiasa, ini jelas membingungkan. Apakah mesinnya mati?


Pada saat kecepatan di atas 30 km per jam, mesin akan otomatis menggunakan bensin. Cocok sekali dengan kondisi jalan Jakarta yang jarang tidak macetnya. Logikanya, saat macet dan kendaraan terhenti, buat apa pakai bensin? Pakai listrik aja. Tak pelak, dengan teknologi ini dapat menghemat bensin sampai 28 km untuk satu liter saja! Woow...


Interesting...


Beberapa fakta yang "akhirnya" terkuak dan saya ketahui tentang Toyota Prius ini:


- Ternyata Toyota Prius ini diluncurkan sejak tahun 1997 di Jepang. Sudah lama juga ya. Kok saya baru 'ngeh sekarang?


- Sejak tahun 2000 dimulailah penjualan di luar negeri meliputi Amerika Utara dan Eropa. Ooo, itulah makanya sebagian besar kita tidak akrab dengan mobil ini. Memang negeri kita ini belum menjadi target strategis Toyota saat itu.


- Tahun 2003, generasi kedua lahir yang dilengkapi dengan Hybrid Synergy Drive dengan penekanan pada kemampuan yang ramah lingkungan sekaligus performa berkendara.


- Tahun 2008 lahirlah generasi ketiga yang saat ini diluncurkan di Jakarta.


Prestasi penjualan pun cukup mengesankan. Sejak tahun 1997 sampai 2008, Toyota Prius termasuk "the most selling hybrid car in the world". Di Jepang sendiri saat ini permintaannya telah mencapai 180.000 unit.


Di Indonesia, Toyota Prius bisa digunakan dengan bahan bakar Pertamax Plus, Shell Super Extra atau Petronas Primax 95.


Kepada saya pihak Toyota juga menjelaskan bahwa tahun 2020 nanti seluruh produk Toyota akan ada varian hybridnya. Ini adalah komitmen Toyota untuk lingkungan dan sekaligus antisipasi gejolak harga dan kelangkaan minyak di tahun-tahun mendatang.


Kepedulian lingkungan memang membutuhkan komitmen, keseriusan dan tindakan nyata. Toyota sudah melakukannya dan bukan semata untuk tujuan bisnis, menurut saya. Ini adalah komitmen untuk masa depan dunia dan anak-anak kita nantinya. Agar mereka dapat menikmati bumi yang bersih, sehat dan nyaman untuk ditinggali.


Pilihan gaya hidup dan yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan anak cucu kita kelak.


Saya pribadi mendukung apa pun upaya dan gerakan peduli lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat, pemerinta atau pihak swasta. Isu ini jauh lebih penting ketimbang perang, terorisme dan liberalisasi ekonomi.


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Termasuk Pemimpin Tipe Apakah Anda? (Dari Roni's Book and Learning Club Ke 3)

Ini oleh-oleh dari Roni's Book and Learning Club Ke 3, yang diadakan di kediaman saya hari Sabtu 18 Juli lalu.

Selalu ada yang menarik di setiap pertemuan.


Kali ini yang datang banyak peserta baru. Tentu saja saya excited dengan apa yang bakal mereka sharing.


Pak Leo adalah salah satunya. Ia membawa buku yang sebenarnya sudah lama saya timbang-timbang untuk masuk ke dalam rak perpustakaan pribadi saya.


Saat mengunjungi Pesta Buku Jakarta beberapa waktu lalu, saya sempat mencuri dengar dua orang tengah memperbincangkan dan memuji buku ini di stand Gramedia.


Tapi kok, saya masih belum tergerak untuk membelinya.


Mungkin karena penulisnya, Paulus Bambang WS, belum begitu saya kenal. Padahal saya suka membaca tulisannya di SWA. Tapi masih belum tergerak hati saya untuk membelinya.


Mungkin juga karena di rak buku saya sudah berderet buku-buku mengenai leadership dari John Maxwell, Robin Sharma dan Kubik Leadership yang isinya belum banyak dipraktekkan. Sehingga buku ini tidak begitu saya indahkan keberadaannya.


Pak Leo yang saya beri kesempatan pertama untuk sharing buku membuka pembahasan kenapa ia memilih buku berjudul Lead To Bless Leader ini. Pengusaha di bidang percetakan ini mengungkapkan bahwa ia begitu terpukau dengan paparan dari sang penulis ketika ia menghadiri seminar bulanan yang diadakan oleh Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) DKI Jaya.


Oke lah. Silakan bahas buku itu, pinta saya memberikan kesempatan pertama kepadanya. Kalau menarik, saya akan beli buku ini.


Ternyata, dugaan saya benar. Buku ini begitu menarik dan beberapa poin yang disampaikan begitu mengena di hati saya. Tantangan bisnis saya saat ini adalah soal ini, saat perusahaan sedang berbenah dan terus bertumbuh.


Penulis ini mengungkapkan 7 tipe pemimpin yang disebutnya The Heart of The Leader, yaitu:


1. Pemimpin tipe penjajah.


2. Pemimpin tipe penyamun


3. Pemimpin tipe pengawas


4. Pemimpin tipe petani


5. Pemimpin tipe penggembala


6. Pemimpin tipe pelayan


7. Pemimpin tipe parent/ayah


Termasuk yang mana tipe kepemimpinan saya? Saya sih berkeinginan untuk menjadi pemimpin tipe parent/ayah yang membimbing anak-anaknya dengan cita kasih tanpa reserve. Seorang ayah yang ingin anak-anaknya maju bahkan melebihi dirinya. Seorang ayah yang tidak takut kalau anaknya lebih hebat dari dirinya kelak.


Sosok William Soeryajayya adalah tipe pemimpin parent, menurut penulis yang lama menimba ilmu dan pengalaman di perusahaan beliau. Ia memperlakukan para karyawannya seperti anak-anaknya sendiri. Tak heran jika grup Astra telah melahirkan para pemimpin unggul seperti TP. Rachmat dan penulis sendiri.


Momen paling menggetarkan adalah ketika Astra terbelit masalah pelik dan diincar oleh banyak pihak. Oom Willliam, demikian ia akrab dipanggil, mengambil keputusan untuk keluar dari perusahaan yang didirikannya demi menyelamatkan perusahaan dan "anak-anaknya". Biarlah saya keluar agar perusahaan selamat, demikian ia beralasan.


Buku ini sendiri belum saya baca dan masih menunggu kiriman dari salah satu toko buku online. Paling tidak, dengan pendekatan ini saya bisa bercermin diri di mana posisi saya sekarang dan ke mana saya menuju.


Saya mengharamkan diri saya masuk dalam 3 tipe pertama dan minimal saya harus berada di tipe ke 4 ke atas. Insya Allah.


Bagaimana dengan anda?


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

TDA dan EU Berkolaborasi di Bekasi, Pertama dalam Sejarah

Pertama dalam sejarah... Kolaborasi antara TDA dan EU (Enterpreneur University)


Jadilah saksi dalam acara fenomenal ini..!!! Acara yang akan di selenggarakan oleh TDA Bekasi akan menampilkan suhu-suhu dalam 2 komunitas otak kanan...

Buktikan!!!
Jadi Pengusaha itu Gampang!!!

"Kolaborasi para penyebar virus Enterpreneur"

Pembicara dalam Seminar ini adalah:

1. Purdi E. Chandra
Seorang sosok pengusaha yang  sangat terkenal ini adalah pemilik Lembaga Pendidikan Primagama. Selain menjadi pebisnis, beliau juga sering diundang menjadi pembicara dalam berbagai seminar. Penulis buku "Cara Gila Jadi Pengusaha" ini akan membakar semangat kita untuk segera ACTION dengan langkah-langkah yang sangat mudah untuk ditiru.

2. Roni Yuzirman
Pendiri Komunitas Tangan Diatas ini adalah pemilik Manet Busana Muslim yang memanfaatkan internet dan bekerja dari rumah. Ilmu-ilmunya sering menjadi acuan dan bahan belajar bagi anggota TDA. Beliau juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai macam seminar.

3.
Sonny Sofjan
Dengan slogan "Cara Aman Pensiun Dini Pensiun Kaya", kita akan dibawa ke dalam alam enterpreneur dengan gampang. Beliau mundur dari jabatan penting dalam suatu perusahaan ternama, dan memilih dunia enterpreneur hanya untuk melihat perkembangan anak setiap saat. Dengan kerja keras dan trik-trik tertentu, beliau sukses dalam berbagai macam usaha. Simak trik yang akan mengubah mindset kita

4. Valentino Dinsi
"Jangan Mau Seumur Hidup jadi Orang Gajian". Hal ini dibuktikan sendiri oleh
Penulis buku ini. Mantan Eksekutif muda ini berani untuk keluar dari salah
satu jabatan penting di sebuah perusahaan yang sangat terkenal. Terbukti,
beliau sudah mencetak banyak pengusaha dengan teknik-teknik yang sangat luar
biasa.

*Acara ini akan diadakan pada:
Hari Minggu tanggal 02 Agustus 2009 Jam 08.30 WIB
bertempat di Islamic Center Bekasi (Seberang Bekasi Cyber Park)
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 22 Bekasi
*

*INVESTASI:*

*Cukup dengan Rp.125.000,- per orang*, Anda bisa ikut dalam acara dahsyat
ini.

*CARA PENDAFTARAN:*

1. Daftarkan diri Anda melaui email ke irfanzj@gmail.com atau SMS ke
0812-9227219 dengan menyebutkan nama, jenis kelamin, email

2. Segeralah lakukan pembayaran disertai nomor unik 3 angka terakhir HP
Anda. Misalkan: Pembayaran untuk 1 orang Rp.125.000 dan nomor HP peserta
0812-1230012. Nilai yang ditransfer adalah Rp.125.012. Tujuan transfer ke
salah satu rekening dibawah ini:

*BCA: 740-0276832*

*MANDIRI: 129-00-0642861-5*

**

*atas nama: IRFAN*

3. Lakukan konfirmasi pendaftaran melalui SMS ke 0812-9227219 dengan
menyebutkan: NamaPeserta#NamaBankTujuan#Tgl#JumlahTransfer#Email

4. Peserta yang akan dimasukkan kedalam List Peserta adalah yang sudah
melakukan konfirmasi pembayaran dan dananya sudah masuk ke Rekening Panitia
(tanggal efektif pembayaran sesuai yang tercetak di Rekening bank Panitia).

*FASILITAS :*

- Seminar di ruang AC

- Makan siang

- Seminar Kit

- Doorprize

- Jaringan untuk usaha

- Ilmu dari Pembicara-pembicara hebat

Dan, Dapatkan *hadiah utama* yang akan diundi dalam acara ini... Sebuah *Paket
Usaha, Gratis* yang siap untuk dimulai dan akan menjadikan Anda seorang
Enterpreneur....

Informasi lebih lanjut, hubungi :

**

*Hp. 0812-9227219 (Irfan)
*

*021-94021645 (Didin)*

*Email: irfanzj@gmail.com*

*FB: http://www.facebook.com/irfanzj*

*BERITA HEBOH:*

*Khusus untuk 100 orang pendaftar pertama, Anda hanya perlu membayar
Rp.100.000,-
(seratus ribu rupiah) saja. Jadi, jangan buang waktu lagi... Segeralah
mendaftar dan mengkonfirmasikan pembayaran Anda. Peserta yang ke 101 dan
seterusnya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp.125.000,- (seratus
lima puluh ribu). PESERTA TERBATAS...*

**

*Tersedia paket sponsor dan stand Pameran, segera hubungi** 021-94021645
(Didin)** !*

**

*MAU ILMU BISNIS* *dan* *PAKET USAHA GRATIS? **Hadirilah acara ini....*

**

Wassalam.

Irfan Zj (Div. Edukasi dan Event TDA Bekasi)

Tidak Bisa Hadir, Tapi Hati Saya Bersama TDA Malang (Catatan utk Milad 2 TDA Malang)

Ada dua hal yang membuat hati saya gundah mengenai TDA belakangan ini. Pertama, saya tidak bisa hadir di Milad 2 TDA Joglo. Yang kedua, saya juga tidak bisa hadir di Milad 2 TDA Malang. Malang sekali nasib saya ya...

Alasan saya sebenarnya domestik dan tidak penting. Tapi, saya harus akui alasan ini memberatkan langkah saya untuk terbang ke sana. Pertama, istri saya baru melahirkan. Usia Vino baru 3 bulan, dan berbeda dari kakaknya, Vito, ia kuat sekali menyusunya. Dokter mengatakan berat badannya sudah mencapai batas atas untuk bayi seusianya.


Perbedaan usianya dengan kakaknya sangat dekat, cuma satu setengah tahun. Vito sang kakak tentu belum paham bagaimana harus berbagi dan tidak cemburu. Maka, tugas sayalah yang menutupi kecemburuan itu, sebagai penyeimbang hilangnya perhatian mamanya kepada Vito. Memandikan di pagi dan sore hari adalah salah satu ritual yang menyenangkan yang saya nikmati bersama Vito.


Kedua, ujian bertambah lagi bagi keluarga kami. Salah satu asisten di rumah mengundurkan diri karena ingin mempersiapkan perkawinannya di kampung. Kerepotan, tentu menjadi bertambah dan itu membuat saya semakin tidak berkutik untuk minta ijin meninggalkan keluarga barang sehari dua hari untuk menghadiri Milad TDA Malang.


Meski begitu, saya bersyukur dengan adanya organisasi TDA Management yang salah satu fungsinya adalah saling mengisi kelemahan pengurus satu sama lain. Alhamdulillah, Pak Agus Ali bersedia meluangkan waktu untuk hadir di Malang. Pak Agus salah satu founder dan anggota TDA Board of Director yang komitmen dan kontribusinya terhadap TDA tidak diragukan lagi.


Meski begitu, pikiran dan hati saya tetap melayang ke Malang. Kehadiran saya di Milad pertama tahun lalu begitu berkesan. Persahabatan dan rasa persaudaraan yang tinggi di antara sesama member di sana begitu mengesankan saya. Saya dan Pak Iim yang hadir ketika itu merasa "feel at home" di sana.


Ingin rasanya mengulang langkah ke sana, sekaligus menikmati kota Batu yang dingin dan legendaris itu. Ingin rasanya saya menyalahkan Pak Iim yang buru-buru ingin pulang sehingga kami hanya menginap semalam di sana, tanpa menikmati Malang lebih jauh.


Perkenalan saya dengan TDA Malang dimulai saat Milad 2 TDA tahun 2008 lalu. Ketika itu beberapa anggota dari TDA Malang berbicara dengan saya dengan antusiasme tinggi ingin membesarkan TDA Malang. Terus terang, saya lupa dengan apa yang kami bicarakan. Tapi yang saya ingat adalah bahasa tubuh dan energi dari Bu Dyah dan Pak Tito cs yang membuat saya yakin dan optimis dengan masa depan TDA Malang.


Feeling saya itu benar belaka. Figur-figur pegiat TDA Malang adalah mereka-mereka yang akfif, berdedikasi tinggi dan kreatif. Itu dibuktikan pada penyelenggaraan Milad pertama tahun lalu. Acara dihadiri hampir 100 orang, tidak kalah dengan TDA Pusat yang dihadiri 175 orang di Milad pertamanya. Salah satu kreativitas yang kemudian diadopsi oleh TDA Pusat adalah pembuatan buku business directory member TDA. Itu adalah "oleh-oleh" yang saya bawa dari Malang.


Visi, misi, nilai dan budaya TDA dapat saya lihat dari cara penyelenggaraan kegiatan, dalam interaksi sesama member baik secara offline maupun online di milis.


Saya yakin, banyak hal baru yang akan dihadirkan di Milad nanti. Saya harap Milad nanti di samping sukses dalam penyelenggaraan juga menginspirasi TDA wilayah lain untuk berbuat yang lebih baik lagi.


Bagi yang belum mendaftar, sebaiknya dipercepat pengambilan keputusan anda untuk menghadiri acara yang mungkin akan mengubah cara berpikir, tindakan dan sekaligus "jalan hidup anda".


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Founder Komunitas TDA


----------------------
Pastikan Anda sudah terdaftar dalam Festival Entrepreneur Malang 2009 dalam Pesta Milad 2 TDA NGalam.
Pada...
Minggu, 2 Agustus 2009
di Taman Indie Resto Golf Kota Araya Malang
mulai pk 08:oo ~ sepanjang hari


Info Pendaftaran...
klik - http://milad.tdangalam.com/pendaftaran/

Tersedia 3 Ticket Box & Online Registration.

Manfaatkan juga kesempatan Member gets Member(s)...
klik - http://milad.tdangalam.com/about/#COMBO

Semua perihal acara akbar ini, silakan cek di...
http://milad.tdangalam.com/

atau jika ada pertanyaan lain...
mail to: milad[at]tdangalam.com (japri)

*Reply email ke milis ini tidak ditanggapi*


Siapa saja Narasumber yang hadir?
1. Cak Man <http://www.bakso-cakman.com/>, Owner & Franchisor 'Bakso Malang Kota Cak Man' yg kini hampir menembus 100 outlet.

2. Nukman Lutfie <http://www.virtual.co.id/blog/>, Bapak Online Strategist yg masuk jajaran Internet Marketer Top Indonesia dengan pengalaman membesarkan portal detik.com, PT Telkom, Majalah SWA, Toyota Astra, AGRAKOM dll.

3. Zainal Abidin <http://www.ZainalAbidin.net/>, Teroris Mental (Mental Block Breaker) yg belum lama launching buku yg ke 92: "Monyet Aja Bisa".

4. Fauzi Rachmanto <http://FauziRachmanto.blogspot.com/>, Praktisi IT yg merupakan GURU TDA.

5. Guess Star, Seorang pembicara, trainer, inspirator, dan penulis 3 buku Best Seller. Beliau dikenal dengan sebutan Inspirator Sukses Mulia. Siapa Dia? Temui langsung di Pesta Milad 2 TDA NGalam nanti.

Semua itu masih ditambah berbagai bonus langsung untuk setiap peeserta.
So, nggak pake lama-lama, langsung aja menuju ... http://milad.tdangalam.com/pendaftaran/

"Membangun Visi, Menembus Imajinasi"

Salam FUNtastic!
Project Team Milad 2TDA-NGalam
http://milad.tdangalam.com/

Hotline: (No SMS)
Dyah (Mlg) - 0858.55.5678.78
Faizal (Mlg) - 0857.49.639.669
Tito (Mlg) - 0816.55.2525
Ade Aan Wirama (Jkt) - 081.118.708.31

Undangan: Roni's Book and Learning Club Ke 3, Sabtu 18 Juli 2009

Untuk kali ketiga, Roni's Book and Learning Club (RBLC) hadir kembali dan pengundang teman-teman para pencinta buku, untuk hadir berpartisipasi dalam acara yang insya Allah akan diadakan pada:

Hari: Sabtu, 18 Juli 2009 jam 09.00 sampai selesai


Tempat: Kediaman saya (alamat dan peta lokasi menyusul via email)


Bagi yang ingin hadir, harap mengirimkan email pendaftaran ke saya di roniyuzirman(at)gmail.com dengan format: Nama, alamat, nomor HP dan judul buku yang akan dipresentasikan. Subject email: RBLC 3. Konsep dari acara ini adalah berbagi. Masing-masing hadirin wajib mempresentasikan buku yang telah dibacanya kepada yang lain.


Setelah mengirim email, harap tunggu konfirmasi dari saya. Saya memprioritaskan peserta yang telah hadir dalam pertemuan sebelumnya. Jumlah peserta dibatasi sampai 15 orang saja. Pembatalan harap dilakukan maksimal 3 hari sebelum acara agar saya bisa memberi kesempatan kepada teman-teman yang waiting list.


Setiap awal acara selalu dimulai dengan diskusi kecil terkait dengan buku. Dalam pertemuan lalu diperbincangkan bagaimana pengalaman masing-masing peserta dalam mengakrabi buku saja kecil, serta bagaimana buku mempengaruhi kehidupannya sampai sekarang.


Dalam pertemuan kali ini saya ingin mendiskusikan bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini. Teman-teman pun bisa mengusulkan topik lain yang menarik untuk didiskusikan.


Klub atau forum ini adalah untuk para pencinta buku, mereka-mereka selalu haus belajar segala aspek kehidupan dari bacaan yang kemudian mentransformasi diri mereka ke arah yang lebih baik.


Saya setuju dengan tema pada Pesta Buku Jakarta lalu: Book is My Lifestyle (kaosnya keren, saya pakai). Membaca buku adalah sebuah gaya hidup yang keren saat ini. Lihatlah para pembaca buku tidak lagi malu-malu disebut kaum nerd yang kaku, berbaju formal dan berkaca mata tebal. Sekarang para pembaca buku adalah mereka-mereka yang stylish, gaul dan juga nongkrong di Starbucks sambil asyik menekuni buku tebal.


Dari kesimpulan saya dalam pertemuan bulan lalu, ternyata ada benang merah dan kesamaan dari yang hadir. Mereka, penggila buku, bukanlah orang-orang yang pasif dan asyik duduk menyendiri dengan bacaannya. Mereka adalah juga para aktivis handal di lingkungannya yang digerakkan oleh buku-buku yang dibacanya. Mereka aktif di LSM, organisasi keagamaan, pendidikan anak, pemberdayaan masyarakat, dunia kewirausahaan (seperti saya) dan sebagainya. Ini menandakan bahwa buku telah mampu menggerakkan mereka untuk berkontribusi positif bagi masyarakatnya.


So, jangan ketinggalan kesempatan ini. Bergabunglah dengan RBLC. Kita ubah dunia dengan buku!


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Foto: RBLC ke-1 by Didi Diarsa

Ooops! Maju Terus Pak Hadi!

Selain membacai blog yang berisi berita-berita gembira member TDA, saya juga menemukan berita tidak gembira dari Pak Hadi Kuntoro di blognya. Saya tertegun membaca ceritanya yang panjang lebar dan menyentuh. Saya turut prihatin terhadap kejadian ini. It could be happen to anyone. Masalah hukum, adalah salah satu dari segitiga bisnis yang perlu dikuasai, kata Robert Kiyosaki. Dalam bukunya ia juga bercerita tentang kegagalan bisnis pertamanya, Velcro Wallet yang terbentur masalah hukum ketika produknya dicontek habis oleh sebuah perusahaan di Taiwan dengan harga jual yang membuatnya terjengkang keluar dari arena bisnis dengan hutang menumpuk.

Teringat dengan pelatihan-pelatihan dari ACTION Coach bersama TDA dulu, ada istilah yang iconic di benak saya: Ooops! Teman-teman generasi awal TDA pasti akrab dengan istilah yang kerap disampaikan oleh Bu Mutia atau Pak Pri ini. Bencana, masalah hukum, kebakaran, pencurian dan sebagainya adalah hal-hal yang masuk dalam kriteria "Ooops" itu. Kejadian yang tidak kita sangka-sangka tapi bisa membuat bisnis kita "patah" dan duduk terdiam.


Saya pun pernah mengalaminya ketika menerima "surat cinta" dari pengelola Pasar Tanah Abang yang mengultimatum kami untuk keluar dari toko dalam waktu 4 hari saja di awal tahun 2004. Itu adalah "Ooops" buat bisnis saya (belakangan ini saya syukuri sebagai blessing in disguise). Pak Haji Alay, sesepuh dan inspirator TDA saya yakin juga akrab dengan "Ooops" ini, dan itu terjadi berkali-kali.


Maksud saya, it could happen to all of us, tanpa kecuali. Yang penting, Pak Hadi, segera sadarilah, aware, di mana posisi kita saat ini. Terimalah kondisinya dengan ikhlas, seperti saran guru kita Erbe Sentanu. Dengan berikhlas, insya Allah akan dibukakan jalannya, peluang-peluang yang insya Allah lebih dahsyat lagi.


Ada istilah "The Power of Kepepet" yang saat ini dipopulerkan oleh Mas Jaya Setiabudi. Dan betul, power seperti itu memang ada dan terjadi. Dengan kepepet, otak kita otomatis berputar lebih cepat mencari solusi-solusi dan segala kemungkinannya. Suatu saat otak itu akan berhenti dan muncul bola lampu di atasnya sambil berteriak, Aha! Ini dia mungkin jalan keluarnya!


Saya suka dengan istilah "saudagar", kenapa? Karena, kata Pak Haji Alay, istilah itu merujuk kepada orang yang punya seribu akal. Saudagar itu seribu akalnya. Gak ada matinya. Itulah yang terjadi dengan beliau. Berulang kali, saya menyaksikan beliau keluar dari "lubang jarum" masalah bisnis yang amat pelik. Suatu hari beliau pernah bercerita bahwa kerugian dari 4 bisnisnya yang gagal tergantikan oleh satu bisnisnya yang sukses terakhir ini. Saya yakin Pak Hadi sudah masuk kelompok orang-orang yang punya seribu akal itu...


Pak Hadi tidak gagal, tapi cuma mengalami set back lantaran "Ooops" tadi. Lain kali lebih hati-hati dan waspada. Selalu siapkan plan B atau plan C jikalau plan A tidak berjalan baik. Saya yakin Pak Hadi sudah punya strategi mujarab itu untuk melangkah ke depan.


Tetap semangat!


Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!

Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Vitamin Jiwa di Pagi Hari

Salam kenal pak, assalamualaikum

Setuju untuk melanjutkan visi JK bersama TDA, terima kasih sudah mendirikan komunitas TDA, saya jadi kenal juga dengan buku Adam Khoo dan terutama menemukan Jamil Azzaini...terima kasih untuk tulisan-tulisan di blog bapak yang mencerahkan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan ilmu dan umur yang barokah. Salam untuk istri bapak
wassalam

Ini adalah sebuah pesan yang saya terima di inbox Facebook saya pagi ini dari seorang ibu yang terus terang belum saya kenal. Coba anda tebak, bagaimana perasaan saya ketika membaca ini?

Perasaan saya adalah: senang, terharu, bahagia, merasa berarti, merasa bahwa apa yang saya lakukan selama ini ternyata memberi manfaat bagi orang lain.

Tiba-tiba suasana hati saya di pagi ini menjadi lebih gimanaaa, gitu. Pokoknya happy deh. Mood saya jadi enak. Feeling good. Terima kasih ya bu. Anda telah membuat pagi saya lebih indah.

Saya tak memungkiri bahwa pujian atau apresiasi seperti ini menyehatkan hati saya. Apresiasi ini membuat saya jadi yakin dan bersemangat dalam melanjutkan langkah, memberi kontribusi bagi orang banyak dengan cara saya, semampu saya.

Apresiasi seperti inilah yang mampu mempertahankan saya untuk terus berjuang meski kadang lelah dan bosan mendera. Ini adalah semacam vitamin bagi jiwa saya.

Saya paham, bahwa saya tidak boleh menyandarkan harapan kepada mahluk, demikian kata guru spiritual. Niscaya kamu akan kecewa. Gantungkanlah harapan hanya kepada Sang Maha Pemberi Harapan.

Segala pujian, apresiasi atau apa pun itu hanyalah efek samping saja. Bukan tujuan utama saya dalam bertindak. Insya Allah saya konsisten dengan prinsip ini.

Tadi malam saya menonton talkshow dengan Joe Kamdani, pendiri Datascript. Seorang yang sudah sangat sepuh menjalani bisnis dan kehidupan. Kalau orang seperti itu yang bicara, ia pasti telah membuktikannya.

Ia mengutip kata-kata Winston Churchill yang terkenal, "We make a living by what we get, but we make a life by what we give", kita hidup dengan apa yang kita dapatkan (gaji, income) tapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan.

Saya juga teringat dengan kata-kata yang saya tidak tahu dari mana, tapi saya ingat betul sampai sekarang: "bukanlah yang kita miliki yang membuat kita kuat, kita menjadi kuat dengan apa yang kita berikan".

Ini adalah "teguran" bagi mereka-mereka (termasuk saya) yang levelnya masih "pamer" apa yang dia miliki seperti mobil, rumah mewah, bisnis yang besar. Itu salah, bukan itu yang membuat kita kuat, melainkan apa yang telah kita berikan.

Memberi itu jangan diartikan secara sempit, dalam bentuk materi saja. Ada banyak hal yang bisa kita berikan kepada orang lain, misalnya: ilmu, pengalaman, informasi, waktu, pikiran, inspirasi, jalan, peluang....

Yuk, kita hiasi hidup kita dengan banyak memberi. Insya Allah ini akan menjadi vitamin yang terus menyehatkan jiwa kita.

Semoga menjadi renungan kita semua. Mumpung ini hari Jumat ya...

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Dari Roni's Book and Learning Club Kedua: Kisah Cinta Aku dan Buku

Pagi ini seorang teman di Facebook bertanya tentang kegiatan bulanan di rumah saya, Roni's Book and Learning Club. Ia berminat untuk hadir dan menunggu kegiatan berikutnya.

Selain itu ia juga minta saya untuk sharing rangkuman kegiatan itu. Saya memang berniat untuk menceritakannya di blog ini, tapi masih bingung mau menulis dari angle yang mana. Soalnya semua angle menarik.


Baik, saya ambil dari angle yang satu ini saja. Dalam pertemuan terakhir saya meminta teman-teman yang hadir untuk menceritakan "kisah cinta" mereka dengan buku. Bagaimana awalnya mereka tertarik dengan buku dan apa saja pengaruh buku itu terhadap kehidupan mereka. Ternyata topik ini mengalir dengan begitu menarik dan penuh inspirasi.


Pak Didi Diarsa sejak kecil begitu terobesi dengan buku. Beruntung ia adalah anak kepala sekolah, sehingga ia mendapat priviledge membacai buku-buku sebelum masuk di rak perpustakaan sekolah.


Hidupnya diwarnai oleh bacaan-bacaan yang membawanya bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia yang juga pembaca buku. "Rata-rata mereka punya buku di atas 10.000 di perpustakaan pribadinya", ungkapnya. Itulah yang menjadi obsesinya dengan terus melengkapi koleksi bukunya yang saat ini sudah mencapai 3.000-an.


Berkat inspirasi dari buku pulalah ia akhirnya meraih impian berkeliling Eropa. Mirip ceritanya Andrea Hirata dalam Sang Pemimpi dan Edensor.


Setiap bulan jutaan rupiah ia anggarkan untuk membeli buku. "Sebagai balas dendam, dulu saya nggak mampu beli buku", demikian ia beralasan.


Topik buku yang diminati oleh konsultan pendidikan ini sebelum berkenalan dengan TDA adalah buku-buku pemikiran dan pergerakan. Maka ia akrab dengan Goenawan Mohamad dan tokoh sejenisnya. Buku-buku bisnis mulai digemarinya sejak bergabung di Komunitas TDA.


Lain lagi dengan Mas Kika Syafii yang gayanya sangat nyeni ini. Kesendiriannya ketika kecil ia lampiaskan dengan membaca dan menulis puisi. "Saya ditinggal wafat oleh ibu, sehingga buku dan menulis menjadi teman pembunuh sepi dan gundah saya", ungkapnya.


Pengoleksi buku yang delapan puluh persennya adalah buku sastra ini saat ini aktif mengelola Taman Baca bagi anak-anak kurang mampu di daerah terpencil. Dulu ia adalah aktivis di jalanan yang berjuang dengan keras, sekarang perjuangannya lebih soft, membina anak-anak untuk bermimpi dan menjemput masa depan.


Mas Untung Kasirin, dulu adalah mahasiswa pendiam dan pintar yang berubah menjadi pemberani. Ia di-drop out dari kampusnya gara-gara menentang rektor yang otoriter. Keberanian itu didapatnya setelah membaca sebuah buku. Belakangan rektor itu dipecat dan kampusnya sendiri ditutup.


"Saya tidak suka buku bisnis yang to the point dan how to", kata Pak Ardiansyah Abdullah. "Saya lebih suka membaca buku tentang pemikiran yang filosofis seperti karya-karya Muhammad Iqbal. Buku Ihya Ulumuddin dari Ghazali sudah saya akrabi sejak kecil", ungkapnya. Namun, belakangan ia mau tak mau harus membaca buku bisnis karena kebutuhan untuk membesarkan bisnisnya. Dalam kesempatan ini ia pun sharing buku yang baru saja dibacanya "Business Stripped Bare", tentang biografi Richard Branson, pebisnis gila, pendiri kerajaan bisnis Virgin.


Pendapat serupa juga diamini oleh Pak Ade Aan. Ia juga tidak suka buku-buku berjenis how to yang to the point. Ia lebih suka buku yang isinya perlu dikunyah beberapa kali supaya bisa dicerna. Pilihan bukunya pun terbatas. "Saya hanya membaca buku-buku terkait dengan bisnis dan minat saya di IT."


Kisah perkenalan Pak Ade dengan buku cukup menarik. Ayahnyalah yang pertama kali memberinya buku, yaitu buku mengenai catur sekaligus papan permainannya. "Berkat buku itu saya bisa menjadi juara catur tingkat kecamatan", ujarnya. Begitu juga dengan buku gitar klasik yang juga dibelikan ayahnya yang akhirnya mengantarkannya menjadi guru les gitar di kota Malang.


Pak Ade saat ini aktif di Komunitas Coding For Humanity (CFH),sebuah komunitas orang-orang IT yang ingin berkontribusi kepada anak-anak tak mampu agar melek IT. Dalam kesempatan ini ia sharing buku yang sangat menarik, "What Would Google Do?"


Benang merah dari teman-teman yang hadir bersembilan itu adalah bahwa perjalanan hidup mereka sampai sekarang banyak sekali dipengaruhi oleh buku. Dan ternyata semua yang hadir itu berlatar belakang aktivis di lingkungannya. Mereka semua digerakkan oleh bacaan-bacaan itu dan orang-orang yang mereka temui dalam perjalanan hidup.


Bagaimana dengan saya sendiri?


Insya Allah akan saya ceritakan dalam kesempatan mendatang.


Salam FUUUNtastic! Sukses Mulia!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Saya Belum Menentukan Pilihan, Tapi Hati Saya Cenderung ke JK

Mohon tulisan ini jangan dianggap kampanye. Saya menulis berdasarkan pemikiran saya sebagai orang awam soal politik. Saya adalah pedagang, pelaku bisnis di pasar. Jadi, mohon maaf kalau tulisan ini rada ngaco.


Terus-terang, sejak pencalonannya menjadi capres, saya mulai memperhatikan sepak terjang Jusuf Kalla. Yang paling menarik, menancap di benak saya dan menjadi ikon adalah ketika ia mencopot sepatunya di hadapan penonton sebuah acara di televisi. Wow, ini orang asyik juga, batin saya. Saya jadi teringat dengan BJ. Habibie, yang gayanya juga kurang lebih sama, blak-blakan, apa adanya.


Saya pun mengikuti perkembangan terkini melalui liputan media dan survei-survei. Perlahan namun pasti, angka elektabilitasnya terus menanjak, meski pun masih jauh di bawah SBY. Ini pertanda apa?


Tadi malam adalah puncaknya. Debat final capres yang disiarkan langsung oleh RCTI. JK mendapat poin tertinggi oleh para akademisi UI. Ia mampu menjawab pertanyaan secara logis dan taktis, bahasa tubuhnya pun enak dilihat, sesekali ia memecah ketegangan dengan guyonan khasnya. Over all, tadi malam adalah milik JK, meski pun SBY juga tidak kalah.


SBY sendiri menjawab dengan sangat runut, sistimatis, logis dan komprehensif. Patut diacungi jempol. Kelihatan dia begitu menguasai materi. Tidak seperti Megawati yang jawabannya sering normatif apologetik dan mengawang-awang. Tapi JK menjawab lebih taktis, to the point.


Saya pun menyimpulkan bahwa SBY ini adalah orang yang bertipe otak kiri yang logis dan sistimatis. Sedangkan JK adalah kebalikannya, yaitu otak kanan, yang kreatif, imajinatif, berpikir dan bertindak out of the box dan tanpa terduga.


Saya suka orang yang tipe otak kanan seperti ini. Asyik. Saya suka hal-hal baru, tantangan baru, ketidakpastian. Itu adalah ciri yang melekat pada wirausahawan. Dan itu dimiliki oleh JK. Sebenarnya, kombinasi keduanya sudah tepat, kiri dan kanan. Tapi, orang bertipe otak kanan biasanya tidak cocok menjadi nomor dua. Mungkin, itulah sebabnya mengapa SBY tidak berkenan lagi berpasangan dengan JK.


Lompatan-lompatan kuantum biasanya dilakukan oleh orang yang cenderung berotak kanan. Baginya tidak ada yang tidak mungkin. Pencapaian eksponensial banyak dilakukan oleh orang berotak kanan ketimbang otak kiri.


Memperhatikan gayanya JK, saya merasa bertemu dengan sosok para pedagang di pasar-pasar yang gayanya informal, egaliter tapi berpikir cerdik dan lincah bertindak. Ini gue banget!, kata anak muda sekarang.


Salah satu ilmu dari Anthony Robbins yang masih teringat sampai sekarang adalah tentang mirroring. Orang cenderung suka dengan orang lain yang tingkah laku dan cara berpikirnya mirip dengannya. Cobalah perhatikan 2 anak kecil yang belum saling kenal. Ketika yang satu mulai mengikuti dan meniru apa yang dilakukan oleh yang satunya lagi, serta merta mereka cepat menjadi akrab berteman. Itulah yang terjadi dengan saya saat melihat figur JK.


Demikian juga istri saya. Ketika melintasi jalan ia melihat billboard gambar JK - Wiranto bersama istri-istri mereka. "Ely suka pasangan yang mana?", tanya saya penasaran. "Yang ini sih, kayaknya enak dilihat, adem". Mekanisme mirroring juga terjadi pada istri saya. Ia terpikat oleh istri-istri JK Wiranto yang berjilbab.


Terlepas dari analisa macam-macam yang negatif terhadap pasangan ini, saya tidak akan berkomentar. Bukan kapasitas saya menilai itu. Saya hanya menilai berdasarkan "kelekatan" saya dengan pasangan ini, seperti yang diungkap oleh Chip Heat dan Dan Heat dalam buku best seller Made To Stick.


Selamat menentukan pilihan. Kalau perlu shalat istikhoroh dulu. JK atau SBY, dua-duanya sama baiknya. Siapa pun pemenangnya akan saya dukung.


Salam FUUUNtastic! Sukses Mulia


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO