Festival Entrepreneur Indonesia 2009: Inspiring, Motivating, Educating, Networking, Rewarding, Celebrating and Challenging...


Sejak awal, saya membayangkan acara tahunan Milad TDA itu akan menjadi embrio sesuatu yang lebih besar. Saya membayangkan suatu saat nanti di acara itu akan berkumpul para entrepreneur Indonesia dari berbagai bidang.



Alhamdulillah, impian itu sekarang sudah nyaris menjadi kenyataan.



Ide untuk mengubah brand Milad TDA menjadi Festival Entrepreneur Indonesia itu muncul tanpa sengaja, ketika panitia ingin mempromosikan acara di berbagai dan media massa lainnya.



Saya berpikir, kalau judul headlinenya "Hadirilah Milad TDA, bla...bla..bla". Mungkin pembaca akan bingung. Apa itu TDA? Apa perlunya saya menghadiri acara ini? What's in it for me?



Kalau sudah bersinggungan dengan khalayak umum dan lebih luas, istilah "Milad" dan "TDA" menjadi kurang relevan. Headline seharusnya adalah sesuatu yang besar, heboh, hebat, menggugah keinginan.



Maka, lahirlah ide untu me-rebranding Milad III TDA menjadi Festival Entrepreur Indonesia 2009.



Kenyataannya memang demikian. Tidak mengada-ada.



Bayangkan, yang akan hadir sekitar 1.000 entrepreneur dan calon entrepreneur dari seluruh Indonesia. Sebagian besar mereka adalah member TDA dan sebagian lagi berasal dari non member.



Acaranya sendiri memang dirancang seperti festival. Terinspirasi dari Java Jazz Festival di mana ratusan musisi dari berbagai aliran berkumpul. Para penonton tinggal pilih mau nonton yang mana dari 15 panggung yang tersedia.



Kira-kira seperti itulah Festival Entrepreneur Indonesia itu nantinya. Akan ada 8 seminar dengan beraneka topik. Mulai dari bagaimana memulai bisnis, bagaimana mengelola bisnis, bagaimana membesarkan bisnis, tentang bisnis online, tentang bisnis kreatif, seluk beluk bisnis ritel, tentang brand. Pokoknya all about how to in business, dijawab di seminar hari pertama.



Semuanya dibawakan oleh para ekspert dan praktisi di bidangnya. Ada Nukman Luthfie (Virtual Consulting), Sumardy (Octobrand), Yuswohady (Markplus), Salim Kartono (CEO DRTV), ActionCOACH dan sebagainya.



Di hari kedua isinya akan lebih inspiratif. Menghadirkan para tokoh yang jejak langkahnya memang telah menginspirasi orang banyak. Ada Jamil Azzaini (Kubik Leadership), Bob Sadino (Founder Kemchicks), Ustadz Lihan (Ustadz miliarder yang fenomenal dan jadi perbincangan di mana-mana) dan Tung Desem Waringin (pelatih sukses nomor satu di Indonesia).



Di sela-sela acara seminar juga ada expo dan business matching. Expo ini memamerkan produk-produk dari peserta. Panitia juga menyediakan ruangan meeting untuk mereka yang ingin kontak bisnis langsung.



Dan yang tak kalah penting adalah bertemunya 1.000 orang entrepreneur dan calon entrepreneur di mana mereka bisa saling berkenalan dan bernetworking.



Hasil dari silaturahmi ini akan terlihat beberapa tahun yang akan datang. Ingat kata Pak Tung DW, nasib anda 5 tahun yang akan datang ditentukan oleh dengan siapa anda bergaul hari ini.



Sampai jumpa besok di Festival Entrepreneur Indonesia 2009 yang inspiring, motivating, educating, rewarding, celebrating dan challenging...




Salam FUUUNtastic!



Wassalam,



Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA


Milad TDA di Detik.com dan Kompas.com

Banner Milad TDA di Detik Finance


Banner Milad TDA di Kompas.com

Alhamdulillah, dua portal terbesar di Indonesia turut mendukung suksesnya Milad III TDA yang sekarang di branding menjadi Festival Entrepreneur Indonesia itu.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

Yes, You Can!


Beberapa hari lalu saya chatting di Facebook dengan salah satu member TDA, Pak Luthfiel Hakim.



Ia penasaran dengan postingan saya di milis tentang pendaftaran penerima TDA Go Double Challenge, yang rencananya akan diserahkan oleh Penasehat TDA seperti Haji Ali, Tung Desem Waringin, dan juga Ust. Lihan.



Merujuk ke belakang, saat Milad TDA II tahun 2008 lalu, puluhan member naik ke atas panggung mendeklarasikan tekadnya untuk men-double-kan kinerja bisnisnya. Bisa dinilai dari profit, omzet penjualan, jumlah cabang atau yang lainnya.



"Apa kriterianya Pak? Apakah ada nilai angka minimal?"



"Kriterianya ya itu, minimal profit atau omzetnya meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Soal besarannnya, tidak penting. Dan itu tidak akan ditanyakan", jawab saya.



"Substansi sebenarnya adalah bukan di besaran angkanya. Tapi untuk memotivasi teman-teman untuk meningkatkan kinerja bisnisnya".



"Seperti di acara-acara MLM, setiap distributor dihargai berapa pun prestasinya. Dari peringkat 3%, 6% sampai yang Diamond, semuanya dihargai. Bahkan orang yang baru mulai pun, dihargai. Ia telah berhasil mengalahkan 'ketakutannya' untuk memulai", jawab saya bersemangat.



"Ooo, Yes You Can, ya pak?" tanya Pak Luthfie.



"Yup betul. Yes You Can!", jawab saya. Saya suka slogan ini. Mirip dengan kampanyenya Obama.



Saya meyakini energi positif itu akan menular, sebagaimana energi negatif. Di TDA, sejak awal kita hanya menularkan energi positif kepada membernya. Energi negatif, mohon maaf, tidak ada tempat di TDA.



Cerita sukses itu menular. Melihat temannya sukses naik panggung, pasti teman lainnya akan termotivasi dan menular juga. Itu harapannya.



So, masih ada waktu 7 hari lagi. Silakan daftarkan nama anda. Penghargaan ini bukan hanya untuk anda sendiri, tapi juga sebagai tolok ukur kesuksesan member TDA.



Penghargaan ini sebagai bukti bahwa anda bisa! Yes, You Can!




Salam FUUUNtastic!
Wassalam,



Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA


Besok, Aksi Penyebaran Flyer di Bundaran HI


Dalam rangka mensosialisasikan visi TDA dan 'menularkan' virus entrepreneurship kepada masyarakat, maka akan diadakan penyebaran Flyer di area Bunderan HI Jakarta, pada hari Jumat, 27/02/09 jam 16.00.

Saat ini sudah terdaftar 30 orang relawan yang akan berpartisipasi di dalam kegiatan ini.


Semoga Allah meRidhoi semua ikhtiar kita..

salam,

Diah Yusuf
KetuaPanPelMilTig


Antisipasi Car-Free Day, Jalan Alternatif Menuju Milad TDA


Dear Action Member yang baik,

Mengingat akhir bulan ini di jalan MH Thamrin biasa dilakukan CAR FREE DAY, ada jalan alternatif yang bisa dilalui melalui Hotel Millenium. Untuk jelasnya silakan lihat di http://tdamilad3.blogspot.com/2009/02/peta-lokasi-bppt-milad-3-tda.html

Salam FUUNtastic!
Fico Maulana


Agenda Hari Pertama Milad III TDA, 28 Februari 2009


Milad 3 TDA insyaallah akan dahsyat luar biasa. Selama dua hari itu, acara akan dimulai teng jam 08.30wib. Jadi jangan sampai, kita ketinggalan moment penting di awal acara, akibat terhambat antrian di meja registrasi. DATANGLAH LEBIH AWAL.

Selama dua hari itu, acara sangat padat. Bukan semata pengaturan waktu yang ketat akibat jumlah pembicara yang banyak (delapan sesi seminar dlm sehari, ga main-main lho…), tapi juga karena ragam materinya yang luar biasa lengkap. SARAPAN & MINUM SUPLEMEN, agar daya tahan fisik tetap prima sampai sore.

Berikut agenda hari ke-1.
07.30-08.30 Registrasi Lobby bawah
08.30-10.00 Seminar 1: Bisnis Online - Nukman Luthfie, Virtual Consulting
10.00-11.00 Seminar 3: EVA Power - Sahmullah Rivqi, Pillar Business Accelerator
11.00-12.30 Seminar 2: Crowd Marketing - Yuswohady, Markplus Marketing Institute
12.30-13.30 Istirahat shalat & makan siang
13.30-15.00 Seminar 4: Sukses Bisnis Ritel - Salim Kartono, CEO DRTV Group
15.00-16.30 (Paralel) Seminar 5: Talkshow TDA business start Up (Ruang 1)
Seminar 6: Business Growth - Mutia Prihatini, Action Coach (Ruang 2)
16.30-18.00 (Paralel) Seminar 7: Industri Kreatif - Peni Cameron, CAMs Solutions (Ruang 1)
Seminar 8: Branding - Sumardy, Octovate (Ruang 2)
08.30-18.00 Business Expo - Business Matching Area Expo



Terima kasih,



Ines Handayani, Sie Acara


Andhika Harya P: Merajut Impian Bersama TDA

November 2007 saya gabung dengan milis TDA Joglo setelah membaca tentang komunitas Tangan Di Atas di majalah Duit!. setelah disapa dengan hangat oleh pak Bams n mas Riza, milis TDA Joglo "terlupakan" krn saya cek email dr warnet. yg sy inget dari milis TDA joglo pada waktu itu adalah :menuh-menuhin inbox! ehehe...maklum, hanya dicek paling cepat 1 bulan sekali via warnet dan saking banyaknya email di inbox akhirnya tidak sempat dibaca, hanya "select all" trus "delete" deh. bahkan acara Goes To Campus UMS dan Milad 2 TDA di Jakarta serta serangkaian acara offline di Solo-Jogja terlewat begitu saja.


bulan Feb 2008 akhirnya pasang StarOne dirumah setelah "terjebak" sales di Mall dan mulai mengikuti tiap hari perkembangan milis TDA Joglo. dan jadi super semangat ketika baca ajakan ketemuan offline di penjara eh di rumah mas Budi Prajitno di belakang penjara. akhirnya 23 feb 2008 bertemulah saya dan beberapa newbie TDA lain (mas indro, mas didit, dan mbak zaky) dengan "the magnificent seven" yaitu mas riza, mas kardi, mas tono, mas aji, mas agung, mas fiki, dan mas budi. disitulah terlontar impian besar saya utk punya business center yang sudah terpendam sekitar 2 tahun.

<http://www.facebook.com/photo.php?pid=320121&op=1&view=all&subj=132637860082&aid=-1&oid=132637860082&id=1091774288>
pengumuman acara offline yang mengubah segalanya ... :)

kemudian kisah selanjutnya adalah "jalan tol" di jalur ACTION ORIENTED. maka saya menganggap keterlibatan saya dengan komunitas TDA baru benar-benar terjadi dan diawali dari acara offline tanggal 23 Februari 2008 tersebut. berawal dari kunjungan the magnificent seven ke kantor saya di jl wora wari 14, berlanjut dengan kompor super panas dari mas Hatta, pak Bams, mas JK, mbak Evie, dll di acara TDA Joglo Goes To Campus Polines Semarang. juga masih jelas dalam ingatan saya ketika saya "terkapar" di wedangan JKJ dan "menyerah" untuk mengejar deadline launching business center yang tinggal kurang dari 6 hari. mas Riza dan mas Kardi langsung mengeluarkan secarik kertas dan bolpen untuk mengidentifikasi masalah dan kendala serta mencari solusinya. tidak hanya dalam bentuk support moral, yang terjadi selanjutnya adalah dukungan konkret! tawaran mas Kardi untuk mbantu ngecat, mas Budi yang menyelesaikan pesanan 6 bh meja dalam 3 hari dan pinjaman mobil pick up-nya, dan mas Riza yang lemburan sampe jam 5 pagi utk setting jaringan & internet. akhirnya 7 april 2008 terwujudlah impian besar saya itu. silih berganti sedulurs TDA Joglo berkunjung ke WBC yang masih morat-marit (sampe sekarang juga masih morat-marit,sih.hehehe...). ada mas Seta, mas Thomas, pak Bams, mas Hatta, mb Evie, dll dan juga pelaksanaan Cash Flow Games di WBC.

lewat TDA saya bisa dapat berbagai info luar biasa tentang dunia wirausaha. ilmu-ilmu TDW, Brad Sugars, info training kewirausahaan CEFE-BRI, kompetisi business plan YES dari IBL dan berbagai event-event kewirausahaan lain, serta berbagai tips n trik berbisnis sangat mudah didapatkan dari ngobrol-ngobrol dengan sesama member TDA. baik lewat kegiatan offline maupun kegiatan online (milis, blog, YM conference, dan sekarang : facebook!). apalagi setelah saya bergabung dengan kelompok MasterMind.

melalui TDA saya juga menambah persaudaraan secara luar biasa. Balikpapan, Samarinda, Riau, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Gresik, Jogja, Purworejo, Gombong, Purwokerto hanyalah sebagian kota dimana saya dapat banyak sekali saudara baru. saya bahkan bisa menjalin tali silaturahmi yang sempat putus (karena kehilangan kontak) dengan kawan-kawan sekolah dan kuliah.

<http://www.facebook.com/photo.php?pid=320147&op=1&view=all&subj=132637860082&aid=-1&oid=132637860082&id=1091774288>
acara pak Yusef di ISI Solo, Maret 2008 - ketemu pertama kali dengan poro sedulur TDA Joglo

lewat TDA juga saya paham tentang high trust community. pak Yusef yang baru kenal dalam hitungan hari dan pak Hantiar yg baru saya kenal dalam satu hari juga langsung bersedia menginap di rumah sederhana saya nan sempit walaupun saya member baru dan belum lama bergabung dengan TDA. begitu juga dengan pak Harmanto dan pak Fauzy serta bu Leny yang dengan tangan terbuka menyambut
saya di rumah beliau (malah dapet bonus buku dari p Fauzy. hehehe...). begitu pula dengan pak Jonru dan pak Afrizal yang bersedia mampir ketika berkunjung ke Solo. malah mas Puput jauh-jauh datang dari Purworejo untuk sekedar ngobrol2 sebentar dengan saya. ada juga pak Abduh, bu Yulia dan bang
Jay yang bagaikan bertemu dengan kakak yang membimbing saya di bidang bisnis. bahkan pak Haji Alay pun dengan ringan menerima undangan dari saya untuk sharing di Solo Raya walaupun saya baru 2-3 kali ngobrol selintas dengan beliau.

dari interaksi langsung (atau kalo bahasa keren di TDA : pertemuan offline) saya akhirnya menjalin kerjasama bisnis dengan beberapa rekan di TDA. TDA juga seolah "mengirimkan" beberapa member-nya untuk saling mengembangkan diri dan bisnisnya bersama-sama. temen2 Jogja & Semarang yang selalu saling support, berjalan beriring dan bersaing-berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot). temen2 baru di Solo Raya (pak Karna, mas Anjar, mas Anwar, mas Joko, pak Sutrisno, pak Bakhtiar, pak Budi Santosa, mas Sabar, mas Alfin, mas Rizal, dll, dsb). special thanks untuk mas Agung yang telah memperbaiki manajemen internal WBC. mas Wawal dan mas Bayu yang juga memberikan perspektif baru dalam teknis berusaha, dan mas Mugi Hari untuk tambahan semangat baru yang sangat menggelora (ombak kaleee, menggelora...hehehe...). bahkan kerjasama (insya allah) jangka panjang dengan mas Keke (
http://seokita.com) pun terjalin karena saya bertemu dengan beliau di acara Forum Jumat TDA bulan November 2008.

dan semua dimulai satu tahun yang lalu, Sabtu 23 Februari 2008 ketika saya datang di pertemuan offline TDA Joglo di rumah mas Budi Prajitno dan bertemu dengan 7 member TDA. saya merinding membayangkan efek satu tahun ke depan dari kehadiran saya di Milad 3 TDA nanti dimana saya akan bertemu dengan ratusan member TDA! insya allah sampai jumpa di Milad 3 TDA!

andhika@solo
0816677661 - 0271.7043712
WBC & Fridianto+Pratamas Architect
http://andhikaharya.multiply.com
member of http://tdajoglo.com

Impossible is NOTHING!!!
Mari ... pagi ini kita awali keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan berkehendak

Vito Ramadhan, My Prime Customer



Waktu berkunjung ke rumah Pak Tung beberapa hari lalu, pembicaraan kami sering 'terganggu' oleh interupsi-interupsi kecil.

Ketika saya sedang bersemangat menjelaskan all about TDA, tiba-tiba seorang anak Pak Tung lewat dan menegur papanya.


"Sebentar Pak Roni. Prime customer lewat", kata Pak Tung.


Prime customer atau 'pelanggan utama' itu maksudnya adalah ketiga anaknya yang lucu-lucu itu. Menarik. Pak Tung ada-ada aja kalau bikin istilah.


Untuk beberapa saat Pak Tung menjawab pertanyaan-pertanyaan si kecil berusia 3 tahun itu.


Setelah ia berlalu, saya pun dipersilakan melanjutkan cerita yang terputus tadi.


Tidak lama bercerita, datang lagi 'prime customer' yang lain. Anak Pak Tung yang perempuan, nomor dua.


Sama dengan yang pertama, ia pun bercerita dengan papanya sampai puas. Setelah ia berlalu, saya pun melanjutkan cerita.


Kejadian ini terjadi berulang.


Saya pun mulai menikmatinya dan menjadi terinpirasi.


Saya teringat dengan Vito Ramadhan, prime customer saya di rumah. Vito yang lucu dan makin menggemaskan dari hari ke hari.


Vito yang selalu 'tidak rela' melihat papanya duduk berlama-lama di depan laptop atau menekuni buku-buku.


Ia selalu menangis mendatangi saya ketika sedang asyik masyuk dengan Facebook, mailing list atau menulis blog. Ia ingin saya hanya bermain dengannya. Ia cemburu dengan laptop ini.


Secara kuantitas waktu, saya dapat mengatakan bahwa saya adalah ayah yang beruntung yang bisa menemani Vito hampir 24 jam. Saat di rumah dan ke kantor pun ia selalu saya bawa.


Tapi Vito merasa itu belum cukup. Ia masih cemburu dengan laptop ini, karena kalau papanya sudah sibuk di depannya, jadi lupa waktu. Ia harus rela bermain dengan mbak-mbak di belakang.


Terima kasih Pak Tung. Anda telah mengingatkan saya dengan pelajaran berharga ini.


Vito, you are my prime customer.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Lokasi Milad III TDA, Get The Feeling...

Panitia sedang mematut-matut sebesar apa ukuran back dropnya nanti, sebanyak dan sebesar apa ukuran screen yang akan ditaruh di samping panggung


Panitia mengambil keputusan untuk memilih Auditorium BPPT ini untuk mengantisipasi lonjakan peserta Milad. Diperkirakan akan hadir 1.000 orang member dari seluruh Indonesia, meningkat 2 kali lipat dibandingkan Milad II tahun 2008


Sssst, ini bocoran dari panitia. Katanya, beberapa hari lagi pendaftaran peserta akan ditutup karena ruangan ini hanya dapat menampung 1.000 orang


Anda mau duduk di mana? Jangan lupa, bawa kartu nama banyak-banyak. Karena mungkin saja orang yang duduk di sebelah anda akan menjadi mitra bisnis anda.


Dipanggung ini nantinya akan berdiri Jamil Azzaini, Ustadz Lihan, Tung Desem Waringin dan Bob Sadino* (dalam konfirmasi). Juga para founder, para penerima TDA Awards, para Wisudawan/ti, Para pemenang TDA Go Double Challenge. Ini adalah panggung kemenangan anda!

Terus terang, saya 'merinding' melihat foto hasil jepretan Pak Iim, Presiden TDA ini. Saya ingat waktu Milad pertama 'hanya' dihadiri 175 orang saja. Milad kedua meningkat drastis menjadi 550 orang. Di Milad ketiga insya Allah berlipat lagi menjadi 1.000 orang.

Mereka datang dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari Manado, Singapura dan Malaysia. Rombongan TDA Surabaya sudah konfirmasi sekitar 50 orang. Mereka akan datang dengan kaos seragamnya sendiri. Malang juga tidak mau kalah. Kalau tidak salah sekitar 20 orang, juga dengan kaos 'kebangsaannya' sendiri. Bandung apalagi. Begitu juga Jogja, Solo, Semarang, Kalimantan.

Bagaimana dengan anda?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Hilman Dale: Panduan "Gila" Menghadiri Milad TDA

Panduan ini saya buat berdasarkan pengalaman ikut berbagai event seminar, untuk mendapatkan output yang sangat-sangat-sangat MAXimal!

Ongkos ratusan ribu yang teman2 keluarkan untuk menghadiri milad TDA menjadi tidak bernilai bila teman2 bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari event ini.

Panduan 1 - datang pagi-pagi banget biar gak telat. Trus kenalan dengan panitia. Sok akrab aja. Lalu pelajari medan pertempuran, diantaranya, jalur masuk dan keluar pembicara...biar bisa dihadang untuk bangun hubungan. Pelajari peta penempatan panitia, lagi-lagi agar misi membangun jaringan yang buanyak bisa berjalan mulus.

Panduan 2 - sebelum masuk seminar, keliling dulu ke stand2 pameran. Biarpun masih beres2, langsung kenalan aja. Biasanya yang punya bisnis masih ada dilokasi. Pelajari dengan cepat produk mereka, sehingga pas istirahat sudah tau stand mana yang akan dituju, dan tidak menghabiskan waktu berjubel-jubel distand yang kurang diminati.

Panduan 3 - berkenalanlah sebanyak mungkin kepada peserta sebelum event dimulai. Umumnya peserta akan membentuk kelompok2 kecil obrolan. Segera tinggalkan kelompok yang senang memperbincangkan hal2 yang negatif, atau kurang bermanfaat. Hati2, kelompok ini seringkali perbincangannya terkesan seru, tetapi tidak berisi. Bergabunglah dengan kelompok yang perbincangannya berbobot, yang sesuai dengan tujuan teman2 hadir di event ini.

Panduan 4 - asosiasikan diri teman2 dengan hal yang mudah diingat, sehingga orang lain mudah ingat. Contoh, "halo nama saya Hilman, inget aja Lupus...kira-kira saya sama asyiknyalah dengan Lupus :)"

Panduan 5 - siapkan draft sms yang berisi nama anda, no. hp, email, web, dan hal2 lain yang memudahkan orang menghubungi anda. Kalau perlu, cantumkan nama usaha anda. Dan bila teman2 bertemu dengan orang yang berpotensi menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan teman2, segera minta no. hpnya, dan langsung sms draft yang telah anda siapkan tadi. Gunanya, agar no. kontak teman2 langsung di save di hpnya, sehingga lainkali ia butuh sesuatu, ia akan menghubungi teman2.

Panduan 6 - upayakan berkenalan dengan pembicara sebelum event dimulai, atau duduklah didepan, agar teman2 dapat dikenal oleh pembicara. Pembicara umumnya hanya dapat mengingat 3-5 nama baru yang akan ia ulang-ulang dalam seminarnya. Upayakan nama anda yang paling sering di ulang, fungsinya agar anda cepat akrab dengan pembicara dan peserta lainnya, meskipun mereka tidak mengenal anda.

Panduan 7 - upayakan nama teman2 diingat banyak orang, terutama pembicara. Caranya, bila ada sesi tanya jawab, berikan pertanyaan yang membangun. Dan kalau bisa, berikan pendapat teman2 yang menambahkan pendapat pembicara.

Panduan 8 - bila teman2 bertemu dengan peserta yang berpotensi saling menguntungkan, tunjukkan antusiasme teman2. Lalu kalau bisa atur jadwal bertemu, diluar event. Setidaknya utarakan keinginan teman2 untuk menindak lanjuti perkenalan ini.

Panduan 9 - selalu bertanya,"apa yang bisa kita kerjasamakan ya?" kepada orang lain. Atau katakan,"pak, saya butuh bantuan anda" kepada orang yang ingin teman2 jadikan "mentor".

Panduan 10 - selalu hubungi kembali orang-orang yang baru teman2 kenal itu, termasuk pembicara, setelah event berlalu. maksimal 1 minggu setelah event, anda telah menghubungi mereka kembali. Sebaiknya telepon langsung, atau setidaknya sms. Dengan menanyakan kabar saja sudah cukup. Kemudian ulangi kembali 2 minggu setelahnya.

Panduan pemungkas - jangan pulang tanpa bawa sesuatu yang bermanfaat. Klo perlu pulang kerumah teman atau pembicara yang baru anda kenal, agar anda bisa meminjam bukunya, cd motivasinya, audio booknya, mendapat rahasia2 bisnisnya, mendapat kerjasama bisnis dengannya atau syukur2 mendapat barang dagangan yang bisa langsung anda jual besok.

Ada satu jargon menarik yang bisa teman2 jadikan panduan dalam menghadiri milad besok "Pantang pulang tanpa bawa susu". Ya, bisnis ini adalah untuk anda, pasangan anda, dan anak anda. Moga jadi motivasi utk teman2.

Hilman
http://HilmanDale.com | Strategi sukses bisnis dan Peluang bisnis
http://WebUtama.com | Solusi utama website anda

Ayo Coba, Get The Feeling... (Dari Pertemuan TDA Management dan Tung Desem Waringin)

Makan malam dan dapat ilmu gratis

Mana ada, coba, guru nyetirin muridnya. Hehe... Bangga juga...

Get the feeling. Jujur, saya jadi terpengaruh oleh provokasi Pak Tung. Ini mobil inceran saya yang sering saya liatin di jalan


"Ayo coba Pak Roni. Get the feeling", kata Pak Tung.


Mobil Mercy sport dua pintu itu pun dikeluarkannya untuk dicoba oleh saya dan teman-teman TDA Management yang berkunjung ke rumah Penasehat TDA ini kemarin.


"Saya pernah diundang untuk mencoba private jet di Singapura. Saya datang dan saya coba. So what? Nyoba kan gratis to?", ujar Pak Tung.


Pak Tung mengajari kami untuk berani bermimpi. Berani merasakan nikmatnya mengendarai mobil impian. Memang enak. It felt so good.


Inget adegan di film The Secret kan? Kira-kira pengalaman seperti itu yang kami alami kemarin. Pak Agus, Iim, Wahyu, Try Atmojo, Bu Yulia dan Diah, semuanya "dipaksa" menjajal mobil hadiah ulang tahun untuk Bu Yani, istri Pak Tung ini.


Tidak hanya itu, Pak Tung pun "memaksa" kami untuk ditraktir makan malam di Rice Bowl, Lippo Supermal Karawaci. Kenapa "memaksa"? Ya, karena Pak Tung baru saja tiba dari Bali setelah 4 hari melakukan Training For Trainer yang jadwalnya selalu sampai pagi dini hari itu.


"Tidak usah lah Pak Tung. Pak Tung pasti capek, mau istirahat. Kami pulang saja", tolak saya dengan halus. Tapi beliau tetap memaksa. Alhamdulillah. Kapan lagi bisa ditraktir oleh pembicara sukses dan penulis buku Marketing Revolution yang best seller di Indonesia dan baru saja mendapatkan endorsement dari Presiden SBY ini?


Sambil makan, kami pun tak melewatkan kesempatan untuk bertanya sebanyak mungkin kepada orang yang telah berjasa membantu saya bangkit dari kebangkrutan bisnis di Tanah Abang ini.


Jadilah, makan malam itu sebagai ajang konsultasi gratis. Ilmu-ilmu dan insight terbaru dari Pak Tung pun dikeluarkan semua kepada kami. Pak Tung memang tidak pelit dengan ilmunya.


Saya ingat beberapa tahun lalu beliau baru pulang dari training marketing dari Jay Abraham seharga 25.000 dollar. "Pak Roni, kalau mau konsepnya, silakan minta filenya ke Pak Diki (asistennya)".


Sampai sekarang, Pak Tung masih seperti itu. Tidak berubah. Selalu humble, senang berbagi, senang membuat orang lain terinspirasi untuk sukses.


"Indonesia butuh orang seperti anda", tulis Presiden SBY dalam surat resminya kepada Pak Tung yang salinannya ada di tangan saya. Saya setuju.


Terima kasih Pak Tung untuk semuanya. Terima kasih atas perhatiannya kepada TDA.


Sampai jumpa di Milad III TDA. Saya sudah mengajukan special reguest untuk materi di Milad nanti...


Salam Sukses, Sehat, Bahagia dan Mulia untuk anda semua...


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

HP EliteBook 630p yang Powerfull, Stylish dan Esensial

Alat elektronik apa yang paling saya akrabi setiap harinya?

Ya, tebakan anda betul. Jawabannya adalah laptop.


Di pagi hari, laptop sudah mengalahkan pesawat TV dan koran untuk mencari berita terbaru. Saya cukup mengunjungi Detik.com atau situs berita lainnya. Semua terangkum di sana. Tidak perlu lagi menunggu berita satu per satu di Metro TV. Saya juga tidak lagi mengandalkan koran untuk membaca berita terbaru.


Mulai dari menulis blog, mengikuti perkembangan Komunitas TDA di mailing list, membaca RSS blog favorit, mengecek dan berkirim email pribadi dan bisnis, mengelola bisnis online Manet, berkoordinasi dengan staf di kantor saya lakukan lewat chatting, semua saya lakukan lewat benda tersayang ini.


Laptop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup saya. Kalau Bung Hatta punya isteri kedua, yaitu buku. Mungkin isteri kedua saya adalah laptop. Hehe...


Sebagai "belahan jiwa", tentu laptop yang dipilih jangan sembarangan. Harus yang sesuai dengan kebutuhan, selera dan kepribadian kita.


Saya suka gaya hidup yang fungsional, efektif, minimalis atau esensial. Makanya saya suka grup Maliq and D'essentials (apa hubungannya?).


Meski pun begitu saya tetap mempedulikan elemen-elemen estetik. Tapi estetika yang mendukung fungsionalitas.


Saya suka laptop yang disainnya sederhana, elegan tapi fungsional. Fungsional juga bisa diartikan powerfull. Salah satu pilihannya adalah laptop HP EliteBook 6930p ini. Kenapa? Ya karena alasan-alasan tadi.


Laptop ini didukung oleh dengan Intel® Core™2 Duo Processor P8400 dan 1 GB DDR2 SDRAM PC-6400, serta Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 384MB. Maka, keluaran teranyar dari HP ini tak diragukan lagi kemampuannya mengoperasikan beragam aplikasi dengan tangguh dengan kecepatan yang mengagumkan.


Jari-jari kita di papan keyboard tentu harus nyaman. Itu pun saya dapatkan di laptop ini. Didukung oleh Windows Vista Business, membuat laptop ini semakin user friendly.


Dengan segala kemampuannya, tak diragukan lagi laptop ini dapat mendukung preferensi saya ini. Sebagai "teman hidup", laptop ini pantas digunakan di rumah atau di area profesional sekali pun.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Badroni Yuzirman: Kendalikan Bisnis dari Tempat Tidur

Istri saya tertawa terkekeh sambil memegang koran Warta Kota di tangannya. Rupanya judul artikelnya yang membuatnya begitu. Badroni Yuzirman: Kendalikan Bisnis dari Tempat Tidur.

Ceritanya begini: saya sudah membuat janji dengan sang wartawan untuk wawancara di kantor. Tapi karena kurang sehat, saya membatalkan janji itu dan mengarahkannya untuk wawancara di rumah saja.


Saat ia datang, saya memang lagi tidur-tiduran di kamar sambil terus online, ber-email ria dan chatting dengan pelanggan atau staf di kantor. Sebenarnya hadir atau tidaknya saya di kantor juga tidak begitu berpengaruh dengan kinerja di kantor, karena pendelegasian dan pembagian tugasnya sudah jelas dan berjalan dengan baik.


Karena di rumah, wawancara berlangsung santai dan cukup panjang. Wartawan itu juga menyaksikan sendiri saya membalas email, chatting, menerima telepon dan sebagainya.


Ternyata, angle itulah yang diambilnya dan dijadikan judul artikel yang nyaris satu halaman penuh itu. Saya sendiri kaget, ketika judul itu yang diangkatnya. Tapi menarik sih, bikin orang tertarik untuk membacanya. Tak heran, pagi ini saya langsung menerima telepon dari pembaca yang ingin hadir di Milad TDA.


So, bagi anda yang penasaran dengan isinya, silakan cari Warta Kota pagi ini. Sebelum kehabisan. Karena, tulisannya beda dengan yang sebelumnya. Saya juga menyinggung soal demokratisasi ekonomi melalui dunia maya. Belum pernah dengar kan? Makanya buruan, cari korannya...


Salam FUUUNtastic!


Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Saya lagi mikir-mikir untuk mengganti salam khas yang selalu saya tulis di akhir tulisan, yaitu Salam FUUUNtastic! dengan salam yang baru. Bagaimana kalau Salam Sukses, Sehat, Bahagia dan Mulia?

Nasehat Warren Buffet di Tahun 2009

Kalau orang terkaya di dunia seperti Warren Buffet ini ngomong, ngasih advice, sebaiknya kita simak dengan seksama dan praktekkan. Gak usah banyak tanya kenapa.

Ini dia nasehatnya yang saya dapat dari catatan seorang teman di Facebook:


We begin this New Year with dampened enthusiasm and dented optimism. Our happiness is diluted and our peace is threatened by the financial illness that has infected our families, organizations and nations.

Everyone is desperate to find a remedy that will cure their financial illness and help them recover their financial health. They expect the financial experts to provide them with remedies, forgetting the fact that it is these experts who created this financial mess.

Every new year, I adopt a couple of old maxims as my beacons to guide my future. This self-prescribed therapy has ensured that with each passing year, I grow wiser and not older.

This year, I invite you to tap into the financial wisdom of our elders along with me, and become financially wiser.
Ø Hard work: All hard work bring a profit, but mere talk leads only to poverty.
Ø Laziness: A sleeping lobster is carried away by the water current.
Ø Earnings: Never depend on a single source of income. [At least make your Investments get you second earning]
Ø Spending: If you buy things you don't need, you'll soon sell things you need.
Ø Savings: Don't save what is left after spending; Spend what is left after saving.
Ø Borrowings: The borrower becomes the lender's slave.
Ø Accounting: It's no use carrying an umbrella, if your shoes are leaking.
Ø Auditing: Beware of little expenses; A small leak can sink a large ship.
Ø Risk-taking: Never test the depth of the river with both feet. [Have an alternate plan ready]
Ø Investment: Don't put all your eggs in one basket.

I'm certain that those who have already been practicing these principles remain financially healthy.

I'm equally confident that those who resolve to start practicing these principles will quickly regain their financial health.



With Best Regards,
Warren Buffet


Sekarang baru bulan Februari. Akhir 2009 masih panjang. Jadi, kita masih punya banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan dan mempraktekkan nasehat yang mahal ini.


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Tanggapan: Dad, You Are My Reason


Alasan kita sama pak Rony... ayah saya juga telah berpulang pada thn 2001, waktu itu saya masih semester 6. Sebagai anak tertua dan satu2nya laki2, saya sempat "limbung". Nilai2 kuliah berjatuhan (IP sampai di bawah 2).


Alm Bapak saya seorang PNS, dosen sebuah univ negeri. Tapi di balik berpulangnya beliau, ternyata Allah menyimpah hikmah yg luar biasa besar. Saya jd sadar, ternyata menjadi seorang pegawai (kuadran E) sangat riskan... dengan berpulangnya Bapak, keluarga kami yg terbiasa mengandalkan gaji, bener2 merasakan perbedaan 180 derajat.


Entah bagaimana, pada saat2 itulah saya nyasar ke Robert Kiyosaki.... kemudian saya bertekat bahwa tidak akan selamanya di kuadran E, karena sangat riskan. Tekat itu terus saya pelihara, bahkan sampai saya ternyata ditakdirkan menjadi pegawai terlebih dahulu untuk belajar....


Di tahun 2005, saya nyasar ke blognya Pak Roni (masih versi awal banget). Saya masih inget 'tag-line'nya " The lazy way to reach bla..bla..bla..." gitu kan Pak?


Sejak saat itu, sampai sekarang, blog pak rony yg udah berevolusi tetep menjadi "road map" kehidupan saya. Alhamdulilah, th 2007, saya mulai merasakan Amphibi... dan akhirnya februari 2008 saya full TDA, dengan beberapa unit bisnis (masih ingin berkembang lebih dahsysat lagi....).


Masih banyak yg mau saya ceritakan, intinya TDA adalah salah satu faktor yang meleverage kondisi saya sehingga bisa seperti sekarang ini.... bahkan saya pula yang memperkenalkan TDA ke teman2 di Samarinda (insya Allah TDA-Borneo segera terbentuk. komunitasnya udah ada, tinggal kegiatan realnya)....


So, kesimpulannya, kebaikan alm Papa-nya Pak Roni telah menurun ke Pak Roni, dan menyebar ke mana2 (salah satunya insya Allah saya) lewat komunitas yang luar biasa ini.... it's so amazing.......


Ahadi Abdul (TDA Borneo)


Dad, You Are The Reason

"You're the reason when I wake up in the morning...", demikian lirik lagu favorit saya di era 90-an yang dibawakan oleh Jonathan Butler.

Saya tidak ingin cerita tentang lagu itu. Tapi tentang "the reason", alasan, kenapa saya melakukan ini dan itu. Kenapa saya dari akhir 2005 tetap konsisten (baca: berusaha) menulis blog. Kenapa saya mendirikan Komunitas TDA dan tetap terlibat di dalamnya sampai sekarang?


Tentu ada alasannya.


Nah, pekan lalu saya di wawancara oleh Majalah Islam Tarbawi. Saya merasa surprise dengan pertanyaannya yang sangat beda dengan mainstream wartawan yang selama ini telah mewawancarai saya.


"Di blog bapak ditulis bahwa blog itu dipersembahkan untuk almarhum ayah bapak. Bisa diceritakan pak?", tanya Mbak wartawati itu.


Saya tertegun sejenak. Menarik napas. Berpikir. Pertanyaan ini tidak pernah saya terima.


"Ayah saya adalah orang yang yang baik", jawab saya.


"Beliau mengajari saya kebaikan dan empati kepada orang lain dengan caranya".


Suatu ketika, seorang salesman lampu neon mampir ke toko ayah saya. Ia curhat bahwa dagangannya belum laku, masih jauh dari target. Karena kasihan, ayah saya memborong dagangannya.


Lain waktu, seorang temannya mengeluh terlibat hutang piutang dan tidak mampu membayar. Akhirnya, sebuah televisi besar berkaki empat diboyong ke rumah kami sebagai ganti uang yang diberikan ayah saya kepada orang itu.


Rumah kami pun dipenuhi barang-barang yang sebetulnya tidak diperlukan. Barang-barang yang dibeli ayah saya karena kasihan. Ada jam tangan, batu permata, pesawat telepon, hiasan dinding, sepatu dan lain-lain.


Setiap mau berkunjung ke rumah keponakan-keponakannya, ayah saya selalu makan di jalan. Alasannya, beliau tidak mau merepotkan keponakannya untuk menyiapkan makanan.


Menjelang akhir hayatnya, beliau masih aktif membuka toko. Padahal, kondisi kesehatannya sudah tidak mendukung. Sekali lagi, alasannya juga bukan untuk dirinya sendiri. "Kalau papa nggak buka toko, kasihan karyawan, siapa yang gaji", demikan jawabnya.


Ayah saya adalah orang yang baik, dengan caranya. Saya berusaha menirunya, dengan cara saya. Saya ingin menjadi buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Insya Allah. Kumohon ridhoMu ya Allah...


Itulah "alasan" saya kenapa melakukan semua ini.


Mohon doanya untuk almarhum ayah saya. Beliau tidak sempat menyaksikan semua ini.


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Dengarkan wawancara live saya besok, Jumat jam 9 di Radio 68 H, 89,2 FM.

Empati Kita untuk Panitia Milad III TDA

Suasana rapat panitia Milad TDA di ruang meeting Wisata Makanan, JaCC, Jakpus


Action Members,
Saya menyaksikan sendiri bagaimana susah payahnya para panitia di bawah pimpinan Bu Diah dalam mensukseskan hajat kita bersama ini.

Sejak awal, Bu Diah telah melakukan road show ke TDA-TDA Wilayah utk menginformasikan dan mengundang kehadiran teman-teman di daerah.

Sebulan terkhir ini, rapat panitia selalu berlangsung maraton dari pagi sampai sore di ruang meeting Wisata Makanan JaCC. Yang pasti, banyak di antara panitia yang mengorbankan waktu libur dan bersama keluarganya demi terselanggaranya acara akbar tahunan TDA ini.

Saya pun, bersama Pak Iim dan yang lain kerap menemani panitia untuk bersilaturahim dan presentasi di hadapan calon pendukung dan sponsor. Terakhir, kami bersama-sama bertemu dengan tim dari Kompas.com, Ustadz Lihan dan pekan depan dengan Pak Tung.

Di bagian media relation, Pak Sonny juga tidak kalah sibuknya. Selepas dari Kompas ia pun meluncur ke Gedung Bapindo, untuk bertemu dengan konsultan Asia PR yang akan membantu mem-PR-kan event ini ke media-media.

Pak Irwan ke mana-mana membawa proposal karena diamanahi mencari sponsor. Bahkan, ketika akan hadir di Kompas.com harus berbalik arah lantaran dicegat hujan deras.

Bu Hani dan Bu Siska tidak kalah repotnya. Setiap saat SMS dan telepon berdering. Ada yang konfirmasi. Ada juga yang marah-marah, kok status pembayarannya belum terdaftar juga.

Yah, kalau mencari permakluman, rasanya tidak pada tempatnya juga ya. Yang jelas saya melihat panitia telah bekerja semaksimal mungkin dengan segala kemampuannya yang terbatas. Harap maklum, mereka juga punya bisnis sendiri, atau bekerja atau urusan keluarga.

Saya sendiri sangat maklum dengan semua kondisi keterbatasan ini. Karena saya menyaksikan sendiri prosesnya.

Saya harap teman-teman sekalian juga demikian. Lapangkanlah dada dan luaskanlah pintu maaf atas segala kekurangan panitia ini.

Kita dukung kesuksesan hajat bersama ini dengan peran kita masing-masing. Ada yang membantu dengan tenaganya, ada yang dengan pikirannya, ada yang dengan dananya, ada yang dengan informasi dan akses yang dimilikinya. Bagi yang tidak terlibat langsung, paling tidak dengan pengertian, pintu maaf dan kesabarannya.

Sekali lagi, TDA hadir, eksis dan tumbuh berkembang untuk kita semua. Bukan untuk saya atau segelintir orang. TDA hadir karena memang memberi manfaat bagi seluruh anggotanya, tanpa terkecuali. Maka, TDA juga harus tumbuh dan eksis karena keberlangsungannya ditopang oleh keterlibatan seluruh membernya yang merasa memiliki TDA.

Marilah, kita berempati dengan segala jerih payah panitia ini. Paling tidak, kita doakan semoga Bu Diah cs diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah ini.

Terima kasih.


Wassalam,


Bersama TDA Menebar Rahmat


Roni, Founder Komunitas TDA

Bisnis untuk Menolong Orang, Berbisnis dengan Logika Hati

Sekali lagi saya bertemu dengan Ustadz Lihan. Kemarin pagi. Bersama Pak Iim dan panitia Milad III TDA di Hotel Crowne, tempat ia menginap selama di Jakarta.

Sekali lagi ustad miliarder ini meyakinkan saya dan teman-teman dengan keyakinannya dalam berbisnis yang berbeda dengan kebanyakan pebisnis.


Alasan utamanya memulai sebuah bisnis adalah ingin menolong orang lain, dengan memperkerjakan mereka. Profit atau keuntungan menjadi adalah nomor dua. Itu hanya sebagai dampak saja.


"Apakah Ustadz tidak mempelajari dulu feasibility study-nya, atau kapan BEP-nya?", tanya saya yang saya yakin juga mewakili rasa penasaran teman-teman.


"Nggak", jawabnya langsung. "Saya hanya menghitung berapa banyak orang yang terlibat (baca: tertolong) dari bisnis ini".


Wah, kalau kami terus terang masih jauh dari cara berpikir seperti itu. BEP dan profit tetap menjadi acuan utama dalam memulai bisnis.


Begitulah pengusaha dari Martapura yang sempat menggemparkan dengan transaksi berlian Putri Malunya yang fenomenal itu.


Kami, yang level spiritualnya masih merangkak ngos-ngosan itu yakin dan percaya itu. Tapi, dalam prakteknya, rasanya masih sulit untuk menerapkan "teori "berat itu.


Dalam pertemuan sebelumnya dengan saya, Ustadz Lihan pernah bercerita tentang bisnis rumah makannya yang terus sepi dan merugi sampai 6 bulan. Tapi ia tetap bersikukuh mempertahankan bisnis itu dengan alasan tidak ingin memecat karyawannya.


Apa yang terjadi kemudian?

Di bulan berikutnya ada yang berminat menyewa ruangan di atas rumah makan itu untuk dijadikan kursus bahasa Inggris. Peminatnya membludak dan berdampak kepada rumah makan itu.


"Percayalah, kalau anda berbisnis dengan niat menolong orang lain, anda pasti akan didoakan oleh orang banyak", lanjutnya. Saya percaya itu. Semakin banyak yang mendoakan kita, tentu semakin lancar bisnis kita.


Saya ingat kata-kata dari Pak Haji Ali, sesepuh dan penasehat TDA itu. "Tolonglah hamba Allah, dan Allah akan menolongmu". Terbukti.


Pak Sonny, salah seorang panitia Milad III TDA bercerita kepada saya sepulang dari pertemuan dengan Kompas.com beberapa hari lalu. Ia mendirikan GwGuyur, tempat cuci motor kurang lebih setahun lalu. Niatnya juga sama, ingin menolong orang, membuka lapangan pekerjaan. Sekarang cabangnya sudah 13. Masing-masing cabang menyerap sekitar 8 orang tenaga kerja. Silakan dikalikan 13.


Sekarang pilihan di tangan kita. Mau berbisnis dengan logika (otak kiri), otak kanan, atau dengan hati. Kalau dengan hati, itulah yang namanya beyond business...


Salam FUUUNtastic
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Oya, hari ini profil saya dan Manet hadir di rubrik Inspirasi Koran Kontan selama 3 hari berturut-turut. Baca ya...

Hati-Hati dengan Para Pencuri Ide

Pernahkah ide anda dicuri orang? Saya pernah. Cukup sering juga.

Dongkol juga sih.


Habis, mau diapakan. Dituntut? Ide itu masih masuk domain "free", menurut saya. Siapa saja bisa memanfaatkannya.


Cuma, lain kali saya akan lebih berhati-hati saja. Terutama jika ketemu orang kaya atau perusahaan besar. Biasanya merekalah yang lebih agresif mencuri ide. Ya, mereka dengan kebesaran perusahaan dan kapitalnya, biasanya malah kering dengan ide-ide baru dan segar.


Ada seorang pengusaha kaya menawarkan kerja sama dengan Manet. Niatnya, ia ingin men-supply kebutuhan produk kami. Mulai dari bahan, disain sampai produksinya. Tentu saja kami senang sekali.


Saya pun menceritakan tentang Manet ini. Bla..bla... bla. Dengan penuh semangat, tentu saja. Ia begitu terpikat untuk bekerja sama. Janji pun dibuat.


Tunggu punya tunggu, janji itu tidak kunjung terpenuhi. Semangat saya menurun. Akhirnya saya pun lupa.


Janji itu pun tidak dipenuhinya. Eh, tiba-tiba anaknya membuka bisnis serupa dengan Manet. Hmm...


Lain kesempatan saya bertemu lagi dengan sebuah perusahaan besar ternama di bidang busana muslim. Saya tidak usah sebut namanya. Sangat terkenal. Ia menawarkan kerja sama yang kurang lebih serupa.


Saya, sekali lagi, terpikat dengan antusiasmenya. "Nanti Manet akan kita support dengan konsep yang begini...begini...begini", kata salah satu ownernya. Sekali lagi, saya tentu saja senang sekali dengan janjinya. Bayangkan, Manet akan disupport oleh perusahaan ternama.


Nyatanya, waktu 10 hari yang dijanjikan terlewati. Sebulan, dua bulan, akhirnya saya pun lupa. Belakangan, perusahaan itu muncul dengan satu brand baru yang konsepnya kurang lebih sama dengan Manet.


Saya tidak kapok. Masih terus percaya bahwa tidak semuanya begitu.


Saya coba lagi dengan mitra lain. Ia adalah seorang supplier lama di sebuah jaringan ritel ternama di Indonesia. Ia tinggal di sebuah perumahan elite di bilangan utara Jakarta. Rumahnya besar sekali. Dua kavling dijadikan satu. Bayangkan, betapa sukses dan kayanya dia. Saya berpikir, orang sekaya ini tidak akan berbuat serupa, mencuri ide saya.


Nyatanya dugaan saya salah lagi. Belakangan ia menjadi salah satu pesaing saya.


Masih ada contoh pengalman lain? Masih. Daftar saya masih cukup panjang. Cuma, terlalu panjang kalau diceritakan di sini.


Intinya adalah, para pengusaha kaya (biasanya mereka sudah senior), atau perusahaan besar, biasanya mereka sudah mengalami stagnasi. Mereka kekurangan ide untuk berkembang. Meski pun duitnya banyak.


Nah, mereka mencari ide-ide baru untuk melakukan terobosan.


Sekarang istri saya jadi cerewet. Setiap mau ketemu dengan calon mitra baru, apalagi yang besar-besar, ia selalu mewanti-wanti saya dengan keras, "Awas, Uda jangan banyak omong ya". Ia khawatir, karena saya punya kebiasaan sering keceplosan ngomong.


Memang, kalau sudah berbicara, orang biasanya terpukau dengan ide-ide saya. Entah kenapa. Mungkin karena saya bicara dengan antusias dan penuh semangat. Apalagi setiap ide saya itu didukung oleh referensi yang terbilang lengkap dan canggih. Maklum, saya mengamati apa saja, dan membaca apa saja. Jadi presentasi saya itu begitu meyakinkan, canggih dan penuh referensi.


Kapokkah saya? Nggak juga. Cuma lain kali lebih hati-hati saja. Terutama dengan perusahaan besar.


Saya ingat kata-kata Pak Perry Tristianto (juragan jaringan factory outlet di Bandung). "Nggak ada tuh, perusahaan besar yang mau bantu kita. Justru kitalah yang bantu mereka". Saya mengiyakan pendapatnya itu. Berdasarkan pengalaman.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Gambar: wallet_stealing

Jangan Tunda Pelaksanaan Ide-Ide yang Baik

Pagi ini saya menemukan kutipan menarik. Sebuah kutipan yang sempat membuat saya tersentil.

Begini kutipan lengkapnya: "Jangan tunda pelaksanaan ide-ide yang baik. Kemungkinan ada orang lain yang memikirkannya juga. Sukses datang kepada orang yang bertindak lebih dulu".


Saya mengakui bahwa banyak sekali ide-ide yang saya lontarkan akhirnya hanya sekedar ide saja. Tidak sampai tahap eksekusi. Padahal ide itu menurut saya brilian sekali.


Saya mengamati beberapa ide saya telah "diambil" oleh perusahaan lain dan mereka mempraktekkannya dengan sukses.


Kemarin saya membicarakan ide yang pernah saya lontarkan beberapa tahun lalu kepada istri saya. Saya ingat sekali ketika itu kantor Manet masih ngontrak di sebuah ruko kecil di bilangan Kemandoran, Jakarta Selatan.


Saat itu sore hari, setelah semua karyawan pulang, saya memaparkan ide itu kepada istri saya dengan semangat berapi-api.


Saya buat corat-coret di kertas putih. Begini..., begini...., begini... kata saya dengan semangat empat lima. Setelah itu begini..., begini..., begini....


Istri saya, seperti biasa, tidak banyak komentar. Dan biasanya selalu mengiyakan ide-ide saya. Semangat saya pun dengan segera menularinya.


Ide ini canggih. Orisinal dan belum ada yang memulainya.


Tapi itu cerita lama. Cerita 2 atau 3 tahun lalu. Sekarang?


Sekarang ide itu tetap menjadi ide. Ide yang punya potensi menghasilkan sesuatu yang dahsyat, tapi tidak teraktualisasi.


Sekarang ide itu telah "diambil" oleh beberapa perusahaan lain dan mereka telah mengeksekusinya dengan baik.


Bagaimana dengan anda? Apakah pernah mengalami seperti saya?

Rasanya geregatan ya....


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Gambar: ideanalyses.sourceforge.net

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO