Milad III TDA Akan Menjadi Embrio Festival Entrepreneur Indonesia

Tanggal 6, 7, 8 Maret 2009 nanti Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang Festival Jazz kelas dunia, Java Jazz Festival 2009. Ratusan musisi jazz dari luar dan dalam negeri akan menyajikan permainan terbaiknya di hadapan puluhan ribu penonton dengan 15 lebih panggung megah di JCC.

Penonton tinggal pilih mau nonton yang mana, sesuai seleranya. Mau yang easy listening, mau yang jazz romantis, mau jazz yang "keriting", mau yang mainstream, mau yang jazz rock, silakan pilih. Mau jazz yang cocok buat pemula dan penggemar kelas berat pun tersedia.


Selain juga ada special show, yang biasanya diisi oleh musisi-musisi yang lagi naik daun atau populer. Untuk kali ini Peabo Bryson, Jason Mraz, Swing Out Sister dan Brian McKnight yang akan hadir. Drummer Dave Weckl dan Ivan Lins, pianis dan vokalis asal Brazil yang suaranya eksotis itu adalah incaran saya. Harga special show itu pun beda. Lebih tinggi tentunya.


Tapi, menurut saya, tetap saja murah. Bayangkan, 15 panggung berakustik terpuji dengan puluhan musisi kelas dunia, cuma bayar Rp. 250.000 saja. Bandingkan jika musisi itu datang satu per satu. Untuk nonton Fourplay saja di Tennis Indoor Senayan harus merogoh kocek Rp. 400 ribuan.


Saat ini, Java Jazz Festival telah menjadi salah satu festival terbesar di Asia, bahkan di dunia. Sekelas dengan North Sea Jazz Festival di Den Haag yang legendaris itu.


Sejak berdirinya TDA dengan penyelenggaraan Milad tahunannya, saya membayangkan suatu saat Milad TDA ini bakal dibuat mirip dengan Java Jazz Festival.


Milad TDA akan menjadi embrio "Festival Entrepreneur Indonesia", di mana semua entrepreneur Indonesia mulai dari kelas kaki lima sampai kelas atas berkumpul untuk sharing ilmu dan pengaalaman dan merayakan Hari Entrepreneur Indonesia.


Di Indonesia ada hari buruh, hari pelanggan, hari guru dan sebagainya. Tapi belum ada Hari Entrepreneur Indonesia. Ini yang perlu kita gagas. Karena kita percaya, sebuah negara akan di hargai di mata dunia karena kuatnya semangat entrepreneurship di kalangan warga negaranya. Lihatlah Jepang, Amerika, Korea, Cina, mereka begitu digjaya lantaran kekuatan ekonomi yang digerakkan oleh para entrepeneur.


Sekarang, semua negara menengokkan kepada dengan heran campur kagum ke arah India, karena menyumbang banyak warganya masuk dalam daftar Top Ten orang terkaya di dunia. Indonesia kapan?


Milad III TDA kali ini adalah miniatur dari visi itu. Milad TDA kali ini dibuat seperti Java Jazz Festival yang menampilkan para pengusaha sukses dari berbagai aliran bisnis. Mereka akan membawakan topik-topik mulai dari bagaimana memulai bisnis, mengelola sampai membesarkannya.


Tersedia 8 panggung seminar dan talkshow serta 4 inspirator sebagai "special show"nya. Anda silakan pilih, bagi yang belum memulai bisnis, silakan ikuti talkshow tentang memulai bisnis dari para member TDA yang sudah sukses. Mau tahu seluk beluk dan peluang bisnis online, silakan duduk di depan panggungnya Pak Nukman Luthfie. Mau tahu kiat-kiat mengelola bisnis, monggo, ikuti seminarnya Pillar Consulting. Bagaimana membesarkan bisnis? Silakan dengar ceramahnya ActionCOACH. Mau belajar tentang brand, silakan dengarkan petuahnya Sumardy dari Octobrand. Atau ingin tahu tentang new wave marketing yang katanya sedang menjadi tren pemasaran terkini, silakan duduk manis di seminarnya Yuswohady dari MarkPlus.


Bagaimana dengan Special Show di hari kedua? Nah, inilah puncaknya. Empat inspirator akan dihadirkan, satu di antaranya masih dirahasiakan sebagai kejutan. Yang jelas, Ustadz Lihan, miliarder yang hanya lulusan Aliyah itu sudah menyatakan kehadirannya dan membagikan resep suksesnya. Demikian juga Jamil Azzaini yang akan berbagi resep Sukses Mulia. Resep untuk tidak sekedar sukses, tapi Beyond Success. Begitu juga Tung Desem Waringin, yang juga menyatakan kesanggupannya untuk hadir. Saya akan mengajukan "special request" kepada beliau untuk menyampaikan sesuatu yang berbeda dibandingkan seminar-seminarnya terdahulu.


Selain itu, ada juga acara lain yang juga tidak kalah serunya. Ada TDA Expo di mana para member bisa memamerkan produk dan menawarkan peluang bisnis dan kerja sama bagi pengunjung. Juga ada Business Matching atau "ajang perjodohan" bisnis. Di mana para member yang tertarik dengan bisnis tertentu dapat bertemu langsung secara one on one dengan pemilik bisnis yang diminati. Ini tentu menarik bagi para pemula atau pun mereka yang ingin mendiversifikasikan bisnisnya.


Selain itu ada juga penghargaan-penghargaan untuk para member berprestasi, sharing sesama member, silaturahim di antara member dari seluruh Indonesia. Agenda tetap, tentunya ada "Wisuda" para TDB yang telah mendeklarasikan diri menjadi TDA. Dan yang baru, adalah pemberian penghargaan TDA Challenge kepada member yang telah berhasil meningkatkan kinerja bisnisnya minimal dua kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya.


Sesuai dengan temanya utamanya sejak awal, Milad kali ini tetap mengusung tema Sharing, Educating, Inspiring, Movivating, Rewarding, Challenging dan Celebrating.


Sekarang saya mau tanya, berapa kira-kira "nilai" dari acara Milad ini? Satu juta? Sepuluh juta? Satu miliar? Sepuluh miliar? Semua itu tergantung kepada apa yang akan anda dapatkan nantinya dari hasil investasi ini.


Nah, berapa harga yang harus anda bayarkan untuk semua itu? Kemarin saya dikritik oleh adik saya. Menurutnya acara Milad TDA itu terlalu murah. Saya hanya menjawab, itulah TDA....


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Founder TDA


NB: Mau daftar Milad TDA? Silakan klik di sini

Milad 3 TDA: Menghadirkan 8 Seminar dan 4 Inspirator

Delapan Seminar Luar Biasa di Hari Pertama

Siapa saja member TDA yang ngga datang di Acara Milad 3 TDA 28 Pebruari - 1 Maret 2009 ini bakalan rugi. Bayangkan, pada Hari-1 yang memang difokuskan untuk acara sharing knowledge ini, akan hadir 8 Nara Sumber Kompeten dibidangnya. Sharing knowledge ini akan dikemas dalam bentuk Seminar dan Talkshow dalam 2 ruangan yang berbeda. Dijamin, Anda akan mendapat "daging" semua !


Anda ingin tahun siapa saja Pakar di hari pertama itu ?


Seminar 1: Topik HOW TO START UP YOUR BUSINESS SMATRLY. Seminar yang akan mengupas tuntas cara yang benar, tepat dan cerdas untuk memulai bisnis. Akan dibawakan oleh Member TDA yang telah memenangkan penghargaan nasional dibidang kewirausahaan, juga Member TDA yang terbukti sukses memulai bisnisnya.


Seminar 2 : Topik SELF MANAGEMENT. Seminar yang mengupas bagaimana Anda mampu mengusai basic manajemen untuk bisnis Anda, sehingga bisnis bisa dimulai dengan baik, berkembang dengan cepat dan semuanya terkelola dengan benar. Dibawakan oleh PILAR Consultant - Business Accelerator.


Seminar 3 : Topik STILL GROWTH - Bangkit dan Tetap Tumbuh di 2009. Seminar yang menunjukkan Anda strategi, action dan sudut pandang baru untuk dapat memelihara semangat bertahan dan menumbuhkan bisnis Anda di era krisis global 2009. Dibawakan langsung oleh ACTION COACH, yang sudah sangat dikenal sebagai Business Coach yang sukses meng-coach pengusaha-pengusaha menuju sukses.


Seminar 4 : Topik ONLINE BUSINESS 2.0. Seminar yang akan membedah strategi berbisnis online yang benar, strategi marketing online yang tepat, juga bagaimana membangun online brand yang kuat. Dibawakan langsung oleh Nukman Luthfie dari Virtual Consulting (Internet Business, Strategy & Marketing Indonesia), yang kita kenal telah melahirkan portal-portal besar di Indonesia, juga portal TDA.


Seminar 5 : Topik ENTREPENEUR Become HORISONTAL. Seminar yang akan mungupas fenomena baru dalam buku CROWD akan dibawakan langsung oleh penulisnya Yuswohady (Chief Executive of MarkPlus Institut of Marketing). Dalam blog-nya Yuswohady menyebut TDA sebagai Value-Creating Community. Bagaimana dunia kewirausahaan bisa semakin berkembang secara horisontal ? dengan kolaborasi bernilai melalui Web 2.0 ? Inilah cara baru memulai usaha dengan berjejaring dengan pewirausaha lainnya.


Seminar 6 : Topik ALL ABOUT BRANDING. Seminar yang mengupas prinsip-prinsip utama Branding ini akan dibawakan oleh Sumardy, Head of Consultant, Octovate Consulting Group. Octovate di Indonesia sangat berpengalaman menggarap branding perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana sebenarnya kebutuhan dan strategi branding yang tepat bagi wirausaha ? Anda harus hadir di seminar ini.


Seminar 7 : Topik PELUANG SUKSES DI INDUSTRI KREATIF. Era industri kreatif telah dicanangkan oleh pemerintah pada tahun ini. Seminar ini akan membedah apasaja peluang-peluang besar di Industri Kreatif. Akan dibuka cakrawala baru ide-ide bisnis yang kreatif. Seminar ini langsung dibawakan oleh pelaku usaha yang sukses di industri ini. Siapa dia ? Anda akan tahu jawabannya di seminar nanti.


Seminar 8 : Topik SUKSES BISNIS GARMEN BUSANA MUSLIM. Talkshow ini menghadirkan pemain-pemain lama dan besar di bisnis garmen busana muslim. Siapa tidak kenal Itang Yunasz dengan Preview-nya, juga nama besar lainnya yang telah melahirkan merek-merek Kerudung/Jilbab populer. Mereka akan dihadirkan bersamaan untuk membedah sukses bisnis busana muslim mereka.


Empat Pembicara Tamu yang Inspiring Akan Hadir di Hari Kedua


Siapa saja member TDA yang ngga datang di Acara Milad 3 TDA 28 Pebruari - 1 Maret 2009 ini bakalan rugi berlipat-lipat. Kalau pada Hari-1 yang memang difokuskan untuk acara sharing knowledge ini, maka Hari-2 akan hadir pelaku usaha dan pembicara yang telah meng-inspirasi banyak orang.


Inspirator 1 : Sukses Bisnis Gaya Ustad Lihan.
Siapa tak kenal Ustad Lihan ? pembeli batu intan seharga milyaran ? dermawan penyumbang acara-acara religius? Pebisnis yang memiliki beberapa perusahaan ? Ya, Milad 3 TDA menghadirkan sang Ustad untuk memberikan "tausiah bisnis". Dapatkan inspirasi baru yang membumi pada sesi Inspiring pertama ini.


Inspirator 2 : Inspiring for All.
Pembcara 2 ini masih dalam konfirmasi, tapi kami akan menghadirkan kejutan buat Anda. Dapatkan inspirasi baru pada sesi Inspiring kedua ini.


Inspirator 3: Jamil Azzaini.
Jamil Azzaini yang dikenal dengan rumus SUKSESMULIA akan kami hadirkan untuk memberikan Ispirasi Sukses Mulia bagi Member TDA. Inspirasi baru menuju sukses akan dituturkan dalam sesi Inspiring ketiga ini.


Inspirator 4: Tung Desem Waring (TDW).
Heboh saat meluncurkan buku Marketing Revolution, TDW telah menginspirasi banyak orang. Gegap gempita dunia kewirausahaan tidak lepas dari euforia ala TDW. Seminar Financial Revolution-nya telah dihadiri ribuan orang, dengan ratusan testimoni sukses. Di Milad 3 TDA, kami meminta Pak Tung untuk memberikan "sesuatu yang baru" hanya untuk member TDA.


Salam FUUUNtastic!
Panitia Milad III TDA

Yuswohady : TDA, Crowd dan "Era Sejuta Bill Gates"

Saya dapatkan tuliskan testimoni tentang TDA dari Bapak Yuswohady dari blognya dan halaman Facebook-nya. Beliau adalah murid terbaik Pak Hermawan Kartajaya, saat ini adalah

Chief Executive, MarkPlus Institute of Marketing (MIM), divisi training & education MarkPlus Inc.

Kami mengunjungi beliau karena buku terbarunya CROWD sedang menjadi pembicaraan di dunia marketing dan menjadi fenomena baru dengan lahirnya era newwave marketing dan horizontal marketing. TDA yang sebuah komunitas para entrepreneur ini tidak disadari telah menggunakan horizontal marketing dalam berkomunikasi seperti yang beliau tulis.

Selain buku CROWD, beliau telah menulis 40 buku, salah satu best sellernya adalah Marketing in Venus bersama Hermawan Kartajaya. Beliau juga rutin menulis di majalah Warta Ekonomi, majalah Business Review, majalah Franchise, Harian Jurnal Nasional.

Secara khusus beliau akan tampil di Milad 3 TDA membawakan materi Horizontal Marketing. Pastikan teman2 hadir dan mendapatkan ilmu dari beliau.

Berikut saya copy pastekan apa yang ia tulis tentang TDA : (terima kasih banyak Pak Yuswohady)


Iim Rusyamsi, Presiden TDA

================


Minggu lalu saya ketemu mas Iim Rusyamsi, Rosiham, dan mbak Inez dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA "beroperasi" membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut "VALUE-CREATING COMMUNITY" berlangsung dalam format sederhana di komunitas yang baru berusia 3 tahun ini.

Sebelumnya saya membayangkan value-creating community ini hanya ada pada kasus-kasus hebat seperti komunitas Linux, komunitas Mozila Firefox, komunitas programer amatir Nokia, komunitas InnoCentive, komunitas Wikipedia, atau komunitas Facebook. Tapi rupanya cikal bakal komunitas pencipta nilai ini sudah ada di negeri ini. Saya pun berharap komunitas seperti TDA ini bisa menjadi model terbentuknya komunitas-komunitas sejenis secara massal di negeri ini.

Bermula Dari Blog

Sebagai background ada baiknya jika saya ceritakan sedikit sejarah berdirinya komunitas ini. Komunitas ini didirikan oleh Badroni Yuzirman yang berawal dari sebuah blog yang ditulisnya. Dari blog yang cenderung "memprovokasi" pembacanya untuk menjadi pengusaha itu kemudian tercetus ide melakukan kopi darat dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut.

Dari talkshow itulah diperkenalkan "Tangan Di Atas" sebagai nama komunitas ini, yang kemudian diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung take action memulai bisnis dengan membuka kios di ITC Mangga Dua. Untuk memperlancar komunikasi, koordinasi dan diskusi mengenai problem bisnis merka, maka dibuatlah mailing list. Mailing list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota mencapai ratusan orang. Dalam rumusan visi-misinya, komunitas ini memiliki tujuan mulia mencetak pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Bahkan di dalam misinya secara jelas ditargetkan komunitas ini berambisi mencetak 10.000 pengusaha miliarder sampai dengan tahun 2018. Untuk mewujudkannya, mereka menggunakan medium komunitas. Kenapa? Karena mereka meyakini bahwa dengan berbagi, saling mendukung, memecahkan persoalan bersama, dan bersinergi satu sama lain, persoalan seberat apapun akan mudah terpecahkan.



Jumlah anggota komunitas ini sampai saat ini sudah sekitar 5000 orang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Member komunitas ini secara umum dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, TDA (Tangan Di atas), yaitu member yang sudah full berbisnis dan dalam upaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi. Kedua, TDB (Tangan Di bawah), yaitu member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA. Ketiga, Ampibi, yaitu member yang masih dalam tahap peralihan dari TDB ke TDA dengan melakukan bisnis secara sambilan.

Untuk memasilitasi para member-nya komunitas ini telah menjalankan beragam kegiatan produktif yang begitu padat. Kegiatannya mulai dari seminar, workshop, pameran, diskusi online, webinar, business coach, buka kios bersama, leverage game, CSR, kelompok-kelompok diskusi Mastermind, dan sebagainya. Semua kegiatan itu dijalankan untuk memasilitasi dan mengantarkan member menjadi TDA yang sukses.

Value-Creating Community

Balik ke topik semula. TDA saya sebut value-creating community karena sekelompok orang yang punya minat, keinginan, dan visi yang sama bergabung, berkomunikasi, berinteraksi, berkolaborasi, berdiskusi, saling belajar, saling bertukar informasi, saling memberi ide, dan saling memberi solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Berbeda dengan komunitas-komunitas yang ada sebelumnya, komunitas ini memanfaatkan web 2.0 tools dan social media seperti blog, milis, Facebook, Multiply, Yahoogroups, YM, dan lain-lain untuk memasilitasi aktivitasnya. Saya kira MASS COLLABORATION dalam format yang sederhana terjadi di dalm komunitas ini.

Mereka membentuk komunitas untuk mengambil manfaat dari apa yang oleh James Surowiecki disebut "WISDOM OF CROWD". Mereka meyakini prinsip dasar bahwa "WE are smarter than ME": bahwa sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama pasti hasilnya jauh lebih bagus, lebih sempurna, lebih hebat, lebih solid, lebih cepat, lebih efisien, lebih produktif. It's the power of crowd. Mereka melakukan apa yang disebut kolaborasi secara kolektif di antara member untuk menciptakan nilai. Istilah kerennya: "mass collaboration for value creation".

Menariknya, proses komunikasi dan kolaborasi itu berlangsung secara horisontal dan natural. Horisontal, karena di dalam komunitas itu tak ada sebuah otoritas formal yang mengontrol kerja dari komunitas ini. Kalaupun di situ ada mas Iim dan timnya, itu lebih bersifat memasilitasi, bukan mengatur apalagi menginstruksikan dan mengontrol kerja dari komunitas ini.

Di sini tak ada kooptasi dari Kementrian Koperasi dan UKM; tidak ada instruksi dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga; tak ada dana INPRES. Mereka juga tidak menjual proposal ke World Bank atau IMF. Mereka bukanlah komunitas malas yang menunggu datangnya subsidi dan bantuan dari pemerintah atau lembaga donor. Semua kebutuhan dana dicukupi sendiri secara mandiri, kalau perlu pakai saweran. Itu pula sebabnya UKM-UKM binaan pemerintah atau LSM selalu loyo, tak pernah bisa sesolid mereka. Kenapa? Karena mindset dan landasan berpikir komunitas yang dibangun Pemerintah dan LSM 180 derajat berbeda dengan komunitas ini.

Karena mereka memiliki "mimpi besar" yang sama untuk menjadi great entrepreneur, mereka mampu menyatukan langkah dan menyingkirkan semua persoalan yang menghadang untuk mewujudkan mimpi tersebut. Mereka membentuk apa yang saya sebut "network of trust" yang memungkinkan komunitas ini bekerja secara seamless, "self-managed ", self-coordinated", "self-governed" berdasarkan pola kerja bersama yang mereka sepakati. Itu sebabnya mas Iim menyebut komunitas ini: "trust-based community".

Jujur, selama berbulan-bulan menulis CROWD: "Marketing Becomes Horizontal" saya mendambakan adanya sebuah komunitas penciptaan nilai yang mampu memberikan kontribusi besar bagi negeri ini. Sebuah komunitas yang mampu memberdayakan setiap potensi individu dan mengambil manfaat dari kekuatan collective wisdoms. Selama menulis buku waktu itu memang yang ada di benak saya adalah komunitas Linux, komunitas Mozila Firefox, komunitas YouTube, komunitas InnoCentive. Tapi rupanya, dalam format yang sederhana tapi down to earth, value-creating community itu sudah hadir di negeri ini.

Dua minggu lalu saya surprise, karena value-creating community yang memanfaatkan social media ini juga telah hadir dalam format yang sederhana di dunia sastra. Dalam artikelnya, Sastra Pun Berdiaspora, (Minggu, 11 Januari 2009), Kompas menengarai munculnya fenomena "era booming sastrawan". Kata Kompas, saat ini sedang terjadi boom munculnya sastrawan-sastrawan baru dalam jumlah yang besar, yang lahir tak hanya dari kalangan sastrawan tapi juga dari kalangan mahasiswa, anak-anak SMA, remaja-remaja gaul, buruh pabrik, ibu rumah tangga, anak jalanan, hingga pembantu rumah tangga. Bagaimana boom sastrawan ini bisa terjadi? Biangnya adalah media sosial yang memungkinkan siapaun kita bisa membicarakan, berdiskusi, membaca, dan menulis puisi. Media sosial itu bisa berupa komunitas-komunitas penggandrung sastra (contohnya di tulisan itu: Komunitas Bunga Matahari, Komunitas Lingkar Pena, dsb) juga media-media sosial seperti situs-situs Blogspot, Multiply, Worpress,
Friendster, atau Facebook.



Para penggiat sastra itu membentuk "crowd" atau komunitas yang menjadi medium bagi mereka untuk belajar, bertukar pikiran, berdiskusi, dan akhirnya menghasilkan karya. Proses penciptaan karya sastra kini sudah tidak dilakukan secara sendiri-sendiri (merenung di pucuk gunung atau di pinggir pantai yang sepi) tapi melalui social media seperti komunitas online atau situs jejaring sosial seperti Facebook untuk mengambil manfaat dari adanya "wisdom of crowd" seperti halnya yang terjadi pada komunitas TDA.

"Sejuta Bill Gates"

Ngobrol panjang dengan mas Iim, mas Rosihan, dan mbak Ines tentang TDA mengingatkan saya tentang buku powerful yang ditulis Thomas Friedman, The World Is Flat. Dalam buku itu Friedman memprediksi munculnya "jaman keemasan" di mana akan lahir 3 miliar individu dari India, Cina, Rusia dan beberapa negara industri baru seperti Brasil, Malaysia, hingga Vietnam yang saling berkolaborasi sekaligus berkompetisi secara virtual-global untuk menghasilkan inovasi-inovasi dan value creation dalam kuantitas dan kualitas yang tak terbayangkan dalam sejarah umat manusia.

Tiga miliar individu itu akan merupakan spesialis-spesialis yang saling berinteraksi, saling sharing knowledge, saling berkolaborasi kerja satu sama lain untuk menghasilkan invasi-inovasi besar sekelas Linux atau membentuk perusahaan hebat sekelas eBay atau Google. Ketika 3 miliar individu itu memiliki akses kepada perangkat-perangkat kolaborasi (tools of collaboration) berbasis internet maka mereka akan menjadi spesialis yang siap untuk "plug & play" di dalam jaringan kerja virtual-global yang sangat efisien, seamless, self-governed, dan sangat powerful.

Di dalam jaringan ini, betul-betul yang menjadi main driver-nya adalah individu-nggak ada lagi negara, nggak ada lagi IMF atau WTO, nggak ada lagi multinational corporation. Karena itu Friedman menyebut saat itu sebagai era pemberdayaan individu: "Individual empowerment".

Karena energi dan potensi individu terlepaskan ("unleash") dengan adanya mass collaboration, maka dunia nantinya akan mampu memproduksi orang hebat macam Bill Gates atau Steve Jobs bukan hanya dalam jumlah puluhan atau ratusan, tapi bisa mencapai miliaran. Friedman bahkan sudah menyebutkan angka pastinya: 3 miliar. Miliaran individu hebat akan menghasilkan jutaan inovasi hebat, jutaan teknologi hebat, jutaan perusahaan hebat, jutaan organisasi hebat, alangkah indahnya.

Terus terang saat membaca hipotesis itu, saya berguman Friedman sedang ngelantur. Namun begitu seminggu lalu saya mendengar cerita mas Iim, mas Rosihan, dan mbak Inez, saya jadi takjub: "Rupanya apa yang divisikan Friedman bukanlah omong kosong."

Seperti Friedman saya bermimpi ("I have a dream …" kata Martin Luther King), kehadiran TDA dan "TDA-TDA lain" yang bakal menyusul akan mampu melahirkan sejuta entrepreneur hebat sekelas Bill Gates di Indonesia. Saya tidak muluk-muluk seperti Friedman. Tak usah "3 miliar", didiskon cuma jadi "sejuta" saja sudah alhamdulillah. Jadi dengan mass collaboration, kini kita sedang menyongsong sebuah era keemasan di mana akan lahir sejuta Bill Gates di negeri ini. Saya menyebut era itu "ERA SEJUTA BILL GATES"

…Mari kita songsong: "ERA SEJUTA BILL GATES"

Yuswohady
http://yuswohady.com

Kerjasama Saya dan Itang Yunasz, Mohon Doa dan Dukungannya

Insya Allah, beberapa bulan ke depan saya dan perancang busana kondang, Itang Yunasz akan meluncurkan sebuah produk dan brand baru untuk busana muslim. Kami menyepakatinya dengan merek Marakesh by Itang Yunasz. Brand ini nantinya akan fokus untuk busana muslim wanita berbahan kaos.

Sample-sample produknya sendiri sudah siap, cuma mengenai waktu launchingnya masih belum kami temukan waktu tepatnya. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan ke depan, sudah bisa beredar di Indonesia.


Pertemuan dan perkenalan saya dengan Mas Itang (ia lebih suka dipanggil Mas ketimbang Uda, padahal kami sama-sama dari Minang) berawal dari shooting acara Welcome To BCA di MetroTV beberapa bulan lalu.


Saya sendiri ketika itu tidak tahu kalau dipasangkan dengan perancang yang juga pernah meluncurkan beberapa album lagu yang cukup laris itu. Sebelum shooting, kami berbincang sebentar dan Mas Itang sempat melontarkan ide untuk kerja sama. Ia tertarik dengan cara saya memasarkan dan konsep di balik produk Manet. Saya pun berjanji akan mampir ke kantornya yang sangat dekat dengan kantor Manet.


Namun, karena kesibukan dan juga lupa, pertemuan itu tidak terlealisasi. Kami pun putus kontak. Suatu hari saya menerima SMS dari Pak Adib Munajib yang mengabari bahwa ia telah memberikan nomor HP saya ke Mas Itang. Rupanya Mas Itang menanyakan nomor saya kepada Pak Adib melalui Facebook.


Tidak lama setelah itu, Mas Itang mengontak saya dan meminta saya untuk datang ke kantornya.


Ternyata, Mas Itang sudah siap dengan sebuah ide bisnis baru dan menawarkan kolaborasi dengan saya. Dan kebetulan sekali, idenya Mas Itang itu juga klop dengan ide saya. Ibarat botol ketemu tutupnya. Saya pun menyambut positif tawaran ini.


Sungguh, ini sebuah peluang dan tantangan baru buat saya. Berkolaborasi dengan seorang perancang kondang selevel Mas Itang ini belum terbayangkan sebelumnya.


Mungkin ini rahasia dari Allah. Kenapa Mas Itang menjatuhkan pilihan ke saya juga misteri Allah. Padahal, banyak pihak yang telah "melamarnya" tapi, selalu ditolak.


Mohon doa dan dukungan teman-teman ya. Semoga kerja sama ini mendapat berkah dan ridho dari Allah, dan juga sukses tentunya.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Maheka Yanti: Inspiring TDA Member dari Bali

Salah satu member TDA yang langkahnya cukup menginspirasi adalah Mbak Eka ini. Meski pun ia jauh di Bali dan hanya sekali mengikuti kegiatan TDA (Milad kedua), namun itu sudah membuat perbedaan signifikan dalam bisnis dan kehidupannya. Silakan simak tulisannya di bawah ini atau blognya di www.pernik-unikdiary.blogspot.com.


Saya berharap Mbak Eka bisa hadir di Milad nanti dan berbagi cerita di tengah-tengah kita.

Wassalam,

Roni

--------------------------

Ah, time goes fastly .. ga berasa bulan depan terhitung 3 tahun sudah Pernik Unik-ku. Cikal bakal smua base bisnis onlineku. Banyak yang sudah teraih dalam hitungan 3 ini, income pasti, tapi pencapaian yang paling memuaskan adalah saat aku dengan keyakinan dan mantap memutuskan resign dari kantor untuk fokus mengembangkan dan membesarkan biz dari rumah saja. 'm fully TDA
Memulai semua sendiri, mulai dari hunting barang, packing, admin, dll dsb sambil juga bekerja jadi anak kantoran di Februari 2006 lalu. Dasarnya mang seneng, jadi ya fun dan fine aja ngejalaninnya. Bertahan di 2 kuadran E dan S hampir kurang lebih 2 tahun, hingga pencapaian income biz 4 hari saat itu nyatanya mampu mengganti nilai gaji sebulan di kantor. Saya mantap, saya harus fokus untuk memaintain biz online ini sebagai main source income saya. Ya .. dan kini setahun itu telah berlalu ...

Dengan 3 karyawan kini, roda biz sudah mulai berjalan seperti setting awal yang saya inginkan. Berharap dalam waktu dekat, sudah bisa jadi generalis, dimana 2 aktif site
Bali Home SPA dan Bali Gift , dengan minimnya saya in charge didalamnya tetap berjalan menjadi sumber pundi-pundi penghasilan. Saya sedang mematangkan sistem, saat semuanya siap ... saya bisa tinggalkan untuk dihandle oleh team secara mandiri. Saatnya harus keluar dan fokus mengembangkan base biz lain ( export) berkolaborasi dengan suami. We're duo TDA ..

3 tahun, cukup memberi kepuasan ...
teriring juga ucapan terima kasih untuk :
- komunitas
Tangan Diatas yang sudah benar-benar sangat memprovokasi,
- secara pribadi juga untuk Pak
Roni Yuzirman - Founder TDA dimana blog blio menjadi awal penemuan jati diri baru saya dan suami untuk fokus mengejar mimpi lewat TDA. Blognya sangat-sangat menginspirasi, Pak
- inspiring TDA-ers Mb
Yulia dan mb Doris , update ceritanya selalu menjadi lecutan saya untuk maju, terus maju dan lebih maju lagi
- dearest Sten, my hubby, my partner in biz, luv u
- Soulmateku-teamworkku Wayan, Kadek dan Nyoman ... you're 3 great .... sudah sangat paham, gimana hecticnya kalo ga da kalian.
- Sahabat yang selalu mendukung
Mb Elyani, Mb Wien ...
- Teman, kerabat, customer, smuanya ... makasih banyak ...

huhuhuh ... udah kaya dapet Oscar, tapi that's what I feet - benar2 dari lubuk hati yang paling dalam.

Eka
3 tahun dalam karya ga akan membuatku berpuas diri. Akan terus berkreasi ... Ciao

Undangan: Bedah Buku Bob Sadino "Mereka Bilang Saya Gila" Hari ini Jam 14.00 di Gramedia Matraman


Bagi anda yang belum punya rencana ke mana-mana hari ini, ada baiknya mengarahkan kakinya ke Gramedia Matraman. Di sana tepat jam 14.00 nanti akan ada bedah bukunya Om Bob Sadino berjudul "Mereka Bilang Saya Gila. Gratis. Silakan ajak teman, sanak famili dan handai taulan.

Om Bob Sadino, sudah pasti semua pada tahu dong. Beliau ada entrepreneur sejati berpenampilan nyentrik yang merintis bisnis dari nol. Dengan segala kecerdikan yang diadapatnya secara otodidak dan kegigihan, Kemchicks dan anak-anak perusahaannya telah merajai ranah bisnis ritel dan agro di Indonesia dan manca negara.

Insya Allah, saya juga akan mengarahkan tujuan ke sana selepas dari rumah ibunda di Pademangan, sambil mendekati beliau, barangkali saja bersedia untuk hadir di Milad TDA nanti.

Undangan ini saya dapatkan Pak Budi Utoyo (owner Spa Leha-Leha dan Ketua Komunitas Entrepreneur Indonesia)


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


Yulia Astuti: Keputusan Kecil Hari Ini Bisa Menjadi Rahmat di Kemudian Hari

Biasanya saya gak pernah muncul di milis. Tapi khusus ultah TDA ke 3 saya bela2in deh nongol dimilis


Selamat ultah ya TDA, 3 tahun sebenernya belum lama, tapi kenapa buat saya sepertinya sudah 13 tahun, sudah 30 tahun. Kenapa? Karena yang saya dapatkan di TDA banyak sekali.

Teman, sahabat, supporter. Teman berbagi mimpi, berbagi cerita, berbagi semangat, berbagi ilmu, berbagi rezeki.

Saya ingat sekali, disuatu minggu pagi, waktu pak roni mengajak langsung ketemu dengan pak Haji Alay setelah cukup lama diskusi ttg beliau di milis Kuadran Empat. Saya langsung daftar, kalo gak salah no urut 3. Setelah beberapa hari kemudian saya nyesel, lha wong Anak saya, kiya baru berusia 2 bulan!


AKhirnya menjelang hari H saya mikir2 lagi deh, kayanya Gak bisa dateng, gimana ninggalin si ke cil yang masih ASI?


Toh, hari H waktu pak roni telpon, saya gak enak hati. Akhirnya, saya bersedia datang sambil meniatkan diri, saya akan belajar sesuatu. Singkat kata, saya berencana hanya datang sebentar saja. Sementara suami dan anak2 menunggu di mobil, di parkiran RM Sederhana.

Lalu apa yang terjadi? Niat mau hadir sebentar malah saya kok digerakkan untuk tetap di tempat. APa-apa yang disampaikan oleh pak Haji kok KENA di HATI. Saya kok malah curhat, sampe berkaca2 saking terharu (Maaf ya Pak Agus, saya gak Nangis Bombai, tapi berkaca-kaca aja hehe) Terus, herannya lagi di ajakin ke ITC Mangga Dua hari itu juga, kok ya manut. Di komporin buka di sana, kok ya semangat aja! Paling semangat malah.

Selanjutnya yang terjadi adalah sejarah. Dari pertemuan sederhana di RM Sederhana itu, kita malah jadi sama-sama buka toko di ITC Mangga Dua, dan Tanah Abang. Yang tadinya hanya kenal-kenal sekilas malah berlanjut persahabatan seiring berjalannya waktu. Miting-miting yang disertai canda tawa, ngotot-ngototan, juga cela-celaan toh ternyata malah jadi bagian sejarah pendirian TDA .

Hidup penuh kejutan! Keputusan kecil kita hari ini bisa menjadi rahmat dikemudian hari. Keputusan kecil untuk tetap hadir dan niat untuk memetik pelajaran3 tahun yang lalu, justru bisa merubah saya seperti hari ini.


Dari TDA saya dapat pembelajaran banyak sekali. Tidak hanya tentang bisnis, tapi juga ttg persahabatan, tentang keikhlasan dan kesabaran, mengerti lebih banyak ttg orang lain, dan tentang kehidupan juga lah.

Dari TDA juga saya menerima rahmat yg tak terhingga.

Selamat ultah TDA, semua kebaikan, kebijaksaan, dan kelimpahan, senantiasa selalu ada dan bersama TDA!

Nah, mungkin mendaftar di milad 3 TDA adalah keputusan kecil anda hari ini. Tapi siapa tahu menjadi berkah anda di kemudian hari.

Yulia moz5


Terima kasih Bu Yulia yang telah bela-belain posting khusus di hari jadi TDA ini. Padahal sehari-harinya hampir tidak pernah posting. Bu Yulia ada member TDA yang lebih suka bertemu secara offline ketimbang online.

Kehadiran Bu Yulia di talkshow 22 Januari 2006 mempunyai catatan sendiri buat saya. Karena Bu Yulia adalah peserta yang saya telpon langsung di saat last minute.

Masalahnya, Bu Yulia sudah daftar, tapi tidak ada kabar beritanya. Padahal, saya sudah memesan ruangan dengan kapasitas 40 orang. Kalau ada 1 orang yang tidak hadir, berarti saya harus nombok dong. Sementara itu banyak peminat lain terpaksa saya tolak lantaran sudah fully book.

Ketika saya telepon, jawabannya terkesan ogah-ogahan. It's okey, batin saya. Yang penting datang dan saya nggak rugi nombok.

Kenyataannya, Bu Yulia memang ogah-ogahan untuk datang. Under estimate, istilahnya. Akhirnya, ia datang dengan rencana hanya mampir sebentar dan terus pamit untuk agenda lain.

Ternyata skenarionya berubah. Ia jadi betah. Bahkan terlibat penuh di talkshow itu, sampai matanya berkaca-kaca ketika curhat masalah bisnisnya dengan Pak Haji Ali.

Dan memang, "keputusan kecil" dan "remeh" itu telah membawa perubahan besar kedalam kehidupan Bu Yulia. Tidak hanya meliputi bisnis, namun juga aspek lain di dalam kehidupannya.

Saya kira hal ini tidak hanya dialami Bu Yulia saja, melainkan oleh hampir seluruh yang hadir, termasuk saya.

Maka, saya kutip lagi tuisan Bu Yulia ini:

"Hidup penuh kejutan! Keputusan kecil kita hari ini bisa menjadi rahmat dikemudian hari. Keputusan kecil untuk tetap hadir dan niat untuk memetik pelajaran 3 tahun yang lalu, justru bisa merubah saya seperti hari ini".

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Founder TDA

Ucapan Selamat Ultah TDA Melalui Facebook

Selamat ultah 3 untuk TDA. semoga makin solid dan makin agresif untuk menebar rahmat. walaupun saya blm genap setahun gabung TDA, namun saya menemukan banyak sekali ilmu, sodara, sahabat, dan pengalaman luar biasa yang sangat mewarnai hidup saya - Andhika Harya Pratama

Semoga menjadi berkah umur panjang yang dilimpahkan, menjadi berkah bagi peradaban...- Adhika Dirgantara


Selamat ultah TDA, semua berkah, semua kebaikan, semua kelimpahan, senantiasa ada dan bersama TDA - Yulia Astuti


Slamat ultah TDA, sukses terus buat semua anggotanya :) - Devita Umardin


Selamat Ulang Tahun TDA! Tambah umur, semakin dewasa, semakin matang, semakin banyak manfaat yg diberikan kepada banyak orang ...- Fauzi Rachmanto


Happy anniversary.. go forwrd TDA... !!!! - Bambang Triwoko


Selamat ultah 3 untuk TDA, semoga trus menjadi inkubator entreuprener Indonesia agar menjadi pengusaha di tanahnya sendiri melalui kreativitas dan inovasi. Jaya TDA - Riyad Muhammad


Selamat ultah ke 3 TDA, ...semoga semakin manfaat untuk semua..amin - Agus Priatna


Selamat Ultah ke tiga TDA...walau msih batita, aura positifnya sangat luar biasa. Saya baru setahun bergabung, tapi bisnis saya melesat lebih dari 600% dari setahun lalu...Luar biasa TDA...semoga terus memberi manfaat positif...- Izha Yusmal


'Met Ultah TDA.... bersama menebar Rahmat. Terimakasih buat Founder, pelaku sejarah dan sahabat2 TDA... semoga terus saling membantu untuk bangkit, maju dan sukses bersama... amin - Dayu Puspa


Selamat Ultah ke 3 TDA semoga selalu konsisten dalam rangka Bersama Menebar Rahmat....Sukses Selalu - Yumono Labdo


Happy birthday my dear TDA. God bless all of Us.Saya dan suami sangat bersyukur bisa menjadi bagian TDA meski tidak mengikuti dari awal pembentukannya. Selamat ulang tahun, semoga TDA makin sukses berbagi dan memberi serta menebar rahmat - Ning Harmanto


Selamat ulang tahun, TDA! Meminjam istilah Mas Isdiyanto, semoga bisa terus menjadi "setrum" bagi dunia entrepreneurship Indonesia. Bravo! - Fajar S Pramono


Met Milad TDA-ku sayang. Semoga engkau semakin menebar rahmat. Amieennn...- Ikhwan Sopa


Terima kasih dan Selamat MILAD TDA ... Semoga Semakin Berkualitas dan Semakin Luas Menebar Manfaat bagi Negeri ini.
Sukses Selalu TDA !!! - Jiran Mujiran


Met ultah TDA, my inspirator & motivator community....- Adib Munajib


happy B'day TDA, smoga smakin Funtastic & Creatif dalam mencetak calon pengusaha/pengusaha di Indonesia - Achmadyani Hasim


met ultah my inpirator community ! smg tambah FUNtastic & memberikan rahmat kpd bangsa - Purwadi, Batam


Selamat Milad ke 3 TDA semoga berkah dan rahmat selalu tercurahkan ...- Idris Rahman


TDA diawali dengan just action, dan karena niat baik maka bisa seperti sekarang. Maka kalimat yang pas adalah "Anda tidak perlu hebat untuk memulai tapi harus memulai untuk menjadi hebat." - M. Abduh


Happy Milad to TDA. Semoga makin berjaya! - Jonru Ginting


Selamat ulang tahun TDA yang ke-3. Mengikuti perjalanan TDA dan berada di dalamnya selama 3 tahun sungguh hal yang luar biasa bagi saya. Semoga, di usia yang ke-3 ini TDA Makin banyak menebar rahmatnya... untuk sukses bersama.. Amin. - Donny Kris Puriyono


Selamat ulang tahun TDA. Saya yakin, dalam waktu tak berapa lama, TDA akan menjelma menjadi kekuatan dahsyat, baik secara ekonomi maupun politik. Jangan kaget Pak Roni kalau di masa depan, pimpinan TDA bisa dieksklusi karena dianggap merongrong stabilitas politik, hehehe... Saya jadi ingat betapa kekuatan ekonomi darul arqom di malaysia dianggap bisa mengancam popularitas mahatir muhammad, sehingga otoritas politik mengeksklusi darul arqom - Asep Mulyana


Iya ya...gak terasa kebersamaan kita sudah berjalan 3 tahun. Semoga kebersamaan ini terus dilandasi dengan persaudaraan sehingga menjadi barisan yang solid...Amiin3x....Salam sukses untuk semua member TDA di mana saja....- Hertanto Widodo


Selamat Ulang Tahun Keluarga Besarku (TDA) - Sonny Trigiantoro


Selamat ulang tahun TDA. Komunitas akrab dengan semangat hebat. Harapan saya adalah semoga reputasinya terus meningkat. Terutama dalam memberi emotional support, skill dll kepada mereka yang masih melihat belantara ( berbahaya?) di dunia kewirausahaan - Evi Indrawanto


Selamat Ulang tahun TDA.. komunitas yg jadi sala satu "kompor" buat saya jadi makin semangat dan berani memulai dan mewujudkan cita2.. cciieee.. Makin lancar jaya dan berguna ya TDA! - Juliati Avinah


Selamat Ulang tahun TDA ku....tanpamu hari-hari terasa hampa, tanpamu jualan terasa berat...heheh sukses TDA..- Edi Yusuf W

Sebuah Refleksi: Mensyukuri Tiga Tahun Perjalanan TDA

Pagi-pagi saya membuka email milis dan mendapati tulisan Pak Iim.


Masya Allah, saya lupa kalau hari ini bertepatan dengan hari lahirnya TDA.

Sudah 3 tahun ya kebersamaan kita. Sudah 3 tahun saya berkenalan dengan orang-orang yang sekarang telah menjadi sahabat-sahabat saya. Sudah 3 tahun saya mengalami pengalaman luar biasa dengan kebersamaan di TDA ini.

Perjalanan TDA ini memang tidak seluruhnya manis. Tapi, sekali lagi, saya sungguh beruntung dipertemukan dengan para sahabat yang memiliki tingkat kesabaran dan sikap saling pengertian yang tinggi. Sungguh sulit saya temukan di tempat lain mana pun.

Sejatinya, sayalah sebenarnya yang "menjerumuskan" teman-teman ke dalam kubangan masalah di ITC Mangga Dua. Mereka dikompori untuk "nyemplung" buka kios dengan persiapan seadanya. Akhirnya semua kios itu sekarang tinggal kenangan. Menyisakan kerugian yang tidak sedikit ditanggung oleh masing-masing.

Herannya, kok tidak ada yang komplain kepada saya dan Pak Haji ya? Nah, itu dia perbedaannya dengan komunitas di tempat lain. Kami memaknainya secara arif dan bijak. Meski pun semua ini adalah pembelajaran yang tidak murah harganya.

Saya sering ditanya, bagaimana awalnya TDA berdiri. Apakah sudah direncanakan sebelumnya?

Saya selalu menjawabnya, tidak. TDA tidak didirikan melalui rencana saya, atau pun Pak Haji Ali, Pak Iim dan siapa pun. Tapi yang jelas, TDA ini punya tujuan.

TDA didirikan semata-mata karena rencana Allah. Kami ini hanya pelakunya saja. Prosesnya sendiri bisa ditarik beberapa tahun ke belakang. Dimulai dari diskusi saya dengan Pak Haji. Beliau resah melihat banyaknya anak muda berpendidikan tinggi di Tanah Abang menolak untuk meneruskan usaha orang tuanya dan memilih menjadi pegawai alias TDB. Dengan Pak Iim, saya banyak berdiskusi, saling curhat masalah kami dalam mengelola bisnis kami yang masih sangat kecil ketika itu.

Munculnya blog saya kemudian menjadi tipping point-nya. Ternyata banyak juga pembaca blog yang memiliki masalah dan concern seperti saya. Kami seperti diikat oleh satu point of interest.

Ketika ide membuat temu darat dilemparkan oleh Pak Hasan, embrio "bangunan" TDA ke depan itu pun lahir. Kebersamaan, saling berbagi tugas dan tanggung jawab langsung terasa ketika kami yang sejatinya belum saling kenal itu mulai mengorganisir pertemuan ini.

Pak Iim mengajak saya melihat-lihat ruangan di sebuah hotel. Dengan Pak Hantiar saya mendiskusikan seperti apa acaranya nanti. Pak Hasan, yang saat itu belum saya kenal, langsung berinisiatif membooking ruangan di RM Sederhana Rawamangun. Bu Febby, yang juga belum saya kenal ketika itu, menyediakan diri sebagai penerima tamu dan sebagainya.

Beberapa pertanyaan menggelayuti pikiran saya. Kenapa saya dipertemukan oleh orang-orang baik yang kemudian menjadi sahabat dan saling mendukung untuk tujuan bersama? Kenapa perjalanan TDA ini banyak sekali dimudahkan oleh Allah?

Saya dan istri sering berdiskusi soal teman-teman di TDA ini. Kenapa kok rata-rata member TDA itu orang-orang baik ya? Mereka adalah orang-orang yang santun. Kami sering shalat berjamaah dan mayoritas membernya tidak merokok.

Belakangan, saya mulai menyadarinya. Likes attracts like, sesuatu yang positif akan menarik yang positif, demikian kata film The Secret. Kalau kita mengeluarkan energi positif, insya Allah kita akan menarik hal-hal positif ke dalam kehidupan kita. Seperti itulah TDA adanya. TDA menjadi the circle of positif people. Sangat sedikit saya temukan anasir negatif selama perjalanan TDA ini.

Dan, bayangkan kalau the circle itu terus berputar, membesar dan membesar bersama energi positifnya itu. Miracle happen!

Selamat ulang tahun yang ke 3 TDA. Tiga tahun sudah kita menebar rahmat, menebar manfaat.Meskipun semua itu belumlah apa-apa. Perjalanan masih panjang, belumlah setitik biji zarah manfaat yang kita sumbangkan bagi ummat ini.

Terima kasih sahabat-sahabatku di TDA. Kalian telah memberi warna dan arti tersendiri ke dalam kehidupan saya sepanjang tiga tahun terkhir ini.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memudahkan perjalanan TDA.

Terima kasih ya Allah. Tanpa perkenananMu, niscaya kami tidak mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ini semua.

Wassalam,

Badroni Yuzirman, Founder TDA

Iim Rusyamsi: Selamat Ulang Tahun TDA yang Ke 3


Hari ini genap tiga tahun TDA berdiri, ya tepat pada tanggal 22 Januari 2006 lalu. Berawal dari blog Pak Roni Yuzirman saat itu yang menulis banyak kisah perjalanan bisnisnya dan beberapa sharing pengalaman dan pengetahuannya di blog tersebut.

Para pembaca blognya yang telah terinspirasi meminta Pak Roni untuk bertemu atau kopi darat sekaligus juga ingin dipertemukan dengan Pak Haji A, yang selalu disebutkan diblog tersebut sebagai tokoh inspiratifnya dan mentor bisnisnya di Tanah Abang.

Pak Roni menjawabnya untuk segera akan dibuatkan pertemuan/talkshow dengan Pak Haji A tersebut. Saya pun dihubungi untuk dicarikan tempat, kemudian saya, Pak Roni beserta istri menuju sebuah hotel untuk
melihat ruang pertemuan. Namun Alhamdulillah beberapa pembaca blog akhirnya membantu mencarikan tempat yang lebih sederhana yaitu Pak Hasan Basri dan Pak Hantiar. Serta Ibu Febby Rudiana yang membantu proses pendaftaran para peserta talkshow tersebut.

Talkshow berlangsung di RM Sederhana Rawamangun tepat tanggal 22 Januari 2006 pukul 10.00-12.00 dan dihadiri kurang lebih 40 orang. Pak Haji A yang dimaksud ternyata adalah Pak Haji Alay, seorang pebisnis garment dari Tanah Abang.

Pada talkshow tersebut Pak Haji menyampaikan pesan bahwa yang ingin berbisnis :

"Pertama, jadilah pemain. Jangan jadi penonton atau pengamat. Sebab, yang mendapat hasil kesuksesan itu bukanlah penonton atau pengamat, tapi pemain.


Kedua, berbisnis itu ibarat mengayuh sepeda. Kita tidak akan pandai bersepeda kalau saat jatuh langsung berhenti. Teruslah mengayuh dan nikmati romantika jatuh bangun dari sepeda itu. Suatu saat kita bahkan akan bisa berakrobat sepeda di atas tali.


Ketiga, bulatkan tekad. Saya harus berbisnis. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap berbisnis. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Lebih baik dapat uang 1 juta dari keringat sendiri dibandingkan dapat 10 juta tapi tangan kita di bawah alias menerima gaji."

Dari pertemuan tersebut pun Pak Haji langsung memberi tantangan kepada yang hadir, untuk sama-sama berkunjung ke pusat bisnis di Mangga Dua. Dan yang mengejutkan adalah diberikannya tantangan untuk membuka toko di ITC Mangga Dua dan Metro Tanah Abang secara gratis kepada yang ikut kunjungan tersebut.

Dan teman-teman pun menjawab tantangan tersebut, mereka yang mengambil kios di ITC Mangga Dua : Pak Agus Ali, Pak Abduh, Pak Joko Purwanto, Pak Bambang, Pak Hertanto Widodo, Pak Iim Rusyamsi, Pak Ari Sudrajat, Pak Roni, Pak Hantiar, Ibu Yulia, Ibu Waru, kemudian mereka yang mengambil kios di Metro Tanah Abang adalah Pak Budi Rahmat, Pak Hasan Basri, Pak Purwoko Widodo, Pak Khairul Yanis, Pak Asrul Iman dan Pak Glen Sompie. Selain mereka yang mengambil kios tersebut, selalu hadir dan aktif di setiap pertemuan di Mangga Dua sejak awal adalah Ibu Febby Rudiana, Pak Joseph Hertanto dan Pak Jamalludin (Surabaya).

Guna menjembatani komunikasi kami tersebut, maka Pak Roni membuat satu milis dengan nama Tangan Di Atas. Beliau menyebutnya Klub Tangan Di Atas. Maka teman-teman yang bergabung di klub ini sejak awal
(nama-nama tersebut diatas) adalah bagian dari sejarah pendirian TDA.


Tepat tanggal 25 Januari diadakan pengundian kios dan kemudian tanggal 28 Januari 2006 toko-toko pun mulai dibuka, lebih awal dari tantangan Pak Haji Alay yang memberi waktu tanggal 31 Januari 2006.

Dan kini Komunitas TDA sudah genap tiga tahun. Dan data yang ada di kami terdapat 2509 member di milis dan 4851 member di portal http://tangandiatas.com tersebar di pelosok nusantara.

Sudah banyak member TDA yang berhasil mengikuti tiga pesan penting Pak Haji Alay tersebut diatas. Sekarang pesan Pak Haji Alay tersebut lebih dikembangkan lagi oleh para pendiri TDA menjadi sebuah visi dan misi yang agung yaitu :

Visi : Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban

Misi :

1. Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.
2. Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018.
3. Menciptakan sinerji diantara sesama anggota & antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community.
4. Menumbuhkan jiwa sosial & berbagi di antara anggota.
5. Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Selamat untuk TDA, selamat untuk kita semua, semoga kita dapat mewujudkan cita-cita kita bersama.

Terima kasih Pak Roni, Pak Haji Alay dan para pelaku sejarah berdirinya TDA serta para member yang senantiasa mencintai TDA.

Sampai jumpa di Perayaan Ulang Tahun TDA (Milad 3 TDA 2009) pada tanggal 28 Februari - 1 Maret 2009 di Jakarta.

Salam Go Double!


Iim Rusyamsi
Presiden TDA


Road To Milad III TDA: Wish List, Business Matching dan Polling...

Action Members,

Berikut ini adalah wish list nara sumber yang akan mengisi acara Milad kita nanti. Sebagian di antaranya sudah mengkonfirmasi kesediaannya, sebagian menunggu konfirmasi da sebagian lagi masih berupa usulan.

Di antaranya adalah:
1. Ustadz Lihan (bersedia, tinggal konfirmasi secepatnya, mengingat jadwal sebelumnya adalah 14 Februari)
2. Tung Desem Waringin (bersedia, kalau jadwalnya tidak bentrok dengan acara beliau yang lain)
3. Itang Yunasz, (bersedia)
4. Nukman Lutfhie (insya Allah bersedia)
5. Sumardy (insya Allah bersedia)
6. Jamil Azzaini (insya Allah bersedia)
7. Action Coach (insya Allah bersedia, seperti tahun2 sebelumnya)
8. Fahira Idris (insya Allah bersedia)
9.
10.
11. Silakan anda tambahkan sendiri dan usulkan ke TDA Management...

Dan tentu saja para "hero" dan "star" dari TDA sendiri tentunya tidak kalah menarik untuk disimak sharingnya: Eddy Aji, Ning Harmanto, Iim Rusyamsi, M. Rosihan, James Sastrowijoyo, Rudy Lim, Hadi Kuntoro, Yulia Astuti, Iim Fahima, Doris Nasution, Laila Asri, Andi Sufariyanto, Bambang Triwoko, Zainal Abidin, Eka (Bali), Fauzi Rachmanto, Isdiyanto, Cak Eko, Masbukhin P, Hendi Setiyono, Hertanto Widodo, Agus Ali, Eko June, Faif Yusuf, Teguh Atmajaya, Ryad Kusuma, dll.... listnya bakalan panjang banget....

Tentu, tidak semuanya bisa tampil sekaligus. Tapi insya Allah, mereka akan memberikan sesuatu di milad nanti dengan caranya sendiri-sendiri....


Business Expo dan Business Matching


Salah satu acara yang baru dan unggulan di Milad nanti adalah business expo dan business matching.

Business Expo, seperti biasa, tentu berkisar pameran produk2 dari para member TDA.

Sedangkan business matching, ini yang beda. Ide ini kita ambil dari pengalaman ke malaysia kemarin. Acaranya kira2 begini: Nanti misalnya, saya mewakili perusahaan saya, Manet Busana Muslim akan mempresentasikan produk dan peluang bisnisnya. Kemudian saya akan menempati kursi yang telah ditentukan untuk bertemu dengan para peminat yang tertarik dan ingin bertanya lebih lanjut. Diharapkan di pertemuan one-on-one ini akan terjadi kerja sama atau apa pun. Inilah yang dimaksudkan dengan salah satu hasil konkrit yang akan di bawa oleh para member yang hadir di milad nantinya.

Detil dan teknisnya seperti apa, nanti akan diatur oleh panitia.


Polling: Topik Apa yang Anda Minati di Milad Nanti?


Saya membuat polling di blog mengenai topik yang diminati di milad nanti. Hasil polling ini akan menjadi masukan panitia agar lebih terfokus.

Mohon partisipasinya agar ikut mengisi polling di www.roniyuzirman.com di bagian sidebar kanan atas. Terima kasih. Polling akan ditutup 10 Februari 2009.

Terima kasih.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Road To Milad III TDA: Lomba Penulisan Word Of Mouth Marketing (WOMM)

Dearest Sahabat TDA,


Bagi-bagi Cerita Sukses
Bisnis Tumbuh dengan Word of Mouth
Jadikan Bisnis Anda lebih Terkenal!

Dalam rangkaian Milad III TDA & bekerjasama dengan Octovate Consulting Group yg digawangi pak Sumardy/Sumarketer, kami menyelenggarakan: Lomba Penulisan Cerita Sukses Berbisnis di TDA menggunakan Word of Mouth

Word of mouth atau getok-tular adalah salah satu taktik bisnis yang paling lama sekaligus paling ampuh karena cepat, dapat dipercaya, biaya murah dan seringkali efektif! Word of mouth dapat digunakan untuk melakukan promosi produk atau memproduksi barang/jasa kita. Dari menemukan supplier murah-kualitas ok sampai menemukan pembeli di luar negeri, word of mouth berperan besar dalam membantu bisnis. Gara-gara word of mouth ini juga, produk kita bisa dibicarakan dan dipromosikan oleh orang lain yang belum tentu kita kenal - tanpa kita perlu membayar sepeser pun! Tetapi, apakah dengan dibicarakannya produk Anda oleh orang lain akan berdampak positif terhadap bisnis Anda? Belum tentu...

Pernah dengar cerita Oprah Winfrey bagi-bagi 276 mobil Pontiac G6 gratis? Heboh dibicarakan orang dan media, namun kinerja penjualan mobilnya sendiri tidak terlalu menggembirakan.

Kalau di Indonesia, pastinya pernah dengar makanan Batagor Kingsley di Bandung? coba aja cek hasil beberapa temuan google untuk yang satu ini:


http://tesyas.blogspot.com/2007/09/batagor-kingsley-bandung.html
http://www.thebandung.com/Kuliner/KhasBandung/Batagor/tabid/280/language/en-US/Default.aspx
http://orangbandung.com/?p=1519

Jadi, apa sih word of mouth? Word of mouth yang kita cari adalah yang mampu membuat orang lain membicarakan, mempromosikan, dan menjual produk Anda kepada orang lain. Jadi, ada dampak positif terhadap bisnis Anda!

Kirimkan cerita bagaimana bisnis Anda bisa tumbuh dengan memanfaatkan word of mouth. Ketentuan pengiriman sebagai berikut:
1. Tulisan memberikan gambaran sistematis bagaimana bisnis Anda memanfaatkan word of mouth
2. Tulisan belum pernah dipublikasiakn di media di luar media komunitas TDA
3. Panjang tulisan minimal 500 kata dan maksimal 2500 kata (di luar gambar/grafik/tabel, jika ada)
4. Besar file maksimal 500 Kb. Namun boleh mencantumkan link internet kepada situs yang relevan jika dianggap perlu.
5. Tulisan dikirimkan dalam format words ke: ario.surindro@octovate.com paling lambat diterima tanggal 24 Januari 2009 jam 23.59.
6. Jangan lupa untuk mencantumkan identitas, alamat dan nomor kontak dalam email yang dikirimkan.
7. Semua naskah yang dikirm menjadi hak milik panitia dan dapat dipublilkasikan pada media lainnya.
8. Maksimal 10 cerita akan dimuat dalam buku mengenai Word of Mouth Marketing yang sedang ditulis oleh Octovate Consulting Group.

Selain akan mendapatkan banyak word of mouth gratis,
3 Cerita Terbaik akan diumumkan pada acara Milad TDA 2009 dan mendapatkan hadiah berupa:
Training GRATIS selama 2009 dari MAVENS Training (unit bisnis training dari Octovate Consulting Group).

Penjurian akan dilakukan oleh Octovate Consulting Group dengan majalah SWA dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas perhatiannya dan ditunggu partisipasinya.

Nantikan breaking news Milad lainnya

salam,

Diah Yusuf
Ketua Panitia Milad 3 TDA
0813 1441 0331

Pendaftaran Milad III TDA Telah Dibuka

Menyambut Ulang Tahun (MILAD) TDA ke 3, kami mengundang Fantastic Member untuk menghadiri acara puncak yang akan diselenggarakan dalam 2 hari kegiatan full day.


Hari Pertama :

Tanggal 28 Februari 2009 - Jam 8.30 WIB - 17.00 WIB :Business matching & Mini Seminar

Hari Kedua :

Tanggal 1 Maret 2009 - Jam 7.30 WIB - 17.00 WIB: Acara puncak MILAD 3 TDA 2009

Tempat : Gedung BPPT Jalan MH Thamrin - Jakarta Pusat

*INVESTASI :*

Early bird Rp.200.000,-/ orang; Pasangan suami-istri Rp. 340.000,-, batas waktu 31 Januari 2009 (berdasarkan record transfer bank)

1 - 15 Februari: Rp.300.000,-/orang ; pasangan suami-istri Rp.550.000,-

16 - 25 Februari: Rp.400.000,-/orang

TIDAK menerima pendaftaran diatas tanggal 25 Februari, ataupun pada saat acara.

*Cara pendaftaran:*

1. Daftarkan nama Anda berikut nomor telpon selular (HP) & alamat rumah, melalui email ke milad3tda@gmail.com
2. Lakukan pembayaran melalui transfer/setoran tunai ke: BCA rek 5470259665 an Siska Tri Hapsari.
3. Lakukan konfirmasi atas pembayaran dengan mengirimkan email ke milad3tda@gmail.com, jangan lupa sertakan informasi moda pembayaran yang dipakai: setor tunai, transfer antar bank, terutama bila transfer dilakukan atas nama orang lain.
4. Setelah pembayaran diterima, panitia akan mengirimkan email konfirmasi.
5. Paling lambat 5 hari sejak tanggal pembayaran, panitia akan mengirimkan bukti registrasi peserta milad melalui email, yang akan menjadi tanda resmi untuk hadir di acara milad.

Setiap peserta akan mendapatkan : Snack Coffee Break, Lunch, Goodybag, TDA Business Directory (dalam proses konfirmasi), Presentasi2 dahsyat, Ratusan Hadiah dari sponsor, dll - tambahan akan segera di infokan.

Segala hal ihwal seputar pendaftaran dan pembayaran silahkan menghubungi call center Milad 3 TDA hubungi :

Hany - 0813.1808.1254, Siska - 0813.1811.4437 (tidak menerima pertanyaan via sms).


TTD,


Panitia MILAD III TDA

Memulai Bisnis, Haruskah Semahal ini Harga yang Dibayarkan?

Saat memulai bisnis semua harapan terbentang luas dan indah. Kenyataannya ternyata tidak seindah itu. Bahkan bisa menjadi mimpi buruk.

Tengoklah kisah dua orang pemuda muslim di Inggris ini. Mark dan Naz, adalah dua orang keturunan Arab yang sepakat mewujudkan impian mereka, membuka restoran burger cepat saji yang lezat dan sehat. Mereka mempertaruhkan segalanya untuk meraih impian itu.


Berkat usaha yang gigih akhirnya restoran itu pun dibuka dari hasil patungan dan bantuan modal 100.000 pound dari David, salah seorang teman mereka.


Para keluarga dan teman-teman dikumpulkan untuk mencicipi The Real Burger World, demikian mereka memberi nama restoran ini. Mereka semua memuji kelezatan burger itu.


Ujian pertama pun datang, alat penghisap asap malah berfungsi sebaliknya, menghembuskan asap. Alarm berbunyi nyaring. Panik, mereka pun menghubungi vendor. Karena hari libur, kantor vendor tutup dan terpaksa mereka menutup sementara restoran hingga hari kerja.


Ujian berikutnya datang lagi. Para tetangga protes dengan asap dan suara bising dari restoran itu. Mereka dipanggil oleh pemerintah kota dan diminta menghentikan operasi sampai dapat ijin dari pihak berwenang dan para tetangga.


Ujian ketiga yang lebih dahsyat juga menghampiri mereka. Pengelola gedung, tempat mereka menyewa ruangan keberatan dengan restoran burger itu. Mereka khawatir kehadiran restoran itu akan mengurangi minat calon pembeli atau penyewa apartemen yang berada di atasnya. Mereka diminta menutup restoran itu.


Inilah masalah yang paling menekan. Mereka pun bernegosiasi dengan segala cara. Akhirnya dicapai kesepakatan berat. Uang sewa dinaikkan dan mereka harus mengganti papan nama restoran. Nama Real Burger World harus diganti dengan RBW saja, supaya tersamar. Masalahnya, apakah calon pembeli akan dengan gampang mengenali bahwa itu adalah restoran burger?


Bisnis harus jalan terus, apa pun risikonya. Mereka harus tetap berjalan dengan "kaki yang pincang". Angka minimal penjualan 1.000 pound per hari harus dikejar untuk mencapai titik impas dan memuaskan investor.


Mereka berusaha memaksimalkan upaya pemasaran dengan anggaran terbatas. Ide-ide pemasaran kreatif berbiaya murah pun dicoba. Mulai dari menyebar brosur, membagikan tester di pinggir jalan, sampai memakai baju badut dan berjoget di pinggir jalan pun mereka lakukan.


Namun, pengunjung masih ogah mampir. Penjualan terus melorot sampai titik yang mengkhawatirkan.


Mereka terus memeras otak, dan AHA! Ide nyeleneh pun keluar. Mereka mengerahkan para teman dan anggota keluarga untuk melakukan demo di depan Mc Donald. Demo mengkampanyekan gerakan anti fast food yang tidak sehat. Tujuannya, tentu saja mengarahkan orang-orang untuk mampir ke restoran mereka sambil membagi-bagikan voucher burger murah.


Boom! Restoran ramai bukan kepalang. Pengunjung pun rela mengantri mengular sampai ke trotoar. Penjualan mencapai rekor tertinggi 1.100 burger hari itu. Semua bekerja keras melayani, tapi bahagia dengan pencapaian ini.


Booming itu ternyata hanya berlangsung sehari saja. Besoknya penjualan kembali normal alias sepi.


Sebuah keputusan berat terpaksa diambil lagi. Sang general manager yang juga adalah teman dekat mereka, terpaksa dipecat. Penggantinya adalah seorang profesional di bidang manajemen restoran. Diharapkan pergantian ini akan memperbaiki kinerja. Kinerja pelayanan memang meningkat tapi tidak untuk penjualan.


Mereka pusing dan panik bukan kepalang. Kerugian dari hari ke hari mulai menggerogoti cash flow bisnis.


Jalan terakhir pun ditempuh. Mereka mengadukan masalah kepada sang investor pasif. Investor ingin menyelamatkan uangnya. Ia meminta hak untuk turut ikut di dalam manajemen dan mengambil keputusan.


Sebuah keputusan paling berat pun akhirnya harus ditelan. Salah seorang dari mereka harus mundur. Naz dinilai tidak becus oleh investor.


Ending dari acara Risking It All yang ditayangkan BBC Knowledge ini memang tidak mengenakkan. Sad ending. Itulah bisnis. Meski pun mereka telah mempertaruhkan segalanya, impian itu masih jauh dari tercapai. Waktu, uang, pikiran, tenaga dan bahkan persahabatan pun harus mereka relakan.


Sebuah pelajaran berharga bagi yang mau mulai bisnis.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Ini adalah transkrip webchat dengan Mark dan Naz. Silakan klik di sini.

Selamat Berjuang, Mastermind Transformer

Semalam saya kedatangan lima orang tamu dari Tangerang. Mereka tergabung di dalam kelompok mastermind TDA yang diberi nama Transformer. Saya suka dengan namanya. Orang-orang yang melakukan Tranformasi dalam hidupnya.

Selain bersilaturahi, mereka juga ingin berdiskusi dan minta pendapat saya mengenai beberapa hal menyangkut tata cara ber-mastermind dan mengembangkan bisnis.


Saya senang dan menyambut positif berdirinya kelompok mastermind ini. Dari semangat dan antusiasme mereka, saya dapat memprediksi bahwa kelompok ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.


Pak Edi Kurniawan adalah salah satu anggotanya yang cukup saya kenal. Ia adalah alumni TDA Apprentice yang sekarang bermitra dengan Pak Haji Ali dengan membuka toko grosir perlengkapan anak-anak di Tanah Abang.


Pak Edi adalah sosok yang mewakili istilah Transformer itu. Ketika TDA Apprentice dimulai, ia mengambil keputusan yang sangat berani dengan langsung resign dari pekerjaannya.


Terus terang, saya "ngeri" dengan keputusan ini. Bagaimana pun juga secara moral saya bertanggung jawab kepada para member yang ikut program ini.


Program ini tidak menjanjikan apa-apa. Selama 3 bulan mereka ditempatkan di toko-toko milik Pak Haji, tanpa digaji, tanpa uang transport dan uang makan.


Perkiraan saya benar. Tidak lama satu per satu dari 10-an peserta mulai berguguran. Beberapa di antaranya mendatangi saya dan mengeluhkan kondisi yang mereka alami di sana.


Saya tidak bisa menjawab banyak. Sekarang semuanya terserah teman-teman. Tanyakan ke hati nurani saja. Kalau masih 'sreg, lanjutkan, kalau tidak ya mundur saja.


Pak Edi dan Pak Enon berketetapan hati untuk bertahan sampai titik akhir. Sekarang mereka dipasangkan oleh Pak Haji untuk mengelola toko dengan modal beberapa ratus juta.


Ini bukan ending, tapi sebuah awal perjalanan lain lagi Pak Edi. Dari sisi kapabilitas bisnis, saya menilai Pak Edi tidak jauh beda dengan member TDA lainnya. Tapi soal mental dan kebulatan tekad, Pak Edi patut diacungi jempol.


Ia berhasil mengatasi kondisi mentalnya yang jatuh bangun ketika diuji dengan kenyataan-kenyataan pahit di lapangan. Untunglah, di Tangerang ia memiliki tempat bertanya yang tepat, Pak Try Atmojo dan Pak Yusef Hilmi yang terus memompakan semangat untuk terus maju.


Makanya, kelahiran mastermind Transformer ini saya sambut begitu positif dan harapan yang tinggi, karena ada Pak Edi di dalamnya. Saya yakin sikap mental Pak Edi ini akan menular kepada teman-teman di kelompoknya.


Mastermind adalah pilar utama di TDA. Mastermind adalah intinya TDA. Tidak sedikit member yang mengakui efektivitas dan manfaat dari ber-mastermind. Rate of success member TDA lebih tinggi setelah ikut bermastemind, ketimbang hanya hadir di forum-forum TDA yang umum atau sekedar ber-milis ria.


Keterlibatan, take action, silturahim adalah kata-kata kunci penuh keajaiban di TDA. Silakan anda buktikan sendiri.


Selamat berjuang mastermind Transformer. Saya tunggu silaturahim berikutnya dengan cerita-cerita sukses lainnya.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB - Semalam saya juga mendapatkan hadiah tak terduga dari teman-teman. Kaos distro dan kain tenun. Terima kasih.

Sekali Lagi, LEARN Dulu, Baru EARN

Menjelang dimulainya TDA Forum tadi malam di Wisata Makanan JaCC, seperti biasa kami berbincang-bincang ngalor ngidul dengan para member yang sudah hadir.

Saya sempat surprise dan mengomentari kehadiran Pak Faif Yusuf. Di tengah kesibukannya menyiapkan tokonya yang ketiga dan bukunya, ia masih menyempatkan hadir untuk "ngelmu" di forum yang kali ini diisi oleh Bu Mutia dari ActionCOACH.


"Wah, ada orang jauh nih", ujar saya. Pak Faif tinggal di daerah Tambun, daerah yang saya sendiri belum tahu di mana lokasinya. Pokoknya jauh deh.


"Iya Pak. Seperti yang dianjurkan oleh RoNay's World, Learn Then Earn", jawab penulis buku Rahasia Menjadi Pengusaha Muda yang cukup laris ini.


Saya ingat, dalam salah satu postingan dan gambar kartun di blog pernah menuliskan hal itu. Kata-kata ini sering saya dengar dari Pak Tung DW. Learn dulu, baru earn. Belajar dulu, baru mengharapkan hasilnya.


Sebelumnya saya sempat berbincang dengan Bu Mutia yang menceritakan pengamatannya bahwa ada sesuatu yang "hilang" dari komunitas TDA belakangan ini, yaitu semangat belajarnya. Ini berbeda dengan di awal berdirinya dulu. Ketika itu member TDA begitu menggebu-gebu mencari ilmu apa pun yang ditawarkan oleh TDA.


Selama tahun-tahun awal itu pula TDA begitu akrab bergandengan tangan dengan ActionCOACH memberikan pembelajaran bagi para membernya. Mulai dari Leverage Game yang sempat diadakan sampai 5 kali (kalau saya tidak salah ingat), Seminar 5 Ways, Seminar 6 Steps To Build A Better Business, Group Coaching dan sebagainya.


Hasilnya? Para member yang terbilang sukses saat ini seperti Pak Hadi, Pak Teguh, Bu Doris adalah alumni dari kegiatan-kegiatan tersebut. Mereka mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajarinya.


"Menjadi tahu tidaklah penting, tapi melakukan apa yang anda ketahui itulah yang terpenting", kata Bu Mutia di hadapan peserta yang terbilang sedikit itu tadi malam. Saya menyayangkan acara tadi malam hanya dihadiri oleh segelintir member TDA. Padahal, kegiatan seperti inilah yang menjadi tulang punggung TDA di masa awal berdirinya dulu.


Benarkah budaya belajar dari TDA sudah mulai berkurang saat ini? Entahlah. Beberapa teman menganalisa, mungkin para member lebih banyak belajar di milis, blog, Facebook atau buku-buku.


Atau seperti yang diselorohkan oleh Pak Faif tadi malam, "Mungkin member lagi pada sibuk action Pak, soalnya dikritik Pak Rosihan dengan istilah NALO (No Action, Lear Only)". Mungkin saja.


Pak Rosihan sebenarnya mengkritik mereka-mereka yang hanya belajar saja tanpa action. Baca buku saja tanpa action. Seminar saja tanpa action. Maunya yang seimbang. Ya belajar, ya action. Nanti proses pembelajarannya akan seperti ini: Belajar, Mencoba, Umpan Balik, Belajar, Mencoba, Umpan Balik, begitu seterusnya....


Belajar dengan membaca buku, ikut seminar dan sebagainya itu akan menghemat waktu kita sekian tahun. Ketimbang jatuh bangun, berdarah-darah (seperti saya di Tanah Abang dulu), lebih baik belajar kepada yang sudah pernah melewati proses itu.


Buku-buku, terutama yang ditulis oleh para praktisi berpengalaman, adalah akselerator pembelajaran. Ilmu-ilmu itu adalah hasil "perasan" atau "ekstrak" dari pengalaman berharga itu. Asyik kan? Dengan hanya duduk beberapa hari untuk menamatkan membaca pengalaman itu, kita menjadi tercerahkan, mendapatkan "peluru baru" untuk "berburu" di belantara bisnis yang selalu berubah dengan begitu cepat.


Seandainya tadi malam Bu Mutia bertanya kepada peserta, "Siapa yang sudah EARN setelah LEARN?", pasti saya yang paling dulu mengacungkan jari.


Ayo, kita galakkan lagi budaya belajar di TDA. Learn, then earn (setelah action, tentunya).


Salam FUUUNtastic!
Selamat menikmati weekend bersama orang-orang yang ada cintai

Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

The Paradox of Choices, Why More is Less?

Kalau jalan-jalan ke mal, tempat yang pasti saya tuju adalah toko buku. Beberapa waktu lalu berulang kali saya mengunjungi Gramedia Grand Indonesia. Di sana lagi ada diskon 30%, karena baru saja dilaunching.

Ajaibnya, berulang kali ke sana, tapi saya tidak membeli satu pun buku. Kecuali buku-buku untuk Vito dan buku masak untuk mamanya.


Buku-buku yang saya pegang semuanya menarik. Ini bagus, itu bagus. Ini penting, itu lebih penting. Akhirnya saya bingung sendiri dan memutuskan untuk tidak membeli sama sekali. Soalnya, di rumah ada puluhan (mungkin hampir seratusan) buku menunggu giliran untuk dibaca.


Saya memang punya kebiasaan membeli buku begitu saja tanpa mempedulikan kapan mau dibaca. Prinsip "don't take more than you can chew", tidak berlaku buat saya kalau sudah menyangkut buku. Ada istilah biblioholic (?), mungkin saya adalah salah satu pengidapnya :-).


Mungkin saya terkena penyakit yang namanya The Paradox of Choice yang bukunya ditulis oleh Barry Schwartz. Why more is less?, demikian pertanyannya.


Setiap hari kita dihadapi oleh banyak sekali pilihan. Mulai dari pilihan menggunakan alat cukur, makanan, pakaian, gadget, perlengkapan hobi, buku sampai strategi bisnis yang paling canggih.


Saya penggemar salah satu merek celana jeans. Setiap datang ke counternya saya selalu heran, model yang saya sukai itu ternyata telah "beranak pinak" menjadi macam-macam turunannya. Saya jadi bingung memilihnya. Saya ingin membeli seperti yang dulu, enak dipakai. Ternyata jenis itu bukannya tidak ada, tapi sudah dipecah-pecah menjadi berbagai varian, seperti slim fit, easy fit, relaxed fit atau extra baggy. Bingung kan? Padahal saya hanya ingin yang reguler, yang lebar dari atas sampai bawah.


Begitu juga kalau mau makan di restoran yang menunya "palugada" alias "apa lu mau gue ada". Akhirnya, kalau sudah terlalu bingung pilihan saya jatuh ke menu orang putus asa, "nasi goreng".


Ternyata hidup dengan semakin banyak pilihan itu bukannya malah membahagiakan dan meningkatkan kepuasan ya. Justru malah mengintimidasi kita.


Barry Schwartz, seorang profesor di bidang teori sosial dan tindakan sosial memperhatikan dengan cermat fenomena ini.


Menurutnya, saat ini pilihan tidak lagi membebaskan, justru mengekang. Bahkan pilihan dapat dikatakan menjadi suatu tirani. Lho?


Banyaknya pilihan tidak otomatis lebih baik. Ia yakin, banyak orang modern saat ini merasa kepuasannya makin lama makin berkurang, walau pun kebebasan memilih kian bertambah. Paradoksal ya?


Jadi sekarang jargonnya bukan lagi "more is more", tapi "more is less" atau "less is more".


Kita akan merasa lebih baik jika kita menurunkan ekspektasi terhadap hasil dari sebuah pilihan. Kita bisa lebih baik jika kita bisa memperbaiki keputusan yang sudah terlanjur dibuat. Kita bisa menjadi lebih baik jika kita tidak terlalu memperhatikan apa yang orang lain dapatkan atau lakukan. Ketidakpuasan dari pilihan itu lahir dari kebiasaan mengintip kehidupan orang lain dan membanding-bandingkan.


Berikut ini beberapa tips dari buku itu:


1. Memilih saat harus memilih. Tentukan prioritas, mana yang paling penting, kurangi subjektivitas.


2. Jadilah pemilih, jangan asal pilih. Sadari apa yang harus "dibayar" dari dampak pilihan itu.


3. Lebih merasa puas dan lebih sedikit maksimalisasi. Cukupkan yang sudah ada. Jangan jadi orang yang maksimalis, yang memiliki harapan terlalu tinggi dan takut kecewa dengan lewatnya kesempatan, takut terhadap perbandingan sosial.


4. Terapkan sikap bersyukur. Kita bisa memikirkan betapa hidup kita saat ini, bahwa sebenarnya segala sesuatunya begitu sempurna dihadirkan Tuhan untuk kita.


5. Jangan sering-sering merasa menyesal. Minimalkan rasa penyesalan dengan menggunakan standar "mudah puas", bukan standar seorang maksimalis.


6. Kendalikan harapan. Kurangi pilihan, jadilah mudah puas.


7. Kurangi perbandingan sosial. Kita mengevaluasi kualitas pengalaman kita dengan membandingkan pengalaman diri kita dengan orang lain. Perbandingan sosial dapat memberikan informasi berguna, dapat dapat juga mengurangi kepuasan kita. Fokuslah pada apa yang membuat ANDA bahagia dan apa yang berarti bagi hidup ANDA.


8. Belajar menyukai batasan. Lihatlah batasan sebagai sesuatu yang membebaskan, bukan penghambat.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Video: Barry Schwartz on The Paradox of Choice

Foto: dangerousintersection.org

TDA Forum: Bagaimana MenentukanTarget Market yang Profitable Bagi Bisnis Anda?


Memasuki tahun baru 2009 ini, banyak pemilik bisnis yang mengembangkan resolusi bisnisnya berdasarkan 3 pertanyaan, yaitu bagaimana saya bisa mendapatkan lebih banyak PELANGGAN, bisa meningkatkan OMZET/PENJUALAN, dan bisa memperbesar KEUNTUNGAN/PROFIT bisnis saya ???.....


Yang tidak disadari oleh 98 dari 100 pemilik bisnis adalah ke 3 pertanyaan di atas dapat membawa mereka kepada jawaban-jawaban yang keliru dan bahkan salah arah. Mereka lebih terjebak lagi pada situasi kompetisi yang berdarah-darah pada saat mereka harus mendefinisikan siapakah sebenarnya pelanggan mereka, mereka sulit untuk memberikan gambaran yang spesifik tentang pelanggan mereka. Apalagi bila mereka harus menjawab pertanyaan, siapakah pelanggan yang memberikan 80% keuntungan bagi bisnis mereka dan berapa banyak dari mereka yang seperti itu ?


Padahal keberhasilan pemilik bisnis dalam memanfaatkan investasi marketingnya untuk mendongkrak profit bisnisnya, teramat sangat dipengaruhi oleh keberhasilannya menentukan target market mana yang akan memberi profit maksimal bagi dirinya. Khususnya dalam menghadapi tantangan kondisi ekonomi di tahun 2009, semua pemilik bisnis dituntut lebih cerdik lagi dalam mengelola investasi marketing tersebut.


Forum Jumat TDA kali ini akan mengajak pemilik bisnis untuk memperoleh 3 manfaat dari ActionCOACH dalam waktu 1 - 2 jam, yaitu :


1. Memahami pentingnya faktor target market yang spesifik dalam pengelolaan investasi marketing


2. Mengetahui langkah praktis dan sistematis dalam menentukan target market yang spesifik dan menguntungkan bagi bisnis


3. Memperoleh peluang mendapatkan Complimentary (Free) Coaching Session selama 1.5 jam dari ActionCOACH dan senilai Rp 2.500.000,-….


Dan kesemua manfaat ini, sejujurnya, hanya bagi para pemilik bisnis yang memiliki komitmen kuat sekaligus bersedia menghadapi konsekuensi yang diperlukan agar bisnisnya tumbuh kuat dan GO DOUBLE !!!


Jangan lewatkan!

Forum Jumat TDA Minggu ini:

Hari/tanggal : Jumat 9 Januari 2009
Pukul: 18.30 - 21.00
Tempat : Wisata Makanan JaCC lantai dasar - belakang Plaza Indonesia
Peserta : Hanya 100 orang
Biaya : Rp. 35.000,- (langsung bayar ditempat)

Topik: Bagaimana MenentukanTarget Market yang Profitable Bagi Bisnis Anda?
Bersama Ibu Mutia Prihartini dari
ActionCOACH

Semua member boleh hadir baik yang lama maupun baru. Calon member pun dipersilahkan hadir.

Contact Person:
Dwi Wahyono, telpon : 021-70449090
Siska Tri Hapsari, telpon: 081318114437
Irwin Juliandi, telpon : 08121070817
Rery IK, telpon : 08128026943
Nur Alam, telpon : 08159804831

Catatan:
Kepada seluruh member yang ingin menjadi sponsor atau donatur Acara Forum TDA dipersilahkan menghubungi TDA EO. Dipersilahkan pula bagi anggota yang ingin memberikan doorprize.

Wassalam,
TDA EO


Sekarang adalah Era Generation-C. Are You Ready for It?

Seharian kemarin saya online dan mengaktifkan status Yahoo! Messenger (YM). Saat ini saya dan tim tengah membenahi pelayanan webstore Manet. Banyak pelanggan mengeluhkan pelayanan webstore ketinggalan dibandingkan pelayanan via SMS atau fax.

Saya sempat chatting dengan Pak Tonton Taufik, pemilik RattanLand yang pernah dapat penghargaan presiden itu. Ia sekarang sedang merintis sebuah portal direktori bisnis Trade World yang berambisi menjadi Alibaba.com-nya Indonesia.


Saya mendapat banyak ilmu dan pencerahan darinya. Ternyata, ia membuat portal ini dengan melakukan global outsourcing, sampai ke India. Mirip yang dilakukan oleh Tim Ferris penulis buku The Four Hours Workweek, yang bahkan meng-outsource kehidupannya ke negeri Gangga tersebut. Untuk memesan tiket pesawat, kamar hotel, janji meeting, dilakukan oleh asistennya di Banglore sana dengan bayaran Rupee.


Datang lagi sapaan dari Pak Bagus Arianto, member TDA Surabaya dan pemilik Kerudung Taaj. Ia bercerita bahwa bisnisnya baru saja diliput oleh Majalah SWA dalam topik industri kreatif. Hebat, kata saya. Saya aja butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa masuk ke SWA, sedangkan Pak Bagus saya rasa hanya butuh waktu kurang dari setahun saja.


Sambil terus bekerja melalui chatting dengan developer web Manet di ujung sana, saya tetap bisa berkomunikasi dengan teman-teman saya, baik itu di Facebook, Twitter dan milis TDA. Teman saya di Facebook sudah lebih dari 1.000 sekarang. Beberapa orang di antaranya menjadi teman dekat dan bahkan sudah mulai mengarah ke kerja sama bisnis. Saya banyak bertukar pikiran dan ide dengan teman-teman di Facebook ini.


Sekali-sekali saya mengecek status teman-teman dan kadang-kadang mengomentarinya. Sebuah pesan pun saya terima dari seorang teman yang menyampaikan terima kasih atas endorsement saya untuk bukunya yang akan terbit.


Kira-kira seperti itulah pergaulan saya sehari-hari. Saya bertukar pikiran, mendapat ide-ide dan inspirasi dari teman-teman di sekeliling yang tidak perlu bertemu secara fisik. Kami bertemu kalau sudah mau deal bisnis saja.


Nah, orang-orang seperti saya, Tim Ferris, Pak Tonton, Pak Bagus, dan developer web Manet itu, katanya, adalah orang-orang yang mewakili Generation C.


Apa itu Generation C? Apa bedanya dengan Generation X, MTV Generation atau Baby Boomer?


Menurut situs Trend Watching, Generation C inilah yang akan jadi mewarnai tren ke depan. Bedanya dengan Baby Boomer yang lahir di era tahun 60-an, Generation C tidak terkait dengan tahun kelahirannya.


Mereka diidentifikasi berdasarkan behaviornya, gaya hidup, cara berpikir dan cara beraktivitasnya. Mereka adalah orang-orang yang berpikir kreatif, mandiri, bebas dan adaptif terhadap perubahan. Mereka tidak hanya sebagai konsumen, tapi juga produsen. Mereka menggunakan teknologi sebagai bagian dari kesehariannya. "YOU are the actor" adalah mantranya.


Nah, pagi ini saya akan diwawancara mengenai hal ini. Sebuah buku mengenai Generation C akan diterbitkan oleh salah seorang teman saya.


So, apakah anda siap menyambut era Generation C ini?


Apa saja peluangnya untuk bisnis? Ini yang perlu kita telusuri bersama.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Punya Ide Tapi Tidak Punya Modal? Mintalah ke Sarang Naga

Seorang pria berbaju rapi berdiri rikuh di hadapan empat orang pria berusia separuh baya yang sebagiannya botak dan seorang wanita.Tiga orang di antara pria itu terlihat begitu antusias dengan cerita si pria berbaju rapi itu.

Rupanya si pria berbaju rapi dan bermuka lugu itu menawarkan sebuah peluang bisnis kepada empat pria dan satu wanita itu. Ia mengajak mereka untuk membiayai temuannya yang terbilang canggih dan berpotensi menjadi peluang bisnis besar.


Pria pertama yang menawarkan uang sekian juta dollar untuk membeli seluruh hak patennya. Pria kedua menawarkan 300 ribu dollar dan royalti 7,5 untuk setiap produk yang terjual. Pria ketiga menawarkan uang 1 juta dollar dan kepemilikan saham 50%. Pria berbaju rapi itu menjatuhkan pilihan kepada pria ketiga. Deal.


Para pria dan seorang wanita itulah yang digelari "dragon" alias naga, mungkin karena mereka saking kayanya. Si pria berbaju rapi itu berada di Sarang Naga atau Dragon's Den. Ini adalah sebuah tayangan menarik lain dari BBC Knowledge yang memukau perhatian saya (duh, saya jadi promosiin channel ini terus, tapi memang keren sih).


Para Dragon itu adalah pengusaha-pengusaha kaya dari Canada dengan kekayaan di atas ratusan juta dollar. Beberapa di antaranya yg saya pernah dengar namanya adalah Tim O'Riley dan seorang pengusaha lingerie terkenal dengan brand La Senza.


Acara ini seperti audisi American Idol, di mana mereka yang tidak disukai oleh para juri langsung diusir keluar ruangan. Bedanya, di acara ini si kontestan yang disukai akan mendapatkan uang untuk modalnya membesarkan bisnis.


Tidak semua kontestan bisa sukses seperti pria berbaju rapi tadi. Setelah dia, datang seorang ibu berbadan gempal dengan produk peti mayat untuk hewan peliharaan. Dengan segenap kemampuan ia meyakinkan para naga itu untuk memodalinya sebesar 20 ribu dollar. Semua menolaknya mentah-mentah. Mereka menilai bisnis yang ditawarkan tidak akan berkembang dalam skala besar. Ibu berbadan gempal itu pun meninggalkan ruangan dengan kepala tertunduk.


Datang lagi seorang pria berpakaian koboi. Ia mempresentasikan sebuah proyek taman wisata berkonsep kembali ke alam. Dia membutuhkan 700 juta dollar untuk membangunnya dan menawarkan sekian persen saham jika dimodali. Permintaannya pun dicaci oleh para naga dan dinilai tidak punya konsep yang jelas, tidak ada nilai tambah dan terlalu kecil untuk ukuran ekspektasi mereka. Sang koboi pun keluar dari arena dengan senyum kecut.


Setelah itu seorang wanita muda penggemar serangga memaparkan konsep museum serangga dari seluruh penjuru dunia. Ia hanya butuh 70 juta dollar untuk mewujudkan rencananya dan menawarkan kepemilikan saham 25%. Semua naga mengangguk sepakat untuk tidak tertarik dengan konsep ini. "Kalau anda menawarkan sebuah produk pembasmi serangga yang paling ampuh, mungkin kami tertarik", kata salah seorang naga. Demikianlah para naga membantai konsestan yang ide bisnisnya tidak menarik.


Yang lebih sial lagi seorang pria yang menawarkan bisnis alat penangkal radiasi handphone. Ia dituduh penipu dan pembohong oleh para naga itu. Benar-benar sebuah acara yang menguji nyali.


Akhirnya, dari sekitar 7 orang kontestan, hanya 2 orang yang sukses mendapatkan modal dan kerja sama.


Kontestan terakhir adalah yang paling menarik. Pria beramput ikal dan berjambang ini berhasil membuat para naga 'berantem' memperebutkan peluang ini. Mereka berlomba-lomba mengajukan penawaran tertinggi. Bisnisnya memang menarik sekali dan berpeluang menghasilkan banyak uang.


Kontestan ini juga pede sekali. Ia bersedia melepas seluruh paten produknya kalau diberi uang 10 juta dollar. Tidak ada naga yang berani menawar setinggi itu. Kompromi pun dibuat. Para naga tidak mau melepas peluang emas di depan mata ini. Si Jambang akhirnya menerima tawaran 300 ribu dollar plus royalti penjualan produk. "Dalam 5 tahun uang 10 juta itu bisa juga saya dapat dengan cara ini", jawabnya ketika ditanya oleh pembawa acara.


Sebuah acara yang menarik. Saya pun mencatat jadwalnya dan menunggu episode selanjutnya. Harusnya produser seperti Helmi Yahya bisa membawa acara seperti ini ke Indonesia.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Dibantu Mentor, Menjadi Jutawan dalam Setahun

Acara reality show Make Me A Million yang ditayangkan oleh BBC Knowledge ini menjadi salah satu program favorit saya. Tiga pasang anak muda dengan pengalaman bisnis nol bisa membuktikannya. Mereka menjadi jutawan (dalam mata uang poundsterling) dalam waktu 1 tahun saja. Modal awalnya pun tidak banyak, maksimal 60 ribu poundsterling. Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil lebih dulu meraih 1 juta poundsterling dalam waktu 1 tahun.

Bagaimana caranya? Mereka masing-masing didampingi oleh seorang mentor yang sudah sukses. Setiap mentor itu adalah orang kaya dengan kekayaan puluhan juta poundsterling.


Ketiga kelompok kontestan ini, sebut saja kelompok A, B dan C, mengawalinya dengan mengajukan ide bisnis kepada mentornya. Mentor lebih bersifat sebagai fasilitator dan penasehat saja, tidak mendikte. Uniknya, mentor pun boleh menjadi investor jika berminat. Kalau pun tidak, ia bisa mengenalkan mereka kepada calon investor lain. Ini salah satu kunci dari suksesnya bisnis mereka, mentor menjadi akselerator bisnis.


Kelompok A membuat bisnis berbasis online. Mereka membuat situs bimbingan diet online dengan sistim membership. Dengan susah payah mereka meyakinkan sang mentor akan prospek bisnis ini. "Kami akan mendapatkan 1 juta poundsterling kalau mendapatkan 1.000 member", katanya meyakinkan sang mentor.


Mendekati akhir kompetisi, jumlah membernya masih jauh dari harapan. Terlihat betapa deg-degan mereka. Namun, berkat jaringan sang mentor, mereka diperkenalkan dengan sebuah perusahaan yang kemudian mendaftarkan 1.200 karyawannya untuk menjadi member situs itu. Puluhan ribu pound pun mereka raup dalam waktu singkat.


Kelompok B lain lagi ceritanya. Mereka membuat bisnis shampo untuk anak-anak. Pesaing di pasar adalah brand terkenal milik perusahaan raksasa. Tapi mereka tidak gentar, karena punya differensiasi sendiri. Shampo itu anti alergi dan ada tanda tangan ownernya di setiap botol. Seperti ada personal touch.


Banyak kendala mereka temui. Mulai dari meyakinkan sebuah jaringan hyper market untuk menerima produknya, mencari mitra produksi dan cacat produk ketika akan dikirim. Terlihat sekali mereka mengalami tekanan begitu berat. Maklum, semuanya tidak ada latar belakang bisnis sama sekali.


Akhirnya, presentasi produk mereka diterima dengan sukses di jaringan hypermarket Tesco. Order mengalir sampai jutaan botol. Mereka pun panik, tak menyangka akan secepat itu. Suntikan modal dibutuhkan. Padahal, uang pribadi mereka sudah ludes semua untuk modal awal. Di sinilah peran mentor bermain lagi. Mereka diperkenalkan kepada calon investor yang berminat.


Ceritanya kelompok C lain pula. Mereka tidak sukses sejak awal. Bukannya berupaya menjalankan bisnis, mereka malah terlibat konflik pribadi yang berat. Mentor pun dibuatnya pusing. Mereka jalan di tempat. Ide kasur kesehatan yang mereka ajukan sebenarnya bagus, tapi semua energi mereka tersedot kepada masalah pribadi sehingga eksekusinya menjadi lambat sekali. Mereka ketinggalan dari kedua pesaing mereka.


Berbulan-bulan produk mereka terpajang di toko tanpa terjual satu unit pun. Sang mentor kemudian menyarankan agar mereka berpisah dulu dan fokus untuk membesarkan bisnis. Saran ini ternyata manjur. Penjualan mulai merangkak naik sejalan dengan semakin agresifnya mereka memperkenalkan produk tersebut.


Genap setahun mereka berbisnis, saatnya dinilai siapa pemenang dari kompetisi itu. Mereka dihadapkan kepada tim panelis yang terdiri dari 3 orang pengusaha kaya. Kekayaan mereka bukan puluhan juta lagi, tapi ratusan juta. Pilihan mereka jatuh kepada tim B, dengan produk shampo anak-anak itu.


Di akhir acara salah satu anggota tim B terlihat keluar dari sebuah butik ternama dengan menenteng banyak tas belanjaan. Ia menjadi jutawan sekarang.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO