Pedagang Asongan Itu pun Datang dan Curhat di Kantor Saya


Ini cerita yang sudah saya simpan beberapa minggu, tapi sayang untuk tidak diceritakan.



Ceritanya berawal saat saya mengemudi mobil sore hari sepulang dari kantor Manet. Tiba-tiba kaca pintu di samping diketuk oleh seorang pedagang asongan yang di tangannya memegang gelas Aqua dan Pocari Sweat.



Saya hanya melirik dengan ujung mata kanan dan melambaikan tangan sebagai tanda tidak berminat. Tapi pedagang itu tidak menyerah dan terus mengetuk-ngetuk kaca sambil meneriakkan sesuatu. Saya pun kaget dan cemas. Apa maunya ini orang?



Tatapan mata saya masih fokus ke depan, karena jalan di depan Pasar Cipulir itu memang macet tersendat.



Istri saya yang duduk di belakang menyarankan saya untuk membuka kaca, karena si abang asongan itu seperti meneriakkan nama saya. Bingung, kok si abang kenal saya?



Akhirnya saya buka kaca dengan masih sedikit curiga dan cemas. Ia pun meneriakkan nama saya, "Ini Pak Roni Yuzirman kan? Yang di www.roniyuzirman.com?"



Masih dengan heran campur kaget, saya pun mengiyakan. Kok bisa abang asongan ini tahu nama saya dan alamat blog saya?



"Saya mau dagang supaya maju Pak. Gimana caranya?" tanyanya singkat dan bersemangat. Terlihat dari wajahnya ia begitu girang ketika saya menjawab pertanyaannya.



"Telepon aja saya", jawab saya terburu-buru karena kendaraan di depan sudah mulai menjauh. Saya yakin, kalau ia tahu alamat blog pasti bisa menemukan nomor telepon saya di sana.



Sisa perjalanan sampai di rumah akhirnya kami habiskan memperbincangkan "keanehan" ini. Kalau ada orang yang mengenal saya di ruang seminar atau di Facebook sih wajar, karena memang sehari-hari saya beraktivitas di online dan menghadiri seminar-seminar. Tapi kalau pedagang asongan pinggir jalan?



Beberapa hari kemudian ia mengirim SMS dan saya memberikan alamat. Kami pun akhirnya bertemu di kantor Manet.



Saya pun menembaknya dengan pertanyaan, "Kok bisa tahu saya? Dari mana?"



Rupanya ia seorang lulusan STM yang baru berdagang asongan 6 bulan ini. Sebelumnya ia berdagang krei keliling. Setiap melihat kendaraan lewat yang ada stiker di belakang kacanya selalu diingatnya dan dicarinya di warnet. Hampir setiap hari ia ke warnet.



Kebetulan di belakang kaca mobil saya tertera alamat www.tangandiatas.com, komunitas bisnis yang saya dirikan. Dari sanalah ia masuk ke blog saya.



Tulisan di blog saya ia kutip dengan lancar. "Kata bapak kalau kita mau hasil yang berbeda jangan menggunakan cara yang sama ya Pak?"



Hmmm, saya membatin. Ini kan kutipan dari Albert Einstein. Rupanya ia benar telah membacai isi blog saya.



Dengan fasih ia menyebutkan nama-nama member TDA yang ia bacai blognya seperti Pak Rosihan, Pak Nukman, Pak Hadi dan sebagainya.



Ia bercerita awalnya berjualan asongan dan kendala sehari-hari yang dihadapinya. Setiap hari berdagang tidak selalu lancar. Selau saja ada gangguan dari Satpol PP yang mengusir mereka.



Penghasilan pun tidak pasti. "Paling banter dua puluh ribu sehari. Kalau ramai di Sabtu Minggu bisa dapat lima puluh ribu".



"Kamu ada uang simpanan?", tanya saya.



"Nggak ada Pak", jawabnya. Menurutnya, ia tidak bisa menyimpan uang. Selalu saya habis untuk pengeluaran ini itu. Padahal ia masih bujangan.



"Nah di situlah masalahnya. Kamu tidak akan kaya kalau cara mengelola uang seperti itu. Sisakan sebagian untuk pengembangan usaha kamu. Memang berat. Harus irit. Kalau mau sukses harus menunda kenikmatan".



Saya mencontohkan kebiasaan pedagang keturunan Tionghoa dalam mengelola uang. Ketika masih merintis usaha, mereka berhemat. Makan pun sederhana sekali. Baju mereka pun itu itu saja.



Akhirnya terkumpullah uang yang cukup untuk membuka satu toko lagi. Setelah punya toko dua, gaya hidupnya tetap hemat, tidak berubah. Toko ketiga pun bisa dibuka dengan lebih cepat. Seperti itulah prosesnya. Sederhana sekali.



Kalau kamu tidak bisa menyimpan uang, nasib kamu tidak akan berubah, jalan di tempat. Mulai sekarang, bagi pendapatan kamu jadi 3, pertama untuk makan, kedua untuk pengembangan usaha, ketiga untuk bantu orang lain.



Saya bercerita ini bukan omong kosong. Orang tua saya sendiri adalah contohnya. Ketika datang ke Jakarta, almarhum ayah saya berjualan asongan, persis seperti kamu ini. Kemudian ada modal terkumpul akhirnya bisa berjualan di depan toko orang dengan meja ukuran 1 x 1 meter. Setelah itu naik peringkat jadi pedagang kaki lima mandiri di pinggir jalan. Karena bosan selalu diusir kamtib, akhirnya terpaksa naik peringkat lagi dengan menyewa toko.



Kendala tidak berhenti, lokasi toko itu dilirik pengelola jalan tol untuk dibebaskan. Keputusan pun dibulatkan untuk membeli toko sendiri dan alhamdulillah toko itu ramai sekali. Dalam setahun membuka toko, hasilnya dapat untuk membangun rumah yang cukup besar dan megah. Saya juga bisa kuliah di Trisakti yang cukup mahal ketika itu.



"Jangan lama-lama dagang asongan. Setelah ini kamu harus punya gerobak sendiri. Kemudian punya toko. Setelah itu jadi grosir".



Ia bersemangat menerima tantangan saya. Air mukanya menjadi cerah. Matanya berbinar menandakan semangat. Kata-kata saya rupanya telah menyentuh pikiran bawah sadarnya. Itu tujuan saya. Pikiran bawah sadar menguasai 80% tindakan kita dan tentu saja nasib kita kelak.



"Sekarang, saya kasih PR, kamu harus menabung. Kamu boleh kembali lagi menemui saya kalau sudah punya tabungan minimal 1 juta".



"Wah, kekecilan Pak!", sanggahnya.



"Berapa kamu beraninya?"



"Satu setengah juga Pak!", jawabnya.



"Oke, deal", kata saya.



Ia pun pulang. Saya tunggu kedatangannya dengan membawa PR itu. Saya ingin ia berhasil. Saya bisa melihat itu dari semangat, gairah dan keberaniannya. Tinggal dipoles sedikit dengan mindset bisnis, action yang tepat dan cara mengelola uang, ia akan berhasil.



Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,



Roni, www.manetvision.com, www.twitter.com/roniyuzirman


6 Comentários:

Silo mengatakan...

Kejadian yang Luar Biasa Pak...
Sangat memotivasi...

Yudi Esaputra mengatakan...

mantabs ceritanya pak roni... inspiring sekali...

Zidni mengatakan...

pak roni,
kalau ini berhasil.
bisa dikembangin buat memandirikan pedagang asongan pak :)

SlimFitCoach mengatakan...

Great story! I love it...

ferry koto mengatakan...

Alhamdulillah... bertambah lagi pahala anda pak... luar biasa... terentas satu lagi anak negeri...

wahinijua mengatakan...

ga tahan buat kasih komentar.. bagus banget pak.. really inspiring..semoga bapak terus sukses dan bisa makin byk org yg tertolong dan terinspirasi jg.. Alhamdulillah

Poskan Komentar

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO