Egois, Member TDA yang Tidak Mau Ber-mastermind

Itu kata Pak Jamil Azzaini, bukan kata saya, saat mengisi workshop Sukses Mulia kemarin. Tapi saya setuju dengan pendapat beliau.


Meski pun jarang posting, saya ini memperhatikan lho, member-member yang rajin posting di milis. Saya tahu siapa saja yang tulisannya inspiratif, provokatif. Dan saya selalu bertanya dalam hati, apakah member ini sudah ikut mastermind?


Yah, saya paham. Mungkin bisnisnya sedang tumbuh pesat. Mungkin ia sibuk sekali. Mungkin ia merasa tidak perlu bermastermind.


Namun begitu, apakah bisnis anda akan terus tumbuh tanpa kendala? Apakah anda tidak butuh masukan dan saran dari teman dekat anda? Apakah anda tidak pernah merasa ragu atau bimbang saat akan mengambil keputusan?


Saya pernah dengar cerita tentang seorang member. Bisnisnya sudah tergolong besar. Sepertinya ia tidak butuh mastermind. Tapi, apa yang terjadi? Tiba-tiba bisnisnya ditimpa masalah pelik yang ia sendiri tidak perkirakan sebelumnya. Kemudian ia mengontak dan mengejar-ngejar salah seorang member TDA yang dianggap kapable untuk memberi nasehat. Member yang dikontak ini sampai bingung, kok begitu urgennya masalah ini sampai ia meminta bertemu dengan seperti memaksa. Nah, ternyata ia juga butuh teman untuk minta pendapat, second opinion. Tanpa disadari, ia pun butuh mastermind.


Berkaca kepada pengalaman saya yang nyaris bangkrut di tahun 2003-an dulu, seandainya saya punya kelompok mastermind ketika itu, tentu ceritanya akan lain (tentu, ceritanya juga akan lain kalau saya tidak bangkrut, TDA pun tidak akan lahir).


Beruntung, ketika itu saya tidak tinggal diam. Saya upayakan segala cara untuk menyelamatkan bisnis yang sudah di pinggir jurang. Saya kontak Pak Tung Desem Waringin, saya beli buku-bukunya Brad Sugars, saya berdiskusi dengan Pak Erbe Sentanu, dan juga Pak Iim Rusyamsi, teman dekat sejak kecil saya. Itulah kelompok mastermind "bayangan" saya ketika itu.


Mastermind sudah menjadi kebutuhan saya saat ini. Saya sangat menantikan saat-saat akan bermastermind. Demikian juga teman-teman di kelompok saya. Bahkan sering terjadi dialog seperti ini: "Kapan nih jadwal mastermind kita? Saya lagi ada masalah urgent nih. Minta tolong untuk dipecahkan bersama." Beruntunglah ada Facebook. Sebelum jadwal pertemuan offline, kami bisa membahasnya secara online dengan membentuk mailing list kecil di sana.


Saya sering dengar kelompok mastermind yang vakum gara-gara membernya masing-masing sibuk. Teringat kata Pak Jamil, itu bukan alasan. Alasan yang sebenarnya adalah, anda egois, tidak punya komitmen. Titik.


So, kepada member yang masih belum bermastermind dengan berbagai alasan, sebenarnya alasan anda adalah anda tidak butuh mastermind alias egois. Bukan karena sibuk, bukan karena tidak ada waktu.


By the way, setelah terbitnya kartu anggota TDA nanti, yang diakui sebagai member TDA adalah yang memiliki kartu dan ikut mastermind minimal selama 6 bulan. Selebihnya adalah member milis atau member portal. Biarlah, nantinya anggota TDA menyusut jadi cuma ratusan orang. Tapi itu adalah member yang sebenarnya, member inti. Bagaimana dengan yang sudah bergabung sejak lama? Aturan ini berlaku tanpa kecuali.


Anggota mastermind akan mendapat banyak priviledge dari TDA Management, seperti akses informasi dan peluang, referensi, rekomendasi, perbedaan harga dalam setiap kegiatan TDA dan sebagainya.


Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas

7 Comentários:

herryhasibuan mengatakan...

saya belum berMM bang roni.. tp saya ada MM "bayangan" :)

banyak yg mau berbagi bang.. :)
akan banyak tda / orang yg mau tda akan berMM.. :)
tidak banyak yang tidak mau berbagi.. :)

akan banyak yang bersama menebar rahmat :)

insyaAllah :)

widi hermansyah mengatakan...

Pak Roni, saya tertarik untuk ber-MM. lokasi saya di Jakarta Timur. Gimana caranya? thanks

widi hermansyah mengatakan...

Pak Roni.. izin saya link ya. thanks

Arif Setiawan mengatakan...

Di tunggu member card-nya pak, kapan jadinya ya..kan sudah di launching saat milad kemarin?

Evi Indrawanto mengatakan...

Baru baca posting yg ini. Huk! Seperti di tonjok pas di hulu hati. Saya termasuk member TDA yg egois itu. Alasannya sdh di tuliskan pula dg gamblang bahwa tidak punya waktu.Jadi tidak ada peluang untuk mencari kalimat excuses. Gimana ya saya senang jadi member TDA dan pengen masuk jadi member inti. Mudah2an ada peluang untuk membentuk group mm khusus TDA ladies di Serpong. Wish me luck Ngku...

Eka Riyadi mengatakan...

Pak Rony, saya mau ikut mastermind nich, namun saya tidak tau mesti daftar kemana? tempat tinggal saya di perum dasana indah tangerang...

Saudara2 yang tinggal di tangerang ajak2 saya dong...

kontak ke email : ekariyadi@gmail.com

mustafa kamal mengatakan...

wah... jadi merasa salah satu objek nih :p

saya sbenarnya pengin banget ikut mastermind, tapi bingung gimana dan dimana masuknya

Poskan Komentar

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO