Enam Alasan Kenapa Saya Jatuh Cinta dengan Twitter
Selain Facebook, situs social networking yang membuat saya kepincut adalah Twitter.
Tadinya, saya hanya menggunakan Twitter karena ikut-ikutan saja. Saya melihat status "what I'm doing" di blognya Joe Vitale. Asyik juga nih dicoba di blog saya.
Setelah menggunakannya cukup lama, saya pun semakin mencintainya, kenapa? Berikut ini adalah beberapa alasannya:
1. Saya bisa memposting dengan singkat status dan percikan pemikiran secara cepat melalui handphone. Kegiatan ini mengubah kebiasaan saya yang sejak dulu suka membawa buku notes kecil di kantong celana, sebelum digantikan oleh notes di handphone. Saya selalu mencatat hal-hal kecil yang ditemukan sehari-hari, seperti peristiwa menarik, kata-kata inspiratif, ide untuk judul tulisan di blog, ide bisnis, dan sebagainya. Pemikiran-pemikiran itu bisa langsung saya share dengan orang lain. Twitter juga berfungsi menjadi "gudang ide sementara" sebelum dikembangkan lebih lanjut. Kalau belum punya ide atau waktu untuk menuliskannya di blog, Twitter bisa menjadi alternatifnya.
2. Saya jadi terhubung dengan para inspirator dan mentor ngetop, seperti: Stephen Covey, Brad Sugars, Joe Vitale, Richard Branson, Robert Kiyosaki, Donald Trump, Robin Sharma, Blair Singer, Guy Kawasaki, Tim Ferris, Brian Tracy, Leo Babauta dan sebagainya. Saya jadi merasa dekat dengan orang-orang hebat itu. Saya jadi tahu apa saja yang mereka pikirkan, rasakan dan lakukan. Katanya, supaya sukses, kita harus me-modeling orang-orang seperti itu. Bahkan suatu ketika, Brad Sugar pernah me-reply status saya. Bangga juga.
3. Banyak dapat ilmu dan inspirasi dari membaca dan mengikuti update status para inspirator dan mentor itu. Saya sering mendapatkan link menarik dari mereka yang kemudian memberi ilmu dan pencerahan. Beberapa orang yang link-nya rajin saya ikuti adalah: Guy Kawasaki, Leo Babauta, Robin Sharma dan Tim Ferris.
4. Twitter, dalam kondisi tertentu, bisa menjadi penyelamat. Akhir tahun lalu saya dan keluarga beserta ibu dan ibu mertua berobat sekaligus jalan-jalan ke Malaysia dan Singapura. Ketika baru sampai di Singapura dari Malaysia, adik istri saya di Palembang sempat panik lantaran tidak bisa mengontak kami, karena saya belum mengganti kartu telepon. Beruntung, begitu masuk perbatasan Johor - Singapura saya sempat update status bahwa kami sudah sampai di Singapura. Informasi itu dibaca di blog ini oleh salah satu adik istri di Jakarta yang kemudian mengabari adiknya di Palembang.
5. Bisa update status Facebook dan blog sekaligus. Karena ada aplikasi penghubung, maka itu bisa dilakukan. Saya merasa terbantu sekali. Sekali mengupdate di Twitter via handphone, otomatis akan tampil di Facebook dan blog.
6. Menggunakan Twitter bisa lebih fokus, tidak memecah konsentrasi dan "annoying", seperti Facebook. Twitter yang sederhana, tidak membuat saya terjebak untuk mengklik yang macam-macam seperti di Facebook. Saya bisa mengaktifkan Twitter seharian penuh tanpa mengganggu aktivitas lainnya.
So far, saya menikmati menggunakan Twitter. Lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya. Saya pun belum merasa perlu untuk pindah menggunakan media social networking lainnya. Cukup Twitter dan Facebook saja.
Teman-teman ada yang mau menambahkan alasan lain?
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas












Thanks sharingnya Pak Roni. Saya jadi mau coba2 daftar ..
Bisa sekaligus update status di FB & blog, itu yang membuatnya jadi menarik.
Tidak tergoda klik sana-sini kayak FB? mau saya buktikan dulu..
Terima Kasih..
*Hermawan - http://akses-research.com
thanks pak roni. jadi pengen coba.
purwo - http://purwo.com/
alamat twitter pak roni apa ya? mungkin bisa jadi masukan juga: What’s Your Twitter Personality Style? http://bit.ly/16Rcgn
Poskan Komentar