Buku Apa yang Anda Baca Saat Ini?

Sebuah pertanyaan iseng saya ajukan di status saya di Facebook kemarin. Saya ingin tahu, apakah teman-teman saya ini sudah melupakan membaca buku di tengah-tengah hiruk pikuk Facebook dan kehidupan online yang menyita waktu dan perhatian.


Beberapa waktu lalu, saya pernah 'mengeluhkan' berkurangnya waktu saya untuk membaca karena perhatian dan waktu saya telah direbut oleh media online.


Ternyata, jawaban teman-teman tidak mengecewakan. Lebih dari 40 orang menjawab bahwa mereka saat ini sedang membaca buku seperti: The Secret, Quantum Ikhlas, Outlier, New Wave Marketing, Crowd, Marketing Revolution, Tan Malaka, Hypnotic Writing, Zona Ikhlas, Leaving Microsoft to Change The World, Miracle of Giving, dan sebagainya.


"Pak Roni sendiri sedang baca apa?", tanya salah satu di antara mereka.


The Zahir dari Paulo Coelho dan The Greatness Guide dari Robin Sharma, jawab saya.


Saya senang, ternyata teman-teman saya banyak pembaca buku. Jadi terpikir ide untuk membentuk klub pembaca nih (haloooo, TDA Book Club mana nih kegiatannya?)


Katanya, masyarakat Indonesia belumlah menjadi masyarakat pembaca. Salah satu ciri masyarakat pembaca adalah, ketika berkenalan dan berbasa-basi, yang ditanyakan adalah, "Buku apa yang anda baca saat ini?".


Di Indonesia, sangat jarang saya mendapatkan pertanyaan seperti ini. Paling jauh pertanyaannya berkisar kejadian terkini seperti bencana, tentang sepakbola (saya bukan penggemar bola), menyindir pemerintah, gadget, harga-harga atau gosip selebritis.


Jarang sekali saya bertemu orang membicarakan serius tentang buku. Jadi, kalau diminta mengingat, gampang sekali saya mengingat namanya lantaran sedikit, Tung Desem Waringin, Fauzi Rachmanto, Yusef Hilmi, Yulia Astuti dan Yodhia Antariksa. Mereka adalah teman-teman yang saya kenal adalah pembaca kelas berat.


Tantangan sekarang adalah, perhatian kita yang banyak di sita oleh media non buku seperti TV, laptop atau mobile gadget. "Lho, saya tetap membaca kok, tapi secara online", salah seorang mendebat.


Ya, saya setuju. Membaca tidak harus dari buku.


Tapi membaca buku berbeda dengan membaca secara digital. Membaca secara digital atau online, sulit mencari kedalaman. Kita dapat "banyak" tapi tidak "dalam dan luas". Semua itu hanya didapat dari membaca buku secara fisik.


Membaca buku secara fisik itu ada kenikmatan dan ritualnya tersendiri. Saya harus mencari tempat yang nyaman di rumah, misalnya di gazebo atau teras belakang sambil mendengar gemericik air di kolam ditemani secangkir kopi krim atau makanan kecil.


Membalik-balik halaman buku itu adalah kenikmatan tersendiri. Bahkan saya suka dengan bau kertas yang khas itu. Dari bau kertasnya saja, saya bisa tahu itu buku berkualitas atau tidak.


Saya suka membaca dua atau tiga buku secara berbarengan. Topik yang dipilih harus berbeda. Misalnya, novel, bisnis dan memoar. Bahkan saya ada buku yang khusus di baca saat merenung di kloset. Hehe. "Kasihan ya, bukunya dibaca di kloset", komentar istri saya.


Ketika kuliah dulu, saya pernah menghitung bahwa saya membaca buku rata-rata 9 halaman per hari atau 3.285 halaman per tahun. Sekarang, saya tidak pernah lagi menghitungnya. Rasanya sih turun.


Membaca buku memperkaya pikiran dan jiwa saya. You are what you read, kata sebuah ungkapan. Saya setuju. Saya bisa seperti sekarang ini (alhamdulillah) adalah karena pengaruh apa yang saya baca sejak kecil. Pola pikir saya terutama dipengaruhi oleh buku.


Saya membaca, maka saya ada. Membaca buku adalah untuk eksistensi diri saya. Kalau itu saya tinggalkan, maka saya pun "punah".


Wassalam,


Ron, Owner Manet Busana Muslim


NB: Saya ada ide untuk mendiskusikan buku-buku yang menarik. Apakah anda tertarik untuk hadir kalau saya undang?

4 Comentários:

Dexter mengatakan...

Kalau urusan buku, langsung saja sms saya pak Roni. Ayo ayoooo diskusi buku....TDA Book Club itu bagus...siap daftar jadi yang pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaa! *sembari ajung kepalan tangan semangat*

Suripto's Place mengatakan...

Tulisan menarik...Anda beruntung Saudaraku..bisa membaca buku2 berkelas..sambil leyeh2 di gazebo..disamping kolam rumah..sebagian yang lain "tampak" keren dgn jawaban masing...sehingga menyebutkan buku yg dibaca menjadi ukuran siapa dirinya..menjadi terlihat pinter..terlihat bijak...terlihat berkasta tinggi dlm urusan membaca..saya membaca tulisan nyeleneh Samuel Mulia itupun kadang2...mungkin karna kasta saya rendah dalam hal membaca.

Sukses bwat Anda & TDA

http://cipinangdeli.blogspot.com

Atep Firmansyah, Member uangpanas.com mengatakan...

aku suka baca inspiring books like aku harus jadi pengusaha salah satunnya..tidak terlalu tebel tp cukup inspiratif

aTEP
http://zonabiznet.blogspot.com/

FAJAR S PRAMONO mengatakan...

Mas, please, undang juga saya untuk urusan diskusi buku. Lebih jauh, saya siap membantu aktivitas TDA Book Club, biar nggak "mati suri"... hehe. :)

Poskan Komentar

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO