Bank Budi


Saya itu sering berpikir, merenung dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:


Mengapa saya bisa sampai pada kondisi seperti sekarang ini?


Mengapa saya bisa punya bisnis seperti sekarang ini?


Mengapa saya bisa ditemani istri dan dua orang putra yang sehat dan membahagiakan, tinggal di rumah impian, punya teman-teman dan sahabat yang baik dan mendukung?


Mengapa saya bisa menjalani kehidupan seperti sekarang ini?


Itu adalah takdir saya, secara gampang bisa dijawab.


Tapi, kita menemukan takdir itu tentu ada sebabnya. Tentu ada "jalan tertentu" yang kita tempuh sehingga bisa sampai kepada takdir kita hari ini.


Sepertinya, saya menemukan jawabannya dari sebuah bacaan yang sedang saya genggam dan kunyah isinya saat ini.


The Zahir, sebuah novel besutan Paulo Coelho. Siapa yang tak kenal dia.


Itu semua karena Bank Budi.


Apa yang dimaksud dengan Bank Budi?


Bank Budi adalah bank yang paling kuat di dunia, dan ia bisa memenuhi kebutuhan segala aspek kehidupan kita.


Ini contohnya:


Saya bertemu dengan seorang pengusaha senior yang sukses. Ia melihat saya punya potensi yang besar untuk bisa sukses seperti dia. Ia kemudian mengenalkan saya dengan seorang temannya, mungkin itu adalah seorang vendor yang kemudian membantu saya membesarkan bisnis saya.


Saya pun berutang budi kepadanya.


Suatu hari pengusaha senior itu, mengalami kesulitan dalam bisnisnya. Tentu, karena saya merasa berutang budi, saya pun akan membantunya.


Pengusaha senior itu telah menyimpan tabungan di rekening Bank Budi saya dalam bentuk kontak-kontak penting.


Dunia ini, kata Coelho, hanya terdiri atas kontak, tidak ada yang lain lagi. "Mereka pada suatu hari akan meminta bantuan, kepadamu, dan kau akan menghormati, dan, pada saatnya jaringanmu akan melebar ke seluruh penjuru dunia, kau akan kenal semua orang yang perlu kau kenal, dan pengaruhmu akan tumbuh semakin besar".


"Bank Budi adalah investasi berisiko, seperti bank-bank lain. Kau bisa menolak permintaan bantuanku. Tidak apa-apa, aku tetap mengucapkan terima kasih dan meminta tolong kepada orang lain yang juga berutang budi padaku; tapi mulai saat itu, semua orang tahu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, bahwa kau tidak bisa dipercaya".


Menarik untuk kita renungkan bersama.


Oke deh. Saya lanjut dulu membacanya...


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim

5 Comentários:

setyobudianto mengatakan...

Posting yang penuh inspirasi dan bermakna. Terima kasih

Fico mengatakan...

mantap pak.. bener 2 mantap..
asal tetap mengingat prinsip ikhlas... menolong dan membantu sesama dengan ikhlas.. pasti suatu waktu pertolongan itu akan kembali pada kita..

"there is a time for everything"

fico
www.kursus-privat.com

herryhasibuan mengatakan...

Siapa dulu Yang Punya Bank Budi..? :)

Nopriansyah mengatakan...

Subhanallah....
Mantap Pak... Yang penting Kita belajar bagaimana kita bisa menebarkan kebaikan kepada siapapun juga. Terimakasih Pak

Adzan W. Jatmiko mengatakan...

bank budi ada yg syariah ga pak hehehe..

inget bank budi inget tukang bubur di rumah hehe

Poskan Komentar

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO