Acomodador, Sang Penghambat Kemajuan

Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita. Itulah Acomodador, tulis Paulo Coelho di novel The Zahir yang masih belum tamat-tamat saya baca ini (abis, tulisannya cukup berat untuk dicerna, harus dibaca lambat-lambat, kadang perlu diulang).


Kalimat di halaman 307 itu membuat saya berhenti membaca, tertegun cukup lama dan mengingat-ingat masa lalu.


Apakah di masa lalu saya pernah mengalami Acomodador? Pastinya pernah.


Oya, saya dulu pernah belajar gitar. Setelah belajar cukup lama, tapi nggak bisa-bisa (sekarang saya tahu, itu gara-gara saya tidak belajar dengan ahlinya). Sedangkan teman saya yang juga membeli gitar di waktu bersamaan, sudah mahir gonjrang-gonjreng. Akhirnya saya memutuskan bahwa saya tidak berbakat bermain gitar dan gitar itu pun kemudian saya berikan kepada seorang teman.


Saya pengemar berat musik jazz. Saya mengagumi musisi-musisi yang permainannya canggih bukan kepalang itu. Tapi di benak saya, saya sudah memutuskan bahwa saya adalah "pemusik pasif" alias pendengar saja. Sampai sekarang.


Di bidang olah raga juga demikian. Saya pernah dipermalukan saat tidak bisa menangkis bola voli yang datang ke hadapan saya. Main basket dan sepak bola apa lagi. Saya tidak bisa main basket. Sepak bola pun selalu di bagian yang aman dan asal tendang saja, pemain belakang alias back.


Di sekolah, saya lemah di mata pelajaran eksak seperti matematika, fisika, kimia dan sejenisnya. Saya sering ketakutan dan "ngumpet" dari penglihatan guru kalau di suruh maju ke depan dan menyelesaikan soal di papan tulis. Guna menghindari mata pelajaran itu, saya pun memilih masuk kelas A3 atau sosial. Sialnya, masih ada matematika di sana. Pun ketika saya memilih jurusan ekonomi di perguruan tinggi.


Itu semua adalah Acomodador saya. Pengalaman dan bukti-bukti yang tersebut telah menjadi label di jidat saya bahwa saya tidak bisa bermain musik, tidak bisa olah raga beregu dan lemah di bidang eksakta.


Acomodador adalah titik menyerah. Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita; suatu trauma, kekalahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju, tulis Coelho.


Saya yakin, anda, pembaca blog ini juga punya Acomodador sendiri-sendiri yang menghalangi anda untuk maju melangkah. Mungkin anda memiliki Acomodador untuk menjadi wirausaha, misalnya. Mungkin anda takut menjual, takut ditolak, takut dihina dan dilecehkan. Mungkin anda takut dengan ketidakpastian.


Alhamdulillah, saya sudah melupakan Acomodador saya dan yakin bahwa saya pun bisa sukses tanpa menguasai itu semua. Saya punya talenta-talenta lain sebagai bekal sukses dalam mengarungi hidup.


Saya jalani takdir saya hari ini dengan melepaskan diri dari semua sejarah masa lalu yang menghambat kemajuan itu.

Bagaimana dengan anda?



Salam FUUUNtastic!
Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

6 Comentários:

si kumb@ng mengatakan...

berarti memandang kelemahan dengan sewajarnya aja ya...?
karna kita pasti punya kelebihan lain
informatif share, thanks

(sudah lama mengagumi tulisan2 anda, ma'af kl baru bisa koment...
Sukses slalu kawan...)

syaiful mengatakan...

Assalamualaikum Pak Roni.
Seperti yang Bapak tulis bahwa tidak bisa karena tidak belajar dari ahlinya.Saya sangat ingin menjadi TDA seperti bapak.
Bisakah saya belajar dari Bapak?(mungkin dengan bekerja pada Bapak)
Kalau saya mau bertemu Bapak, bagaimana caranya?
Ohya nama Saya Syaiful Putra, syaifulputra@gmail.com saya berasal dari Padang, sekarang tinggal di Jakarta.Akhir tahun 2008 saya baru berhenti belerja dari sebuah pabrik,saya sangat ingin menjadi TDA seperti Bapak.tapi masalahnya saya yang selama ini TDB sangat awam dengan dunia bisnis untuk itu saya sangat berharap bisa belajar dari Bapak
Terima kasih

kuemanis mengatakan...

Emang betul Pak Roni, saya sangat dibangkitkan semangat saya oleh Bapak. Karena usaha saya yg membuat saya hampir putus asa.

Saya ini trading batubara, sampai saat ini blum ada yg gol. Sampai saya keluarkan banyak biaya ke kalimantan untuk mencari langsung sumber batubara, supaya tidak cape meladeni orang Jakarta yg nawarin batubara (trader ke trader).

Saya sampai nga abis pikir alasan logika apa lagi yg ada untuk menghalangi bisnis ini jalan.

Artikel Pak Roni bener2 membuat saya tidak menyerah mencari dan memfollow up trus buyer buyer saya.

Seperti kata Andrew Carnegie, orang yg fokus di satu jalan terus menerus lah yg sukses. (Persistence and believe)

Di balik blog ini..... mengatakan...

Tulisan yg ringan namun berisi Pak. Senang rasanya bila sesekali Pak Rony mau kirim ke web motivasi kami www.andaluarbiasa.com. Sukses selalu.
~ ez

priwit mengatakan...

mas Roni, saya banyak mendpt manfaat / pencerahan dari blog anda. Saya minta ijin tuk dishare ke komunitas blog saya http://priwit.wordpress.com/ . Saya pikir ini sangat bermanfaat bagi mereka. Makasih sebelumnya.. Salam.

Dedi Nurhadi mengatakan...

mirip Mental Block kali ya kalo di NLP?

Tapi, kadang kita tidak tau peristiwa atau kejadian mana yang telah menjadi acomodador bagi kemajuan hidup kita. Ngga mudah menemukannya, itu menurut saya. Karena begitu banyaknya peristiwa dan kejadian yang telah kita lalui, dan diantara kejadian2 tersebut kita tidak bisa begitu saja men-judge bahwa kejadian "anu" adalah acomodador dalama hidup kita.

Suatu kejadian bisa jadi menjadi acomodador bila kesan yang diciptakannya begitu mendalam dan mengendap di dalam alam bawah sadar kita, hingga akhirnya alam bawah sadar lah yang mengendalikan kita pada saat kita kembali menghadapi kejadian yang sama.

Hingga saat ini saya masih mencari acomodador atau "Mental Block" yang mungkin telah menjadi penghalang bagi kemajuan hidup saya.

Ada yang mau bantu???

Pahamilah Duniamu

Poskan Komentar

Business and Beyond by Badroni Yuzirman ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO