Spiga

Ustadz Lihan: Saya Berbisnis Bukan Mencari Untung

Alhamdulillah, bisa ngeblog lagi setelah 2 hari tertahan karena Vito dirawat di rumah sakit lantaran terserang diare.

Kalau tidak ngeblog rasanya hari saya ada yang kurang. Apalagi saya memaknai ngeblog itu sebagai "sedekah". Kalau belum ngeblog, artinya saya belum bersedekah hari ini. Saya mencari ridho Allah dengan ngeblog.


Saya punya cerita menarik yang saya simpan sejak minggu lalu, yaitu tentang "pertemuan bersejarah" saya dengan Ustadz Lihan, sosok yang sedang jadi perbincangan di mana-mana saat ini.


Bermula dengan dering handphone saya ketika tengah bermain dengan Vito hari Kamis pagi. Ternyata itu adalah telepon dari Ustadz Lihan.


Ia sedang berada di Jakarta, katanya. Langsung saya sambut kesempatan itu dengan memintanya bertemu langsung. Akhirnya kami bertemu di Hotel Crowne Plaza - tempat ia menginap - keesokan harinya.


Ketika sampai di lantai teratas hotel mewah itu, saya yang bersama Vito dan istri harus menunggu dulu karena Ustadz Lihan kedatangan tamu lebih dulu dari Rumah Zakat Indonesia.


Setelah mendapat giliran, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya, apa pun di dalam benak saya yang ingin saya ketahui dari sosok Ustadz miliarder ini.


"Saya berbisnis tidak menempatkan keuntungan sebagai prioritas utama", ujarnya. "Ini yang membedakan saya dengan pebisnis lainnya".


"Saya berbisnis karena ingin menolong orang dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin", lanjutnya.


Hmmm. Saya akui, belum bisa menyerap ide Ustadz ini. "Saya berbisnis, terus terang untuk mencari keuntungan. Sebagai dampaknya adalah banyak tenaga kerja terserap baik langsung maupun tidak langsung", kata saya.


"Kalau saya kebalikannya", ujar Ustadz yang selalu berpenampilan bersahaja ini. "Tujuan utama saya adalah menciptakan lapangan kerja, menolong orang. Keuntungan nomor dua setelah itu".


Ia pun bercerita soal rumah makannya yang 6 bulan hanya menghasilkan omzet 300 ribu saja. Tapi ia tetap mempertahankan kerugian itu dengan alasan kasihan dengan 5 orang karyawannya.


Di bulan berikutnya, ternyata ada yang tertarik untuk membuka kursus bahasa Inggris di lantai dua rumah makan itu. Hasilnya? Kursus itu meledak, ramai sekali. Sampai buka cabang di mana-mana.


Inilah yang dimaksud oleh Ustadz itu. Dengan menolong sesama manusia, Allah akan menolong kita dari arah tidak disangka-sangka.


Saya tertegun mendengar penuturan ini.


Kedatangan Ustadz yang baru berusia 34 tahun ini di Jakarta kali ini adalah dalam rangka menindaklanjuti pengambil alihan jalur penerbangan Merpati Airline ke Kalimantan. Ia ingin menyelamatkan ribuan karyawan yang akan di-PHK karena penutupan jalur penerbangan tersebut.


"Saya menyetor Rp. 28 miliar untuk investasi ini. Sampai-sampai Wapres JK ingin tahu siapa saya. Pasalnya jarang sekali ada investor pribadi yang berani menggelontorkan dana sebesar itu saat ini".


"Nantinya di badan pesawat akan ada tulisan Lihan Air", lanjutnya.


Di akhir pertemuan, Ustadz Lihan menitipkan pesan kepada saya untuk mencarikan pabrik yang membutuhkan tenaga kerja minimal 10.000. Ia ingin mendirikan bisnis yang menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja.


"Insya Allah, Ustadz. Nanti kalau ada informasi akan saya kabari", jawab saya.


Banyak pelajaran bisnis dan kehidupan dari pertemuan singkat ini. Maklum, saya harus tahu diri karena tamu begitu banyak yang ingin bertemu dengannya.


Beberapa hal menarik yang akan saya sharing di postingan berikutnya, seperti:


- Bagaimana Ustadz Lihan bisa menjadi miliarder dalam waktu hanya 8 tahun?


- Bagaimana caranya mengelola 10 perusahaannya itu?


- Apa visi dan impiannya?


Insya Allah besok-besok akan saya sharing. Soalnya baca blog itu kurang enak kalau kepanjangan.


Salam FUUUNtastic!
Selamat Berpuasa


Wassalam,


Roni, Owner Manet Busana Muslim


NB: Saksikan saya di Metro TV dalam acara Welcome To BCA bersama Itang Yunasz dan Ferdy Hasan, besok, Kamis 4 September 2008 jam 21.30 WIB.

9 komentar:

Zidni mengatakan...

Pak Roni bikin penasaran nih :)

Taufan mengatakan...

akan dahsyat indonesia kalau ada 1 juta orang seperti ustadz lihan...
amin

Ardiansyah Abdullah mengatakan...

Pak Roni, menjelang puasa ini Anda diliputi banyak keberkahan sekaligus ujian. Keberkahan memperoleh penghargaan ISMBEA08, peluncuran buku TDA Way, order berjibun dan yang tidak bisa dihitung nilainya adalah bertemu dengan Pak Lihan....! Ujian Vito sakit semoga makin memperkuat rasa syukur.

Semoga Pak Roni semakin sukses !
Amin

idhamcholid mengatakan...

Pak Roni, pingin tau kelanjutan pertemuan dengan ustadz Lihan. Semoga bisa memotivasi saya yg ingin menjadi TDA yang berkah bagi banyak orang.

Amin

Badroni Yuzirman mengatakan...

@Zidni: Tunggu aja kelanjutannya...

@Taufan: Hal sudah saya sampaikan ke Ustadz Lihan dan insya Allah bersedia membantu mewujudkannya

@Ardiansyah: Yup, antara berkah dan musibah datangnya silih berganti. Tergantung kita menyikapi dan memaknainya saja.

@Idham: Semoga bermanfaat pak...

teh mengatakan...

bang roni bolehkah saya minta nomor hp ustadz lihan atau bang roni bisa rekomendasikan tanah saya yang kekurangan modal untuuk ditanami perkebunan luas nya 20 ha khan itu bisa menyerap banyak tenaga kerrja soalnya di kampung saya banyak tenaga kerja menggangur yg saya khawatirkan bisa menjadi hal negatif
dedi ahmad h siagian
jl.sei deli no. 77
telp: 061-77547108
starone : 061-30102404
Simpati :081376898835
medan
sumatera utara
atau kirim e-amil :
E-mail: pengusaha.muda596@gmail.com
tehsehat@gmail.com

sekian dan terima kasih.

Badroni Yuzirman mengatakan...

@Teh: Silakan kontak aja via blognya di www.lihan.net. Saya dulu juga begitu. Kalau membagi no HP, saya khawatir beliau kurang berkenan.

Abi Farah Blog mengatakan...

Pak Roni, punya alamat rumah ust. Lihan gak?? mau kenal-kenalan plus konsutasi dengan beliau. Maksih Ya. kirim aja ke yudi_emha@yahoo.com

Guci Moslem Corner mengatakan...

Ass.Wr.Wb
Pak Roni kenalkan saya cici dari Yayasan Baitul Ummah Bali.
Mohon maaf mohon info untuk pinjaman uang tanpa bunga (syariah) atau donatur yang dapat menolong kami untuk pembebasan tanah buat pendirian Masjid di lingkungan kami. Alhamdulillah dana sudah terkumpul 300 juta tp kami masih kurang 300 juta ( total Rp. 600 juta seluas 12 are)dan dateline pembayaran tgl 27 Juli 2009. Kami masih terus berjihad untuk mewujudkan impian kaum muslim di Bali untuk memiliki tempat ibadah sebagai pusat dakwah di Bali. Mohon Infonya dan kami sangat berharap bapak bisa membantu kami karena kami yakin Allah akan menolong hambanya yang ikhlas berdakwah mencari ridho Allah.
Hub kami lewat 081 338 516 517 (Ustadz Novel) atau email saya cici_bali@yahoo.com. Jazakumullahu khaoiron katstsiro.

Poskan Komentar