Spiga

Dari Raker TDA Hari Kedua: Ini Dia, Program Kerja TDA Management

Suasana rapat kerja di RM Pandan Hijau, Rawamangun

Pak Fauzi, Bu Aning dan Pak Rosihan dari Divisi Etika

Pak Isdiyanto, penanggung jawab TDA Wilayah yang juga Pemred Majalah WK, tengah memaparkan ide dan programnya.

"Setelah 5 tahun keluar dari TDB, baru kali ini saya mengikuti yang namanya rapat beneran", kata Pak Isdiyanto.


Memang, rapat kerja TDA Management hari kedua kemarin terkesan serius dan formal. Masing-masing direktur dan kepala divisi menjabarkan setiap program dengan lengkap dan terinci. Program tersebut akan dijalankan sampai berakhirnya kepengurusan bulan Desember 2009.


Saya tidak mencatat semuanya, tapi beberapa di antaranya akan saya coba tuliskan di sini.


TDA Portal: Portal memiliki nilai strategis untuk TDA dan akan menjadi salah satu profit center di TDA. Beberapa perusahaan dan sebuah bank telah menyatakan minatnya untuk beriklan di portal yang akan soft launching tanggal 1 Agustus nanti.


Kesekretariatan dan Membership: Pak Hasan dan timnya akan membenahi data base member yang masih belum lengkap saat ini. Data itu akan dihidangkan di portal secara real time sehingga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan.


Nantinya akan dibuat 3 kriteria member TDA, yaitu: member portal/milis (yang hanya mengikuti milis dan portal saja), action member (yang terlibat atau datang di kegiatan TDA), business member (yang terlibat aktif di kegiatan TDA dan ikut kelompok mastermind). Member kategori ketiga inilah yang berhak mendapatkan kartu anggota TDA yang akan diluncurkan oleh kesekretariatan.


Milis TDA dan sub-sub milis di bawahnya juga akan dirapikan. Saat ini banyak member TDA di daerah hanya bergabung di sub milis wilayah dan belum bergabung di TDA Pusat. Ini akan menjadi PR untuk diselesaikan oleh Pak Tosi Risman, manager milis TDA.


TDA Finance: Seperti disampaikan oleh Pak Hertanto, TDA Finance akan berubah fungsinya dari ekskutor (Koperasi TDA) menjadi pemberi referensi. Beberapa lembaga keuangan akan menjadi mitra TDA dalam menyalurkan pembiayaanya, seperti BNI, BRI, BSM, Baitul Maal dan sebagainya. TDA akan memberikan referensi member yang layak diberikan kredit. Dari mana dasar penilaiannya? Salah satunya adalah melalui referensi koordinator kelompok mastermind.


TDA Business Re-Education: akan mengadakan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dibutuhkan member sesuai dengan level bisnisnya (beginner, intermediate dan advanced).


Salah satu ide yang cukup menarik adalah Webinar (web seminar), seminar yang akan dilakukan secara serentak di beberapa cabang TDA dengan menggunakan teknologi tele conference. Jadi, seminar TDA itu nantinya akan mirip dengan acara nonton bareng sepakbola di televisi. Kita akan kerja sama dengan penyedia layanan seperti Telkomsel atau XL, kata Pak Fauzi yang mengusulkan ide ini.


Kegiatan seperti ini adalah untuk menjembatani kesenjangan informasi dan pembelajaran bagi member di pusat dan daerah. Dengan begini, semua informasi dan knowledge akan bisa didapatkan oleh member di setiap cabang TDA.


TDA Wilayah: Dengan bersemangat Pak Isdiyanto memaparkan idenya mengenai pentingnya peran TDA di wilayah. Apalagi member di daerah sudah begitu banyak dengan semangat yang tidak kalah dengan TDA di pusat. Menurut Pak Is, yang diperlukan member di daerah adalah support, sinergi dan networking.


TDA Mastermind: Departemen yang digawangi oleh Pak Hikmanul Hakiem ini termasuk yang menjadi prioritas kerja di TDA. Mastermind adalah salah satu program unggulan yang akan terus dikembangkan. Mastermind adalah salah satu pilar TDA dalam mencapai visi dan misi besarnya itu. Siapakah member TDA yang sebenarnya? Mereka adalah yang bergabung di mastermind.


Demikian sedikit yang bisa saya rekam dari rapat kerja hari kedua kemarin. Sebenarnya masih banyak lagi yang tidak saya ingat dan tercecer seperti divisi Legal dan Advokasi, Etika, TDA Peduli, TDA Qolbun Salim, TDA PR & Networking, divisi keuangan dan sebagainya. Mungkin teman-teman lain bisa menambahkan.


Rapat ini cukup panjang untuk yang tidak terbiasa rapat seperti saya ini. Saya sendiri sudah mempersiapkan diri membekali diri dengan komik kartun Benny & Mice, untuk mengusir kantuk dan lelah karena rapat hari pertama yang berakhir jam 23 malam. Hehe...


"Saya tidur jam 2 pagi Pak", kata Pak Agus yang tinggal di Bekasi. Pak Rosihan pun mengamini dengan mengatakan ia pun tidur jam segitu.


Ketika saya datang, sudah terlihat Pak Fauzi yang datang jauh-jauh dari Bandung khusus untuk mengikuti raker ini.


Saya salut dengan komitmen teman-teman TDA ini. Di sela-sela kesibukannya masih tetap mau berkorban waktu, tenaga dan pikirannya untuk TDA.


Saya yakin, keseriusan, komitmen dan pengorbanan teman-teman TDA Management akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa kelak.


TDA sekarang sudah menjadi barisan, bukan lagi kerumunan tanpa arah. Sumber daya berlimpah di TDA ini. Insya Allah kita semua member TDA adalah orang-orang yang ikhlas, mau berbagi, mau bekerja untuk kemaslahatan bersama.


Ini adalah jalan yang kita yakini untuk memberi solusi bagi bangsa yang tengah carut marut dengan segala beban dan masalahnya ini.


It's better to light a candle than to curse the darkness.


Selamat bekerja untuk TDA Management!


Semoga Allah SWT meridhoi ikhtiar kita ini....


Salam FUUUntastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat


Wassalam,


Roni, Founder dan Ketua Badan Musyawarah TDA

2 komentar:

Yodhia Antariksa mengatakan...

Great start, friend. Kata orang, fokus dan prioritizing adalah hal penting. Saya membayangkan, TDA akan sudah sangat bagus, jika DUA rencana -- dari begitu banyak rencana itu -- yang tergarap dengan konsisten, yakni :

1) PortalTDA....kalau ini dipelihara dengan konsisten dan bagus, hasilnya akan luar biasa.

2) Membership dan database...ini problem klasik....kalau program ini digarap dengan tuntas, hasilnya akan maut.

Saya kira dua itu saja bisa dituntaskan dengan baik, sudah akan akan ekselen...kalau kebanyakan rencana, takutnya ndak fokus dan malah ndak optimal semua.

Yodhia : Blog Strategi + Manajemen

Badroni Yuzirman mengatakan...

@Yodhia: Terima kasih Mas. Ya, saya sudah sampaikan agar tidak terlalu banyak program. Less is more. Yg penting deep impact, konsisten dan long lasting.

Poskan Komentar