Kata-kata itu keluar dari Pak Erie Sudewo dalam sambutannya mewakili Dewan Penasehat TDA menanggapi diumumkannya susunan Pengurus Komunitas TDA di acara Forum TDA, Jumat 6 Juni 2008 bertempat di Cippes Resto, Tebet."Bangsa ini adalah bangsa yang gagal. Kenapa? Karena di Indonesia banyak leader, tapi miskin leadership", kata mantan Direktur Dompet Dhuafa Republika ini.
Mudah-mudahan dengan dibentuknya kepengurusan TDA periode 2008 - 2010 di bawah pimpinan Pak Iim Rusyamsi ini akan muncul figur-figur leader yang berjiwa pemimpin nantinya.
Sebelumnya, saya atas nama Ketua Badan Musyawarah TDA menyampaikan pengantar dibalik penyusunan kepengurusan ini.
Pesan Pak Erie selalu terngiang-ngiang di benak saya. "TDA sudah saatnya beralih dari kerumunan menjadi barisan", katanya.
Di usianya menjelang 3 tahun ini TDA telah mencatatkan prestasi cukup membanggakan. Banyak raihan yang dicapai dari komunitas yang awalnya berdirinya pun tanpa disengaja ini.
Namun, dalam perjalanannya TDA juga tidak steril dari masalah-masalah yang timbul karena pesatnya perkembangan TDA itu sendiri.
Dengan semakin banyaknya member yang bergabung, tentu harapan pun semakin banyak dan beragam. Segala keinginan itu perlu saluran yang pas. TDA tidak bisa lagi diurus dengan cara seperti dulu. Maka, pembentukan pengurus ini adalah sebuah keharusan.
Susunan pengurus dan segala fungsi kerjanya itu sendiri sebenarnya tidak lebih dari sekedar "membingkai" dari fungsi-fungsi yang sudah ada selama ini di TDA. Jadi, sebenarnya tidak ada hal yang baru dari susunan kepengurusan ini.
Selain itu saya juga menyampaikan visi, misi dan nilai-nilai TDA yang juga sebenarnya sudah diusung dari awal, cuma belum sempat diformulasikan dan disusun secara khusus.
Yah, pada akhirnya ini adalah wujud dari ikhtiar kita. Semoga Allah meridhoi langkah-langkah kita ini.
Selain mengumumkan visi misi dan susunan pengurus TDA, Forum TDA ini juga diisi oleh bedah buku Having It All karya John Assaraf yang disampaikan oleh Pak Fauzi Rachmanto dari TDA Bandung, silaturahmi dan presentasi dari Pak Syonanto Wijaya selaku Presiden dari President University, presentasi Kredit Usaha Rakyat dari Bank BRI oleh Pak Fajar S. Pramono dan presentasi dari Mastermind TDA Cipasera oleh Pak Hertanto.
Acara kali ini banyak dihadiri oleh member dari daerah seperti Purwokerto, Bandung, Samarinda, Manado dan bahkan ada yang dari Singapura.
Ruangan restoran pun penuh disesaki oleh lebih dari 100 member yang hadir. Bahkan banyak member yang berdiri di belakang.
Saking ramainya, mungkin membuat pelayannya bingung. Saya sendiri berulang kali berusaha memesan makanan tapi tidak dilayani. Akhirnya, terpaksa saya kabur keluar dulu dan makan di Warmo yang letaknya di seberang jalan. Maklum, perut tidak mau kompromi.
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Roni, Founder dan Ketua Badan Musyawarah Komunitas TDA
NB: Foto-foto lain bisa dilihat di sini.


3 komentar:
Selamat buat Pak Roni dan selamat juga buat TDA. Insya Allah saya sebisa mungkin menjaga amanah. tolong diingatkan saja, soalnya suksa "sok sibuk". He...he...he...
Selamat dan sukses,
Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
Selamat buat temen2 semua dgn komunitas TDA nya.., semoga bangsa kita akan segera bangkit dari keterpurukan..
salam sukses!
www.mesintepatguna.co.cc
@Toko: Terima kasih. Insya Allah, Indonesia Bisa!
Poskan Komentar