Mengutip dari buku The Passion Test, berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang membantu untuk menemukan passion kita:Aktivitas apa yang anda sukai?
Lingkungan seperti apa yang membuat anda merasa nyaman berada di dalamnya?
Orang-orang seperti apa yang anda sukai berada di sekeliling anda?
Apa yang membuat anda merasa antusias, bersemangat, penuh energi?
Jawaban dari semua pertanyaan di atas akan membawa anda menemukan indikasi awal dari passion anda.
Indikasi selanjutnya bisa ditemukan melalui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
Apa kelebihan anda yang spesifik?
Orang lain memuji anda dalam hal apa?
Apa yang anda lakukan lebih baik dibandingkan orang lain?
Apa kemampuan unik dan bakat spesifik anda?
Anda akan melakukan apa pun dengan enjoy jika benar-benar anda sukai dan kuasai.
Apa yang ada sukai dan apa yang anda kuasai biasanya berjalan bersamaan.
Hati-hati dengan pikiran anda, tulis Janet Bray Attwood dan Chris Attwood.
Jika semua pertanyaan di atas begitu sederhana dan dapat dijawab dengan mudah, pertanyaannya adalah: kenapa sebagian besar orang gagal menemukan passsion atau arah/tujuan hidupnya?
Karena pikiran itu seperti monyet, yang suka melompat ke sana kemari ke mana saja.
Monyet senang mendekati apa yang dia sukai dan lari dari hal-hal yang menakutkannya.
Dengan sadar pikiran kita menyadari bahwa inilah pilihan hidup kita, inilah passion kita. Tapi "pikiran monyet" tadi mengajak kita untuk lari dari itu.
Pikiran monyet "menarik" dan meyakinkan kita untuk menjauhi semua itu dengan alasan jaminan dan keamanan hidup. "Ayolah, tetap di sini saja, di sini aman, di sini hidupmu terjamin, mau apa lagi sih?"
Demikian sharing saya pagi ini. Semoga bermanfaat.
Wassalam,
Roni
NB: Tulisan ini saya buat untuk seorang teman yang kemarin minta saran terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas.
NB 2: TDA Semarang juga tidak mau kalah dengan daerah lain. Teman-teman di sana juga bikin silaturahmi. Laporannya bisa dibaca di sini dan fotonya di sini.
NB 3: Mastermind TDA di mana-mana. Ini adalah salah satu kelompok mastermind TDA Jakarta Selatan. Simak cerita dan gambarnya di sini.


2 komentar:
Ah,saya merasa disentil ini. Terima kasih karena sudah membantu mengingatkan saya akan mimpi yang sedikit terlupakan.
Pak Roni kalo saya malah bingung tuh mencari jawaban dari semua pertanyaan di atas? kalo udah begini solusinya apa yaa?
Poskan Komentar