Memang betul. Dan saya telah membuktikannya berkali-kali. Ini cerita yang baru saja saya alami.
Hari Senin 5 Desember 2005 lalu, saya seharian berkeliling di pasar Tanah Abang, menyebarkan undangan Halal Bi Halal untuk perantau asal desa Magek, Bukittinggi, Sumatera Barat yang banyak berdagang di sana. Kebetulan saya menjabat sebagai Sekretaris Umum di organisasi perantau Minang ini. Singkat cerita, saya bertemu dengan beberapa pengusaha dan berbicara sekedar basa-basi saja. Tak disangka, banyak peluang bisnis ditawarkan kepada saya. Dua orang yang saya temui adalah pengusaha paling disegani di Tanah Abang. Yang satu adalah sebut saja Haji A, pengusaha grosir distributor dan produsen merek-merek terkenal seperti Lea, Cardinal, Levi's, Osella dsb dan memiliki toko yang jumlahnya sampai ratusan. Yang satunya lagi adalah Hj. B, pengusaha busana muslim terbesar di Tanah Abang.
Berikut ini adalah tawaran peluang yang saya dapatkan:
1. Dari Haji A: dia bersedia menjadi supplier produk saya. Dia mempunyai link-link ke pabrik-pabrik garment besar di Indonesia dan ke perusahaan-perusahaan tekstil di Cina dan Korea.
2. Dari Haji A: dia menawarkan kerja sama sebagai mitra dalam mengembangkan sebuah produk kesehatan dari Malaysia secara MLM. Dia adalah pemegang hak eksklusif distribusi produk tersebut di Indonesia.
3. Dari Haji A: Dia mengajak saya untuk bekerja sama mengembangkan sebuah klinik herbal, di mana para ahli pengobatan herbal di seluruh Indonesia akan dikumpulkan dalam satu atap. Rencananya akan dibuka pertama kali di Mangga Dua.
4. Dari Hj. B: dia bersedia menjadi supplier produk saya. Bayangkan, sebuah perusahaan besar yang produknya sudah dikenal di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, mau menjadi supplier di perusahaan saya yang baru seumur jagung?
Apa hikmah dari cerita ini? Benar, bahwa silaturahmi itu membawa rejeki, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau saya sengaja berkunjung untuk keperluan bisnis, belum tentu saya mendapat deal-deal seperti itu. Justru karena saya datang bukan untuk bisnis, melainkan silaturahmi sosial saja. Selebihnya, memang ini adalah rahasia Allah.
Wallahu'alam.


2 komentar:
Pak RoNi,
tulisan2 kiriman Pak RoNi di milis AMA-DKi semula saya baca biasa2 saja. Baca sepintas terus saya beralih ke email yang lain. Lama2 saya perhatikan kiriman2 pak RoNi punya ciri khas sendiri. Street smart, pengalaman pribadi, nulis tanpa menggurui dsb. Boleh juga tuh Pak RoNi dan terima kasih.Saya kira banyak manfaatnya utk banyak orang. Ibadah ya.
Kapan2 kita jumpa darat. Yah sekedar ngobrol2 tukar pengalaman. Waktu bedah buku The Blue Ocean Strategy dari Barry Lesmana di Hotel Aryaduta, Pak RoNi hadir ?
salam,
Djaman S
Pak Djaman,
Terima kasih atas apresiasinya terhadap tulisan saya. Saya hanya ingin berbagi, dengan kemampuan dan pengalaman yang terbatas. Karena uang belum banyak, jadi ilmu saja yang mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain. Minimal ada satu orang saja yang merasakan manfaatnya, mempraktekkannya dan menjadi lebih baik kehidupannya, saya sudah bersyukur sekali. Mungkin ini bagian dari ibadah saya. Saya selalu teringat dengan dosa orang yang tidak mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang dimilikinya.
Saya senang sekali berkenalan bapak. Nanti kita ketemu di seminar AMA. Tapi saya belum tahu tanggal pastinya.
Salam,
Roni
Poskan Komentar